Aktivitas Agama Dilarang di-Shanghai Expo Kecuali Yahudi
Cina makin erat hubungannya dengan Israel, jauh lebih erat daripada hubungannya
dengan negara2 Islam, bahkan lebih bersimpati kepada Yahudi katimbang kepada
Arab atau Islam.
Kenyataan ini betul2 tabokan bagi media Islam diseluruh dunia yang selama ini
menyebarkan berita2 bohong kepada umatnya. se-olah2 Cina bersimpati kepada
Islam, se-olah2 Cina tertarik kepada Islam, se-olah2 penganut Islam di Cina
terbanyak diseluruh dunia, bahkan tidak tanggung2 bohongnya, bahwa jumlah
muslimin di Cina melebihi 200 juta.
--------------------------------------------------------------
http://lubavitch.com/news/article/2028933/World-Expo-2010-Jewish-Visitors-at-Home-With-Chabad-of-Shanghai.html
Official religious activities are not allowed in association with the Expo
itself, but Chabad has initiated several projects including Shabbat meals in
the downtown area and a kosher minimarket that will deliver orders made through
their website-chinajewish.org.
http://www.chinajewish.org/expo/
We are excited to inform you that In conjunction with the Expo, the government
is allowing us to increase our usage of the historic Ohel Rachel Synagogue. We
will be permitted to celebrate every Shabbat at this beautiful historic
landmark.
-----------------------------------------------------------------
Padahal kenyataannya, muslim di Cina jumlahnya kurang dari 6 juta. Mayoritas
muslimin berasal dari propinsi Sinkiang yang berisi penduduk suku Uighur yang
umumnya beragama Islam. Propinsi Sinkiang merupakan padang belukar yang sangat
luas, tapi jumlah penduduknya sekarang sudah mencapai 12 juta, dan separuhnya
berisi orang2 Han atau Cina. Dan dari 6 juta Uighur disini ternyata 90% sudah
campuran dengan Cina dan diduga yang masih aseli Uighur muslim ini kira2
sekitar 500 ribu-an.
Dulunya, propinsi Sinkiang ini merupakan bagian dari kerajaan Turki, tapi
setelah kerajaan Turki yang Islam ini gagal sewaktu mau mencoba menaklukan Cina
dan memaksakan agama Islam keseluruh daratan Asia ini, maka seluruh negara
Turki diserang Jenghizkhan dan Turki mengalami pembunuhan masal oleh pasukan
JenghizKhan. Seluruh Turki berhasi diduduki JenghisKhan. Tetapi setelah
JenghisKhan wafat, maka raja2 Cina selanjutnya hanya berhasil mempertahankan
propinsi Sinkiang ini untuk mempertahankan serbuan kerajaan2 Islam selanjutnya.
Turki tetap bermimpi untuk suatu saat nanti akan bisa merebut kembali
wilayahnya di Sinkiang ini, tapi pemerintah Cina telah mentransmigrasikan
jutaan orang2 Han Cina untuk bercampur baur dengan penduduk Uighur ini.
Perlu anda semua ketahui, orang2 Uighur ini berbeda Islamnya dari Islam di
Indonesia. Mereka memang males bekerja, tapi sangat menyukai berdansa,
berpesta, dan gadis2nya sangat romantis. Gadis2 Uighur mengenakan penutup muka
seperti jilbab hanya untuk menahan debu dipadang rumput ini. Sewaktu panenan,
mereka berpesta pora dan semua gadisnya berdansa tanpa penutup muka.
Harus pula anda ketahui, gadis2 Uighur ini sangat cantik2 lebih cantik dari
gadis2 Meksiko. Bahkan sudah tercatat sejarah kerajaan
Cina dimana kaisar Kian-Long mempunya selir Uighur Islam yang paling
dikasihinya yang terkenal sebagai "putri harum". Bahkan setelah putri harum ini
wafat, oleh kaisar Kianlong dibangun kuburan yang luar biasa megahnya, padahal
ajaran Islam mengharamkan kuburan megah seperti ini.
Semua laki2 di Cina, kalo melihat wanita cantik di Cina, langsung pikirannya
menerawang kepada gadis2 Uighur ini. Jadi jangan heran kalo dalam ribuan tahun
ini cuma berapa orang Uighur yang aseli??? Aselinya gadis2 Uighur sudah
cantiknya luar biasa, tetapi campuran dengan orang2 Cina-Han malah menghasilkan
keturunan yang lebih cantik lagi. Jadi enggak heran kalo bintang2 file cina
banyak yang campuran Uighur ini dan tidak lagi beragama Islam. Kalo campuran
ini berupa gadis, cantiknya luar biasa, tapi kalo pria, juga gantengnya sedunia.
