http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=53614:mahasiswa-riau-tuntut-pendidikan-gratis&catid=3:nasional&Itemid=128
Mahasiswa Riau Tuntut Pendidikan Gratis
Pekanbaru, (Analisa)
Ratusan mahasiswa dari dua kelompok berbeda menggelar aksi unjukrasa
memperingati Hari Pendidikan Nasional, Senin (3/2).
Dalam aksinya kedua kelompok pengunjuk rasa menuntut pendidikan gratis
dan dihapusnya Ujian Nasional (UN).
Dari pantauan Analisa, kelompok pertama melakukan aksi di bundaran air
mancur, di depan kantor Wali Kota Pekanbaru. Kelompok ini menamamkan diri
Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Pekanbaru.
Selain berorasi secara bergantian, para mahasiswa membagi-bagikan
selebaran yang berisi tuntutan mereka kepada pengguna jalan yang melintas di
depan kantor Wali Kota Pekanbaru. Tuntutan itu antara lain mendesak pemerintah
untuk menolak rencana menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti
Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang telah dibatalkan Mahkamah
Konstitusi.
Kedua, menutut peran lebih aktif pemerintah dalam mengelola dan
menyelenggarakan pendidikan berkualitas. Ketiga, menuntut pemerintah menaikan
anggaran pendidikan dan keempat, menuntut pemerintah mengambil-alih kontrol
terhadap sumber daya alam dan perusahaan vital, untuk selanjutnya digunakan
untuk mewujudkan pendidikan gratis.
Aksi massa EK-LMND berlangsung lancar dan tertib. Pengguna jalan tidak
terganggu, meskipun sebagian kendaraan melambatkan laju, untuk sekedar melihat
aksi mereka. Nampak sejumlah polisi melakukan pengamanan dari jauh atas aksi
tersebut.
Kelompok pengunjukrasa kedua berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
se-Pekanbaru. Para pengunjuk rasa dari BEM se Pekanbaru memusatkan aksi mereka
di depan pintu masuk kantor Gubernur Riau.
Berbeda dari aksi yang dilakukan kelompok EK-LMND, pengunjuk rasa dari
BEM ini tidak membawa spanduk maupun poster dalam aksinya. Mereka hanya
membagikan selebaran yang berisi aspirasi mereka.
Dalam selebaran yang dibagikan itu, aktivis BEM menyerukan tiga tuntutan.
Pertama, mendesak pemerintah mengalokasikan anggaran 20 persen untuk
pendidikan.
Kedua, mendesak penghapusan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) dan
mengembalikan standar kelulusan siswa tanpa mengacu UN. Ketiga, mendesak
pemerintah merealisasikan pendidikan berdasarkan UUD 1945, dengan tidak
melaksanakan liberalisasi pendidikan.
Usai membagi-bagikan selebaran itu, pengunjukrasa dari BEM se Kota
Pekanbaru membubarkan diri dengan tertib. (dw)
<<4_17_3.gif>>
<<23_28_100.gif>>
<<4_17_8.gif>>
sig.jsp?pc=ZSzeb095&pp=GRfox000
Description: Binary data
