Arab Gontok2an Gaza Makin Kelaparan !!!
Pertemuan darurat para pemimpin negara2 Arab dan Islam dinyatakan gagal, tidak
ada solusi yang bisa diputuskan dan saling menyalahkan makin meningkat.
Sementara Gaza makin parah, demonstrasi disemua negara2 Timur Tengah
mencemohkan pemimpin2 Arab. Demmo2 Arab Palestina juga berlangsung brutal
mencaci maki pemimpin2 Arab semuanya sehingga Gaza makin terpuruk. Banyak
pekerja sosial bule dan wartawan2 barat menangis menyaksikan begitu hebatnya
kekalutan, kelaparan, dan ke chaosan di Gaza. Para pemimpin negara2 Arab dan
Islam ini masing2 berusaha melepaskan tanggung jawabnya agar nantinya tidak
dijadikan tempat penampungan pengungsi2 Gaza dan Westbank.
Pertemuan darurat negara2 Arab mencari solusi nasib rakyat di Gaza yang chaos
yang kelaparan dan saling bunuh, disertai dengan tragedy penyakit menular,
tidak ada air minum, makanan yang terkontaminasi, langkanya obat2an, dan
maraknya saling rampok dimana tentara2 Hamas ikut serta dalam perampokan2 yang
tidak jarang terjadi saling tembak yang membunuh puluhan orang tidak berdosa
dan juga mereka yang berdosa.
Pertemuan darurat ini ternyata juga gagal untuk memberi bantuan ke Gaza,
pemimpin2 Arab Islam ini saling tunjuk menyalahkan satu kepada yang lainnya.
Meskipun alasan2nya berbeda dalam segi teknis dan politis, tetapi latarbelakang
utama perpecahan ini justru dari ajaran Islam atau Syariah Islam masing2 yang
saling bertentangan.
Pemimpin Mesir menyatakan hanya akan membuka perbatasannya kepada Palestina
yang bersatu. Maklum ya, kalo negara yang terpecah belah ini akan menyusahkan
negara tetangganya misalnya bila ada kriminal yang lari akan susah dilacak
karena masing2 pihak menunjuk pihak lainnya. Akibatnya juga pencatatan
penduduk akan acak2an. Abbas sebagai otoritas yang mengeluarkan pasport
Palestina, tapi Hamas juga membuat pasport-nya sendiri tapi tidak diakui
diseluruh dunia sehingga tidak ada yang bisa keluar dari Gaza dengan pasport
yang dikeluarkan oleh Hamas.
Israel juga menutup perbatasannya dikarenakan faktor serangan bomb2 bunuh diri
yang sebelumnya melanda seluruh kota2 di Israel.
Negara2 Arab yang harusnya menolong saudara2nya yang sesama Islam ternyata
saling menuduh satu dan lainnya sebagai murtad. Mesir contohnya, naik pitam
melihat makin banyak ulama Sunni yang berpindah menjadi Islam Syiah yang
kemudian merongrong pemerintahnya dengan berbagai teror2. Pemerintah Mesir
sendiri yang meskipun dari aliran Sunni ternyata juga menghadapi teror2 jihad
dari Islam sesama Sunni-nya sendiri yang dinamakan Islam Jundulah yang berhasil
membunuh presiden Anwar Sadat.
Demikian juga raja Arab Saudia sedang memerangi umat Syiah yang berada diantara
rakyatnya yang makin besar pengaruhnya. Pengaruh Islam Syiah dari hari kehari
makin meluas keseluruh negara2 Arab dan juga ke Jazirah Timur Tengah. Iran
yang aliran Syiah ini berhasil menancapkan pengaruhnya didalam kelompok Hamas.
Jadi wajar kalo negara2 Islam Suni yang bertentangan dengan Syiah ini menolak
membantu Hamas.
Hamas sendiri mendapatkan supply-nya berasal dari penyelundupan yang dibawa
dari Iran, tentunya supply selundupan ini sama sekali tidak cukup memenuhi
kebutuhan rakyatnya yang makin banyak ini.
Negara2 Syariah Islam mensyaratkan pemimpin atau kekuasaan caliphah yang
mengangkat dirinya sendiri secara turun temurun tanpa boleh diganti kecuali
mati. Akibatnya, caliph2 Qatar, Yaman, Kuwait, Arab Saudia, Dubai, Yordania,
dll kesemuanya memiliki Syariah yang ber-beda2 yang satu sama lainnya saling
bertentangan. Untung selama pasca perang dunia kedua,, Amerika berhasil
mempersatukan Caliph2 ini dan juga Islam2 yang saling bertentangan dibawah
bendera UN. Namun setelah pasca serangan teror 911, Amerika Serikat sudah
mulai melonggarkan atau melepaskan hubungan dekatnya dengan negara2 Syariah ini
dan membiarkan mereka saling gontok2an.
Negara2 Arab Islam yang saling berseteru ini berulang kali meminta Amerika ikut
serta turun tangan mendamaikan perselisihan antara sesama Islam itu. Namun
hingga sekarang Amerika tetap tidak tertarik untuk ikut serta memihak satu
Islam dan memerangi Islam lainnya.
Hasil pertemuan darurat negara2 Arab dan Islam ini dinyatakan gagal, tidak ada
keputusan yang bisa dihasilkan untuk solusi mendamaikan Abbas dan Hamas. Semua
Pemimpin dari negara2 Arab dan Islamm sudah memiliki prediksi yang sama, bahwa
"Palestina dibatalkan" dan apa yang dilakukan oleh negara2 Islam sekarang ini
adalah memasang jarak sejauh mungkin untuk ikut bertanggung jawab menerima
immigran pengungsi Arab Palestina ke-negara2 Arab yang bertanggung jawab atas
pecahnya konflik Palestina dimasa lalu. Negara2 yang harus bertanggung jawab
a.l: Yordania, Syria, Libanon, Mesir, dan Arab Saudia. Jadi apabila tiba
masa-nya dimana gerombolan teroris Arab Palestina ini harus dievakuasi keluar
dari seluruh wilayah Israel (termasuk Westbank dan Gaza), maka negara2 tsb
itulah yang pertama harus menerima para pengungsi itu. Sebagian kecil mungkin
bisa diserap oleh Israel, Kuwaid, Qatar, dan Yaman.
Ny. Muslim binti Muskitawati.