Refleksi : Memenuhi tuntutan biologis dan menikmati kelezatan surga dunia 
berkat illahi, koq dihukum dengan cara di luar perikemanusiaan dan syarat 
kesehatan.

http://serambinews.com/news/view/29284/cari-kehangatan-di-toko-pakan

Sat, Apr 24th 2010, 11:03
Pasangan Mesum Dimandikan Air Comberan
Cari Kehangatan di Toko Pakan
Aceh Besar 
 
Pasangan Khalwat

Warga Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (23/4) 
dinihari memandikan dua pasangan yang diduga melakukan khalwat di salah satu 
ruko desa setempat dengan menggunakan air parit. Hukuman tersebut merupakan 
salah satu sangsi adat yang berlaku di masyarakat bagi yang melakukan khalwat. 
Kedua pasangan yang belum menikah itu diserahkan warga kepada petugas penegakan 
syariat islam Wailatul Hibah (WH) prov Aceh. PROHABA/BEDU

BANDA ACEH - Wanita Nan (31) berstatus PNS di Aceh Besar, disebut-sebut tiga 
tahun menjanda. Beberapa waktu terakhir sering dipergoki warga Gampong Meunasah 
Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, 'parkir' di sebuah toko pakan ternak 
plus ayam potong, di Jalan Raya Lambaro, Km 4,5 Meunasah Manyang, Aceh Besar. 
Belakangan terungkap bahwa Nan rajin mengunjungi toko pakan itu karena 
keberadaan Bas (23) perjaka tinting asal Pidie, yang disebut-sebut menjaga toko 
dimaksud. Warga menangkap sinyal tak bers dalam kungjungan itu, karena keduanya 
tak punya ikatan apapun.

Puncaknya, Jumat (23/4) dinihari sekira pukul 00.30 WIB, puluhan warga Meunasah 
Manyang dan sekitarnya menggerebek toko pakan itu. Lama pintu toko digedor, 
barulah dibuka oleh Bas yang berlagak pilon dengan menyatakan rasa heran, kok 
warga mengganggu kenyamanannya. Saat ditanya keberadaan seorang wanita di toko 
tersebut. Bas malah pura pura bingung, dan menjawab plintat plintut. Warga yang 
tak sabar lalu menerobos ke dalam toko. Benar saja, tak ada wanita yang mereka 
temukan. Namun apa lacur, sandiwara Bas terbongkar dengan sendirinya, karena 
tiba-tiba dari balik timbunan goni pakan, warga mendengar suara jerit tercekat 
seperti suara wanita. Dan timbunan goni itupun dibongkar, sekaligus tampaklah 
sosok janda Nan yang terbatuk batuk dan bersin karena aroma menyengat pakan 
ternak.

Dan perjaka Bas pun tak bisa berkutik, sekaligus meluapnya amuk sebagian warga 
yang langsung menghadiahi Bas dengan runtunan katupat bangkahulu. lalu   Kedua 
anak manusia yang malam itu baru indehoi tersebut, segera digelandang ke 
meunasah. Sebagai ganjaran awal, keduanya dihadiahi dengan mandi dinihari 
dengan air comberan. Warga lalu menghubungi pihak Satpol PP dan WH Aceh, untuk 
menjemput dua insan yang sedang kasmaran, namun tak mampu ke penghulu itu. 
Pihak Satpol PP dan WH, melalui Dan Ops WH Aceh, Tgk Adin, kepada Prohaba, 
kemarin mengakui pihaknya mengamankan Bas dan janda Nan, atas kasus mesum. 
Dalam pemeriksaan pihak WH, keduanya mengaku telah melakukan hubungan 
terlarang. "Kasus ini akan kita proses sampai tuntas. Keduanya dikenakan hukum 
cambuk maksimal 7 kali untuk setiap orangnya," papar Tgk Adin.(mir

<<08c9c63d3609556bccc9d98dfae4fb644706dd84.jpg>>

Kirim email ke