Islam Agama Teror Harus Dipahami Semua Umat Bukan Islam
                                       
Demi keselamatan dan keamanan umat yang bukan Islam, maka saya sebagai muslimin 
menganjurkan agar memahami bahwa Islam sebagai agama Teror dan agama Kebencian. 
 Sehingga dengan adanya pemahaman seperti ini maka setiap umat yang bukan Islam 
bisa ber-hati2 apabila terlibat dalam lingkungan hidup orang2 yang beragama 
Islam.

Kalo sebagai umat yang bukan Islam anda menganggap Islam adalah agama damai 
yang penuh persaudaraan, maka nasib anda bisa mengalami seperti dua anak gadis 
Kristen yang dipancung kepalanya oleh tetangganya di Poso beberapa waktu yang 
lalu.  Padahal kalo saja keluarga Kristen di Poso ini memahami bahwa Islam itu 
agama teror dan kebencian, paling tidak mereka bisa ber-hati2 menjaga anak dan 
keluarganya yang berpapasan dengan umat Islam yang tidak dikenalnya.

Jadi menyadari bahwa Islam sebagai agama teror dan kebencian, bukan untuk 
men-jelek2an melainkan untuk antisipasi kemungkinan2 terjelek yang bisa anda 
alami.

Memang tidak pernah ada dalam Quran yang menyatakan bahwa Islam adalah agama 
teror. Inilah stereotype cara ulama dan kaum muslimin yang menyangkal dan 
membantah bahwa Islam adalah agama teror.

Tetapi bantahan ini tidak mengubah kenyataan2 bahwa memang ISLAM MERUPAKAN 
AGAMA TEROR DAN AGAMA KEBENCIAN.  Karena dalam ayat2 Quran yang ditulis dalam 
bahasa Arab itu disebutnya "Jihad" bukan "Teror".

Teror itu adalah kata dalam bahasa Inggrisnya, dan dalam bahasa Arabnya disebut 
Jihad, tapi artinya tetap sama.

JIHAD = TEROR

Ulama dan muslimin kadang kalo juga membantah, bahwa berjihad bukan selalu 
artinya berperang, padahal dalam dunia teror juga tidak selalu teror itu 
artinya berperang, bisa artinya mengancam, bisa artinya membayar (menyumbang) 
sejumlah uang kepada pelaku teror.  Demikianlah dengan Jihad, tidak selalu 
harus maju berperang tetapi boleh dengan membayar atau menyumbang dengan uang 
atau harta benda.

Setiap hati nurani muslimin yang benar2 mendalami agama Islam tentunya mengakui 
bahwa Islam memang agama teror.  Hal inilah yang menyebabkan konflik batin bagi 
setiap muslimin sehingga se-olah2 agama lain lebih benar.  Padahal bukan 
demikian seharusnya.

Mengakui bahwa Islam adalah agama teror dan agama kebencian tidak berarti kita 
sebagai muslimin harus pindah agama, atau harus mengakui kebenaran agama 
lainnya....  disinilah kesalahan terbesar dari kebanyakan pemahaman muslimin.

Padahal meskipun Islam itu agama teror dan agama kebencian, kita sebagai kaum 
muslimin tetap bisa menganutnya tanpa menyebarkan atau mempraktekan teror2nya 
dan kebencian2nya.  Untuk itu kita harus memahami, bahwa ayat2 Quran selalu 
dibimbing dengan tafsir2 hadist-nya, yang artinya, Islam itu sebenarnya hanya 
dihayati sebagai tafsir2 saja yang bisa ditafsirkan apa saja.  Kalo bagian2 
teror dan kebencian itu bisa kita tafsirkan kepada hal2 lainnya, tentunya tidak 
perlu adanya teror dan kebencian dan bisa dihilangkan dari Islam itu sendiri.

Mau masuk agama lain pun sama sekali tidak salah, sama sekali tidak murtad, 
karena kalo kita muslimin masuk agama lainnya tetapi agama Islam yang 
sebelumnya tetap kita pegang tidak keluar dari Islam, maka hal ini tidak 
membuat kita jadi murtad.

Murtad itu artinya = keluar dari Islam untuk masuk agama lainnya.  Tetapi kalo 
kita tetap Islam kemudian masuk agama lainnya tanpa keluar dari Islam, maka 
bukan artinya murtad.