Meskipun jumlah orang2 Uighur ini sangat sedikit, tapi paling sering
menimbulkan kerusuhan, seperti baru2 ini, tiga orang pemuda pengangguran Uighur
di Canton telah memperkosa tiga gadis Cina-Han pekerja pabrik, alasannya juga
karena dihalalkan dalam Islam seperti dalam pemerkosaan massal Islamiah yang
terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Setelah ketiga gadis ini
melaporkan kepada kepala serikat kerjanya, maka si pengangguran Uighur dicari
oleh kepala serikat kerja ini untuk ditangkap dan diserahkan kepada polisi,
berhasil mengejar jejak orang Uighur ini mereka berkelahi ternyata si Uighur
yang dibantu 2 temannya kalah meskipun mereka bertiga mengeroyok si kepala
serikat kerja ini, ketiga Uighur ini melarikan diri ke propinsi Sinkiang dan
menceritakan cerita bohong bahwa mereka digebukin orang2 Cina-Han di Canton.
Provokasi ini bikin marah orang2 Uighur di Sinkiang. Meskipun jumlahnya
sedikit, mereka berani menggedor toko2 Cina-Han, menjarah toko2nya, membunuhi
pemiliknya. Akhirnya polisi dan tentara turun tangan, ratusan orang2 Uighur
ini mati ditembak petugas sehingga Cina diprotest oleh dunia Islam termasuk
Indonesia.
Begitulah sekilas gambaran betapa buruknya persepsi orang2 di Cina terhadap
muslimin ini. Campuran Cina-Uighur yang beragama Islam disebut suku Hui yang
tersebar diseluruh Cina terutama di Sinkiang, sedangkan suku Uighur aselinya
sangat jarang ditemukan bahkan mungkin sudah punah. Sebenarnya sama dengan
orang2 keturunan Cina di Indonesia juga memandang hina terhadap muslimin di
Indonesia sehingga disebutnya "Huana", yang artinya orang suku Hui pelarian
dari Cina.
Kalo sejarah Islam di Indonesia katanya bermula dari kedatangan Walisongo ke
Jawa dan menyebarkan Islam yang disesuaikan dengan lingkungan Hindu-Buddha,
maka berbeda dalam sejarah Cina, mereka memiliki catatan2 sejarah raja2 masa
lalunya yang menceritakan pemberontak2 suku Hui ini kebanyakan melarikan diri
kewilayah Indonesia, Malaysia dan sekitarnya, sehingga diyakini, Islam yang
berkembang di Indonesia itu berasal dari masuknya pelarian2 dari suku Hui ini.
Mungkinkah Walisongo ini keturunan Hui? Besar sekali kemungkinannya, karena
asal usul Walisongo di Indonesia juga menjadi kontroversi para peneliti
sejarah. Ada yang menganggap Walisongo adalah orang2 Cina, dan sebagian ahli
sejarah lainnya menganggap Walisongo adalah orang2 Arab dari Persia yang
melarikan diri karena dibumi hangus oleh JenghizKhan diabat ke 12.
Kenyataannya kedua pendapat itu bisa dibenarkan, karena suku Hui ini adalah
campuran Cina-Han dengan Uighur yang bisa dianggap keturunan Arab Turki dari
Parsi. Jadi Walisongo mau dianggap Cina atau dianggap Arab bisa dianggap
keduanya benar.
Itulah sebabnya, secara ratusan generasi keturunan Cina di Indonesia menyebut
pribumi Indonesia sebagai "Huana", sedangkan Belanda menyebutnya "Inlander".
Dengan fakta2 ini kita bisa memahami, hubungan keturunan Cina dengan Islam sama
buruknya dengan hubungan Yahudi dengan Islam. Yahudi pernah dalam sejarahnya
kalah berperang melawan Islam dan mereka hampir musnah digenocide dizaman nabi
Muhammad, tapi kabarnya karena orang Yahudi sombong berani menghina Allah
sehingga dibenci Islam.
