http://www.jakartapress.com/www.php/news/id/13239/Tercipta-Lagu-Temanku-Jenderal-Susno-Duadji.jp
Tercipta Lagu: "Temanku Jenderal Susno Duadji" [sumber: Jakartapress.com] Selasa, 27/04/2010 | 07:08 WIB "Temanku Jenderal Susno Duadji" Sebuah Lagu untuk Susno Jakarta - Dukungan terhadap Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dalam membongkar kasus mafia pajak di tubuh Polri juga muncul lewat lagu. Seperti halnya, yang dilakukan salah seorang pendukung Susno, Yayan Ramlan, yang menciptakan sebuah lagu berjudul "Temanku Jenderal Susno Duadji". "Saya ciptakan ini karena saya cinta bapak (Susno). Beliau berani mengungkap korupsi itu luar biasa," kata Yayan saat menyerahkan kepingan CD dikediaman Susno di Jl Cibodas, Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (26/4/2010) Yayan menciptakan lagu tersebut selama 2 bulan lamanya. Sebelumnya Yayan juga pernah menciptakan lagu untuk Presiden Barack Obama, Almarhum Presiden Gus Dur dan artis kontroversial Manohara. Dia mendatangi rumah Susno untuk meminta izin agar lagu tersebut dapat di produksi secara masal dan disebarkan ke beberapa media untuk disiarkan. "Semoga bapak dalam lindungan tuhan yang kuasa," doanya untuk Susno. Berikut lirik lagu yang bernada Cha-Cha Rock tersebut. Wahai saudara dan saudari, dengarlah ceritaku ini Aku punya teman berani sekali, namanya Jenderal Susno Duajdi Dia terus dan selalu bernyanyi, lagunya sungguh menyayat nurani, mengungkap tabir nurani, maka terbongkarlah kasus korupsi reff: Wahai temanku Susno Duadji, Tolong katakanlah kepada mereka Hukum itu memanglah buta Tapi dia dapat melihat dalam gulita Para koruptor dan para mafia, Insyallah sebelum ajalmu tiba, jujurlah jangan engkau dusta nanti kau tenggelam didalam neraka Semoga Tuhan menghendaki, Indonesia bersih tanpa korupsi Rakyatnya makmur berseri-seri dan jadi negeri gemah ripah loh ji nawi Perwira Reformis Beberapa waktu lalu, Susno Duadji menyatakan apabila dirinya menjadi Kapolri, berani menjamin dalam waktu enam bulan Polri akan bersih. Caranya, cukup jebloskan jenderal nakal ke penjara. Menurutnya, kalau Kapolri berubah, otomatis jajaran di bawahnya akan ikut berubah. "Kalau saya dipercaya jadi Kapolri itu amanah, kerjakan dengan baik dan harus membawa kemaslahatan pada umat. Tidak berhasil enam bulan saya mundur. Perubahan signifikan bisa, yang diubah satu orang saja, Kapolrinya," kata Susno saat kuliah umum dan diskusi buku 'Bukan Testimoni Susno' di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Jumat (19/3/2010) lalu. Ia juga menjelaskan, indikasi markus kasus pajak di Polri kian kuat setelah Mabes Polri menggelar jumpa pers. Pembukaan blokir uang Rp 25 miliar, menurutnya, dilakukan saat Bareskrim demisioner kepemimpinan pada 26 November 2009. Sementara SK Pencopotan Susno tertanggal 24 dan serah terima jabatan tanggal 30 pada Komjen Ito Sumardi. "Si Raja (Brigjen Raja Erizman) tidak lapor saya, tidak lapor Pak Ito. Jelas dia menelikung. Tangkap Raja, borgol dan masukkan ke sel malam ini juga," kata Susno. Sebenarnya, saat menjadi Kapolda Jabar yang lalu, Irjen Pol Drs Susno Duadji SH, MSc, dikenal sebagai perwira reformis. Kisahnya, di satu kesempatan, Kapolda Susno saat itu mengumpulkan seluruh perwira di Satuan Lalu Lintas mulai tingkat polres hingga polda. Para perwira Satlantas itu datang ke Mapolda Jabar sejak pagi karena diperintahkan demikian. Pertemuan itu baru dimulai pukul 16.00 WIB. Dalam rapat itu, Kapolda Susno hanya berbicara tidak lebih dari 10 menit. Meski dilontarkan dengan santai, tetapi isi perintahnya "galak" dan "menyentak". Saking "galaknya", anggota Satlantas harus ditanya dua kali tentang kesiapan mereka menjalani perintah tersebut. Isi perintah itu ialah tidak ada lagi pungli di Satlantas, baik di lapangan (tilang) maupun di kantor (pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan lainnya). "Tidak perlu ada lagi setoran-setoran. Tidak perlu ingin kaya. Dari gaji sudah cukup. Kalau ingin kaya jangan jadi polisi, tetapi pengusaha. Ingat, kita ini pelayan masyarakat. Bukan sebaliknya, malah ingin dilayani," tutur pria kelahiran Pagaralam, Sumatera Selatan itu. Pada akhir acara, seluruh perwira Satlantas yang hadir, mulai dari pangkat AKP hingga Kombespol, diminta menandatangani pakta kesepakatan bersama. Isi kesepakatan itu pada intinya ialah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. Lantas, Susno pun memberi waktu tujuh hari bagi anggotanya untuk berbenah, menyiapkan, dan membersihkan diri dari pungli. "Kalau minggu depan masih ada yang nakal, saatnya main copot-copotan jabatan," kata suami dari Ny. Herawati itu. Pernyataan Susno itu menyiratkan, selama ini ada praktik pungli di lingkungan kepolisian. Hasil pungli, secara terorganisasi, mengalir ke pimpinan teratas. Genderang perang melawan pungli yang ditabuh Susno tidak lepas dari perjalanan hidupnya sejak lahir hingga menjabat Wakil Kepala PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan). PPATK adalah sebuah lembaga yang bekerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menggiring para koruptor ke jeruji besi. Susno Duadji lahir di Pagar Alam, Sumatra Selatan 1 Juli 1954. Anak ke-2 dari depalan bersaudara ini lulus akpol tahun 1977. Ketika menjabat sebagai Kapolda Jabar, Susno dikenal berdedikasi tinggi dalam memberantas pungli dan koprupsi. Berikut riwayat karir Susno Duadji sebelum menjabat sebagai Kabareskrim Polri. PAMA POLRES WONOGIRI (1978)PAMA POLRES WONOGIRI (1978) KABAG SERSE POLWIL BANYUMAS (1988) WAKA POLRES PEMALANG (1989) WAKA POLRESTA YOGYAKARTA (1990) KAPOLRES MALUKU UTARA (1995) KAPOLRES MADIUN (1997) KAPOLRESTA MALANG (1998) WAKAPOLWILTABES SURABAYA (1999) WAKASUBDIT GAKTIP DIT SABHARA POLRI(2001) KABID KORDILUM BABINKUM (2001) KABID BID RAPKUM DIV BINKUM POLRI (2002) PATI (DALAM RANGKA TUGAS LUAR) FORMASI MABES POLRI WAKIL KEPALA PPATK) (2004) KAPOLDA JABAR (2008)
<<Tercipta-Lagu-Temanku-Jenderal-Susno-Duadji.jpg>>