Saya tertarik terhadap pandangan2 seorang muslim Mosab Hassan Yousef anak 
pemimpin pendiri Hamas yang direkrut menjadi agen rahasia Israel yang perlu 
direnungkan tentang agama Islam yang dianutnya, adalah: bahwa Islam mewajibkan 
umatnya membunuh penyembah berhala, orang murtad, orang kafir, orang Yahudi, 
dan mereka yang bukan beragama Islam.

Jadi, kalo Israel membunuh umat Islam bukan karena agama Islamnya tetapi karena 
terornya berbeda dengan Hamas yang muslimin ini justru membunuh orang Yahudi 
karena agamanya.

Jadi, kalo Israel membunuh anak2, wanita, dan orang tua bukan karena sengaja 
mau membunuhnya, tetapi karena TIDAK SENGAJA akibat salah sasaran sewaktu mau 
membunuh pelaku2 teror.  Sebaliknya, Hamas membunuh anak2, wanita, dan orang 
tua itu memang dengan SENGAJA karena mereka beragama Yahudi bukan karena mereka 
menteror umat Islam.

> Tawangalun wrote:
> Tidak ada bukti bahwa cerita ini
> sahih,sebab yg meriwayatkan siap 
> murtad seorang pembohong.
> -------------------------------------
> Richan S <richansitumor...@...> wrote:
> enggak percaya tulisan, silahkan
> menyaksikan video debate tv yang
> beliau lakukan.

http://www.youtube.com/watch?v=cHq25tnZoFs
http://www.buktisaksi.com/resources
http://www.nydailynews.com/news/world/2010/02/25/2010-02-25_hamas_prince_who_was_spy_for_israel.html
http://www.facebook.com/pages/Son-of-Hamas-by-Mosab-Hassan-Yousef/307067657791
http://www.youtube.com/watch?v=ioo-2YbQGt8&feature=related

Bukti2nya bisa ditemukan dalam semua media berita dunia, dan juga bisa di 
search di internet.  Jadi menuduh berita itu dusta adalah stereotype dari 
muslimin yang sudah keracunan Syariah Islam.  Kalo dunia Islam biasa berdusta, 
jangan samakan dengan berita diluar Islam.  Berita diluar Islam bertujuan untuk 
pemberitaan itu sendiri, beda dalam dunia Islam, pemberitaan itu bertujuan 
memperkuat keimanan bohong Islam itu sendiri.

Betul, ini putera pemimpin Hamas sudah jelas dia beragama Islam dan hidup 
dilingkungan Islam sejak lahirnya.

Jadi gimana mau dianggap dia berbohong???  Kalo berdasarkan Islam, memang dia 
dianggap murtad yang wajib dibunuh.

Saya sendiri Islam tulen, tahu bener apa Islam itu, dan harus saya akui semua 
pendapat anaknya Hamas ini benar tidak salah.

Tapi bedanya, saya tidak mengganggap bahwa pindah ke agama Kristen akan membuat 
kita jadi benar.

Islam ajaran salah, Islam ajaran teror, ini tidak bisa dibantah.  Tetapi bukan 
berarti pindah ke agama lain bisa jadi dianggap lebih benar.....  bukan gitu, 
saya sama sekali tidak menganjurkan pindah agama karena tidak ada gunanya.  
Sekali etika moral anda dirusak oleh ajaran Islam, maka pindah ke agama manapun 
juga akan tetap rusak.

Dan bagi mereka yang lahirnya dari agama yang bukan Islam, sama saja, etika 
moralnya juga rusak, tapi enggak separah mereka yang beragama Islam.  Itulah 
sebabnya yang bukan Islam bisa lebih maju dari yang beragama Islam.  Tetapi 
statistik membuktikan, mereka yang beragama apapun juga tapi menganggap 
agamanya hanya sebagai basa basi peradaban budaya saja.......  justru lebih 
cerdas, lebih maju, dan menjadi ciri para ilmuwan seluruh dunia.

Yousef pada mulanya juga jihad Islam yang ditraining Hamas, sedangkan ayahnya 
adalah pendiri Hamas.  Dia tertangkap Israel dan dipenjarakan oleh Israel, saat 
inilah dia di interogasi dan juga menyaksikan bahwa semua yang dilakukan oleh 
Israel sama sekali berbeda daripada yang dilakukan Hamas.  Akhirnya dia yakin 
se-yakin2nya bahwa Israel berada dipihak yang benar, Hamas adalah setan, 
begitulah anggapannya sehingga dia berhasil direkrut jadi Agen Rahasia penting 
Israel dalam tubuh Hamas.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke