Idealisme Kartini Adalah Pluralistik Anti-Syariah Islam !!!
Pluralistik artinya bukan cuma hidup dalam lingkungan yang beragam budaya dan
agamanya saja, bahkan bisa disertai juga menganut lebih dari satu agama,
termasuk juga kebebasan pindah2 agama setiap saat yang dilindungi secara hukum
tanpa boleh dianggap murtad. Begitulah idealisme Kartini yang merujuk
kebebasan wanita2 di Eropah untuk menjadi profile "wanita Indonesia".
Jadi, idealisme wanita Indonesia merujuk kepada Kartini dengan busana kebaya
dan kerudung yang bebas dibuka kerudungnya setiap saat. Wajah wanita Indonesia
dihargai sebagai "wajah" bukan aurat
Jadi, idealisme wanita Indonesia bukan merujuk kepada Islam yang dipaksa selalu
berjilbab yang tidak boleh dibuka meskipun kepanasan matahari. Wajah wanita
Islam direndahkan sebagai "aurat" bukan sebagai wajah.
> "Y. Adam Prasetyo" <yad...@...> wrote:
> kalau ambil berita yang dari sumber
> yang benar, tau ga wikipedia ?
Tulisan kamu malah enggak punya sumbernya sama sekali!!! Apa yang aku tulis
jelas ada sumbernya, yaitu budaya Islam Jawa bisa diperiksa namanya Islam
Kejawen. Hal yang begini semua orang Indonesia dan juga orang Barat sudah tahu
dan sumbernya sangat jelas.
Juga semua surat2 Kartini itu bukan milik orang Arab atau Islam Habis, semuanya
tersimpan di Den Haag.
Dan satu hal yang tidak bisa anda bantah, bahwa Kartini dinobatkan sebagai
satu2nya idealisme wanita Indonesia oleh Bung Karno. Dan semua orang tahu,
Bung Karno itu anti-Syariah Islam.
Jadi apa salahnyakalo aku katakan bahwa dinobatkannya Kartini sebagai idealisme
wanita Indonesia merupakan BENTENG PENANGKAL SYARIAH ISLAM.
Naaah.... pernyataan ini bagaimana mau membantahnya??? Sumbernya sudah saya
cantumkan, bukan cuma Wikipedia, juga dokument2 yang dimiliki teman2 kartini
seperti Abendonan yang justru orang Yahudi Belanda.
Untuk menjamin bahwa lastname Abendonan ini orang Yahudi, silahkan anda baca
daftar lastname dari website dibawah ini. Ingat juga, ny.Abendonan ini sahabat
karib Kartini yang menyimpan semua surat2 Kartini, dan jangan luba ya.....
Abendonan ini bukan orang Arab dan bukan beragama Islam !!!
http://www.wisatamelayu.com/id/news.php?a=Y0ZtbS8g=
Klenteng dikampung Welahan, yang menginspirasi Kartini menjadi seorang
vegetarian dan mengaku sebagai penganut "Buddha".
Silahkan anda teliti kata2 yang saya kutib dari website diatas, jelas2 tidak
dikatakan bahwa Kartini menganut Islam Habib, Kartini menganut bukan cuma satu
agama. Ini umum didunia Barat ditempat mana beliau sekolah bahwa menganut
agama lebih dari satu sudah menjadi kebebasan yang dijamin oleh negaranya.
Anda juga harusnya ingat dong, semasa hidupnya Kartini belum ada Republik
Indonesia. Jadi Kartini hidup dalam dua lingkungan di Eropah-Belanda, dan
lingkungan Jawa dengan Islam Kejawen. Beliau berjiwa pluralistik yang menganut
agama pluralistik lebih dari satu.
Tapi satu hal yang pasti, beliau tidak mau belajar baca Quran, menolak
menghafalkan AlQuran, menolak Poligamy, menolak shalat 5 waktu, dan idealisme
Kartini adalah wanita2 Eropah yang bebas sama dengan kebebasan laki2.
Jadi berita yang saya tulis diatas bukan cuma dari wikipedia, tapi berbagai
sumber yang isinya memberitakan hal yang sama. Apalagi tahun lalu upaya
kelompok Islam Habib gagal untuk menggantikan profile ideal wanita Indonesia
dari "Kartini", menjadi "Tjut Nyak Dhien".
Tentu dong, Kartini beda dari lain2 pejuang wanita yang cuma jadi perisai
suami2nya yang jadi pemberontak yang cuma perlawanan fisik, sebaliknya, Kartini
memiliki idealisme yang berupa ideology, yaitu ideology pluralistik yang
menentang Syariah Islam.
Jelas enggak tuh ..... ???? Kalo mau bantah yang saya tulis jelas sia2,
karena apa yang saya tulis semuanya fakta bukan rekayasa karang2an saja sekedar
untuk menonjolkan kepercayaan kosong.
Ny. Muslim binti Muskitawati.