Refleksi: Masyaalloh, kalau Susono takut diracuni, berarti ada kebiasaan pihak 
berkuasa meracuni oknom yang tidak disukai. 


http://www.jakartapress.com/www.php/news/id/13158/Bawa-Makanan-Sendiri-Susno-Takut-Diracun.jp


Bawa Makanan Sendiri, Susno Takut Diracun?
[sumber: Jakartapress.com]
Jumat, 23/04/2010 | 11:51 WIB 
MANTAN Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji diperiksa Mabes Polri selama tiga 
hari berturut-turut. Selama menjalani pemeriksaan, Susno selalu membawa makanan 
sendiri.

Mengapa Susno tidak pernah mau makan dari makanan yang telah disediakan 
penyidik? Usut punya usut, bukan karena Susno takut diracun. Istrinya, terus 
mempersiapkan segala kebutuhan Susno, termasuk makanan, sebelum pemeriksaan.

"Bapak selalu bawa makan dan minum sendiri sesuai kesukaan, tidak ada suudzon. 
Biasa Ibu siapkan makanan setiap pagi sebelum berangkat. Kemarin aja dibawakan 
roti dan jus," ujar kuasa hukum Susno, Efran Helmi Juni di kediaman Susno di 
Puri Cinere, Depok, Jumat (23/7/2010).

Menurut Efran, Susno sangat suka dengan masakan-masakan tradisional. Itulah 
alasan mengapa Istrinya selalu mempersiapkan makanan spesial untuk Susno.

Efran melanjutkan, saat ini Susno masih sangat lelah setelah menjalani 
pemeriksaan maraton oleh tim independen Polri. "Beliau luar biasa lelah, dari 
Selasa sampai malam Jumat diperiksa maraton sebagai saksi dalam perkara Gayus 
dan kawan-kawan," tambahnya.

Saat ini, lanjut Efran, Susno tengah berisitirahat. Meski kelelahan, Susno siap 
jika nantinya akan dipanggil lagi sebagai saksi. "Pemeriksaan berikutnya belum 
bisa kita pastikan. Namun Beliau sangat siap, dengan senang hati beri 
keterangan," jelasnya.

Pantauan detikcom di lokasi, rumah Susno tampak ramai ditunggui kerabatnya. 
Selain itu sebuah baliho ukuran 5x10 meter berisi dukungan terhadap Susno dari 
berbagai ormas digantung di depan rumah. Susno sendiri berada di dalam rumah 
dan direncanakan akan keluar rumah saat salat Jumat nanti. Beberapa wartawan 
juga masih menunggu di rumah Susno.

Sebelum ini, Susno Duadji juga pernah menolak meminum minuman yang disuguhkan 
di Propam Mabes Polri. "Tadi dia kontak, beliau tidak mau minuman di dalam 
(Propam)," ujar pengacara Susno, Efran Helmi Juni yang ditemui wartawan di 
Propam Mabes Polri, Senin (12/4/2010). "Apa takut diracun?" timpal wartawan. 
Menjawab pertanyaan, saat itu Efran tidak menjawab.

Karena itu, pengacaranya pun hendak menemui Susno untuk memberi minum. Namun 
sayangnya, permintaan pengacara untuk bertemu ditolak oleh petugas propam yang 
berjaga di luar. "Kita hanya ingin dia minum," ucap Efran.

Perwira Reformis
Beberapa waktu lalu, Susno Duadji menyatakan apabila dirinya menjadi Kapolri, 
berani menjamin dalam waktu enam bulan Polri akan bersih. Caranya, cukup 
jebloskan jenderal nakal ke penjara. Menurutnya, kalau Kapolri berubah, 
otomatis jajaran di bawahnya akan ikut berubah.

"Kalau saya dipercaya jadi Kapolri itu amanah, kerjakan dengan baik dan harus 
membawa kemaslahatan pada umat. Tidak berhasil enam bulan saya mundur. 
Perubahan signifikan bisa, yang diubah satu orang saja, Kapolrinya," kata Susno 
saat kuliah umum dan diskusi buku 'Bukan Testimoni Susno' di Politeknik Negeri 
Sriwijaya, Palembang, Jumat (19/3/2010) .

Ia juga menjelaskan, indikasi markus kasus pajak di Polri kian kuat setelah 
Mabes Polri menggelar jumpa pers. Pembukaan blokir uang Rp 25 miliar, 
menurutnya, dilakukan saat Bareskrim demisioner kepemimpinan pada 26 November 
2009. Sementara SK Pencopotan Susno tertanggal 24 dan serah terima jabatan 
tanggal 30 pada Komjen Ito Sumardi. "Si Raja (Brigjen Raja Erizman) tidak lapor 
saya, tidak lapor Pak Ito. Jelas dia menelikung. Tangkap Raja, borgol dan 
masukkan ke sel malam ini juga," kata Susno.

Sebenarnya, saat menjadi Kapolda Jabar yang lalu, Irjen Pol Drs Susno Duadji 
SH, MSc, dikenal sebagai perwira reformis. Kisahnya, di satu kesempatan, 
Kapolda Susno saat itu mengumpulkan seluruh perwira di Satuan Lalu Lintas mulai 
tingkat polres hingga polda. Para perwira Satlantas itu datang ke Mapolda Jabar 
sejak pagi karena diperintahkan demikian. Pertemuan itu baru dimulai pukul 
16.00 WIB.

Dalam rapat itu, Kapolda Susno hanya berbicara tidak lebih dari 10 menit. Meski 
dilontarkan dengan santai, tetapi isi perintahnya "galak" dan "menyentak". 
Saking "galaknya", anggota Satlantas harus ditanya dua kali tentang kesiapan 
mereka menjalani perintah tersebut.

Isi perintah itu ialah tidak ada lagi pungli di Satlantas, baik di lapangan 
(tilang) maupun di kantor (pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan lainnya). "Tidak 
perlu ada lagi setoran-setoran. Tidak perlu ingin kaya. Dari gaji sudah cukup. 
Kalau ingin kaya jangan jadi polisi, tetapi pengusaha. Ingat, kita ini pelayan 
masyarakat. Bukan sebaliknya, malah ingin dilayani," tutur pria kelahiran 
Pagaralam, Sumatera Selatan itu.

Pada akhir acara, seluruh perwira Satlantas yang hadir, mulai dari pangkat AKP 
hingga Kombespol, diminta menandatangani pakta kesepakatan bersama. Isi 
kesepakatan itu pada intinya ialah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat 
yang tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. Lantas, Susno pun memberi waktu 
tujuh hari bagi anggotanya untuk berbenah, menyiapkan, dan membersihkan diri 
dari pungli. "Kalau minggu depan masih ada yang nakal, saatnya main 
copot-copotan jabatan," kata suami dari Ny. Herawati itu.

Pernyataan Susno itu menyiratkan, selama ini ada praktik pungli di lingkungan 
kepolisian. Hasil pungli, secara terorganisasi, mengalir ke pimpinan teratas. 
Genderang perang melawan pungli yang ditabuh Susno tidak lepas dari perjalanan 
hidupnya sejak lahir hingga menjabat Wakil Kepala PPATK (Pusat Pelaporan 
Analisis dan Transaksi Keuangan). PPATK adalah sebuah lembaga yang bekerja sama 
dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menggiring para koruptor ke jeruji 
besi.

Susno Duadji lahir di Pagar Alam, Sumatra Selatan 1 Juli 1954. Anak ke-2 dari 
depalan bersaudara ini lulus akpol tahun 1977. Ketika menjabat sebagai Kapolda 
Jabar, Susno dikenal berdedikasi tinggi dalam memberantas pungli dan koprupsi. 
Berikut riwayat karir Susno Duadji sebelum menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

PAMA POLRES WONOGIRI (1978)PAMA POLRES WONOGIRI (1978)
KABAG SERSE POLWIL BANYUMAS (1988)
WAKA POLRES PEMALANG (1989)
WAKA POLRESTA YOGYAKARTA (1990)
KAPOLRES MALUKU UTARA (1995)
KAPOLRES MADIUN (1997)
KAPOLRESTA MALANG (1998)
WAKAPOLWILTABES SURABAYA (1999)
WAKASUBDIT GAKTIP DIT SABHARA POLRI(2001)
KABID KORDILUM BABINKUM (2001)
KABID BID RAPKUM DIV BINKUM POLRI (2002)
PATI (DALAM RANGKA TUGAS LUAR) FORMASI MABES POLRI WAKIL KEPALA PPATK) (2004)
KAPOLDA JABAR (2008)

<<Bawa-Makanan-Sendiri-Susno-Takut-Diracun.jpg>>

Kirim email ke