http://www.sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1869:tkw-di-arab-saudi-hindari-perkosaan-loncat-gedung-kini-lumpuh&catid=85:lintas-dunia&Itemid=284


TKW di Arab Saudi, Hindari Perkosaan Loncat Gedung, Kini Lumpuh 
Senin, 03 Mei 2010 03:01 

Berharap dapat mengubah status ekonomi keluarga, Tenaga Kerja Wanita Asal 
Cianjur, Jawa Barat, pulang dengan kondisi lumpuh. Nurhayati bin Pudin (30), 
TKW asal Kampung Cijunjung, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Cianjur, lumpuh 
akibat melompat dari lantai tiga, saat hendak diperkosa majikannya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Nurhayati berangkat menjadi TKW tahun 
2008, melalui PJTKI PT Johara Perdana Satu, yang beralamat di Jalan Jatinegara 
Timur 84 F, Jakarta Timur. Perusahaan itu mengirimnya, ke Kota Mekkah, Saudi 
Arabia, sebagai pembantu rumah tangga. Namun baru satu pekan bekerja, Nurhayati 
mendapatkan perlakuan kasar dari isteri majikannya.

Berbagai siksaan acap kali dilakukan istri majikan terhadap dirinya. Tidak 
hanya tamparan, ancaman dan disiram minyak mendidih, menjadi santapan 
sehari-hari. Namun harapan untuk mengubah status ekonomi, membuat ia tetap 
bertahan. Bahkan ia tidak merasakan sakitnya siksaan yang diberikan istri 
majikannya itu.

Namun menginjak bulan keempat, sang majikan pria, berusaha memerkosanya. Ketika 
itu, ia tengah berada di lantai 3 rumah tersebut, ia sempat melawan dan 
mengacam akan melompat. Sang majikan dengan nafsu bejatnya, terus berusaha 
memerkosanya, hingga akhirnya Nurhayati memilih melompat. Akibatnya, Nurhayati 
sempat koma dan kedua kaki Nurhayati mengalami lumpuh.

Sebelum dibawa pulang ke Cianjur, ia sempat dirawat selama 2,5 tahun tanpa 
sanak saudara di rumah sakit di Mekah. "Saya baru sadar kaki saya lumpuh, 
setelah sadar dari koma di rumah sakit di Mekah," katanya. Derita tiada 
habisnya, saat pulang ke Cianjur, ia terpaksa menumpang di rumah pamannya 
Engkos, di Kampung Pasir Astana, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu karena 
rumahnya dijual suaminya yang kabur entah kemana.

Nurhayati saat ini hanya bisa tergolek lemas di rumah sang paman dan berharap 
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Maman Kepala Desa Sindangraja, 
mengungkapkan, pihaknya akan berupaya membantu secara administrasi, terutama 
untuk keperluan pengurusan hak korban. "Kami akan berusaha membantu Nurhayati. 
Kami akan berkoordinasi dengan aparat terkait mulai dari desa hingga ke 
kabupaten," katanya singkat. (ant)

Kirim email ke