Kalo Yahudi dalam sejarahnya selalu kalah berperang dengan Islam, maka
sebalikmnya dengan Cina, tidak pernah dalam sejarahnya Islam pernah menang
memerangi orang2 Cina-Han. Bahkan setelah kerajaan2 Islam di-obrak abrik
JenghizKhan, generasi Islam selanjutnya berusaha bergabung dengan orang2 Mongol
yang belakangan kalah melawan Cina-Han untuk kembali merebut kerajaan Cina....
tapi tidak pernah berhasil.
Begitulah latar belakang hubungan Cina dengan Islam yang selalu menganggap
Islam sebagai ancaman keamanan negara ini. Latar belakang ini bisa
menterjemahkan sampai dimana eratnya hubungan Cina dengan Israel negara Yahudi
ini. Israel mengagumi Cina yang sejrahnya selalu berhasil membantai Islam,
sebaliknya orang2 Cina mengagumi keuletan orang2 Yahudi untuk sejarahnya
mempertahankan diri dari usaha genocide oleh Islam.
Secara politis, suku Hui di Cina ini dimanfaatkan pemerintahnya untuk
memperluas persahabatan dan perdagangannya ke-negara2 Islam, antara lain
memanfaatkan dan meneruskan politik Raja Kian-Long menyusupkan petugas2 suku
Hui ini untuk dijadikan mata2 mengawasi usaha2 curang dan licik dalam
menghancurkan negara Cina. Antara lain yang paling terkenal, legende Panglima
Cengho yang aseli Cina tapi mengaku suku Hui, penganut Confusius, tapi mengaku
beragama Islam. Panglima Cengho inilah yang berhasil menghancurkan
pemberontakan Uighur ini dan mempersembahkan kepada Kian-Long junjungannya
dengan puteri-harum.
Di Indonesia, Laksamana Cengho ini dianggap Islam untuk dijadikan alasan oleh
MUI memaksakan orang2 Cina masuk Islam. Sebaliknya, keturunan Cina di
Indonesia juga memanfaatkan ke Islaman Cengho ini untuk membujuk muslimin agar
bisa menerima pluralitis Islam dari teladan Cengho.
Setelah gagalnya teror 911 untuk meruntuhkan kedigjayaan Amerika, maka secara
resmi musuh2 Islam makin bertambah. Banyak umat Islam di Indonesia yang
sebelumnya sangat anti-Cina, medadak berobah sikap, mereka me-muji2 Cina yang
diharapkannya bisa lebih jagoan dari Amerika. Padahal dulu waktu Cina
diperangi Amerika, Arab2 dan Islam ini justru membantu Amerika dalam
merendahkan dan membinatangkan orang2 Cina diseluruh dunia terutama di
Indonesia.
Sekarang Islam terjepit diseluruh dunia, karena sebelumnya memang cuma
bergantung kepada Amerika. Sulit mengharapkan Amerika dimnasa depan, maka Cina
jadi pilihan untuk di negosiasi membantu memerangi Amerika.
Namun keturunan2 Cina yang pernah saya temui, menyatakan kemarahannya atas
penghinaan umat Islam di Indonesia. Amoy2 mereka diperkosa secara massal,
budaya dan agamanya dianggap berhala yang harus dihancurkan, toko2nya dijarah,
kemudian dibakar, nama2 orang Cina harus diganti tidak boleh pakai nama
ke-cina2an, kebanggaan budaya Cina harus dilarang, bahkan tulisan Cina dilarang
sehingga semua produk import yang ada tulisan Cina meskipun berasal dari
pabrik2 Barat untuk pemasaran Asia juga dilarang masuk ke Indonesia, keturunan
cina dilarang jadi pegawai negeri, keturunan cina dilarang masuk universitas
negeri, keturunan cina dilarang jadi Abri kecuali ada koneksi pejabat2 tinggi.
Tapi sekarang berbalik, sikap permusuhan Amerika terhadap Islam menyebabkan
Islam ketakutan, mem-baik2i dan me-muji2 Cina, kalo dulu kepercayaan Cina
dilarang dianggap berhala, maka sekarang para muslimin malah memaksakan
keturunan Cina untuk menghidupkan lagi budaya Cina di Indonesia, huruf Cina
dibolehkan bahkan banyak muslimin yang belajar bahasa Cina dan tulisan kanjinya.
Dan yang lucu, orang2 Cina masih ragu2, masih takut menunjukkan ke-cina-annya,
takut menampakkan budaya Cina mereka. Muslimin jadi enggak sabaran, tepat di
hari tahun baru Imlek, saudara2ku di Jawa menonton permainan barongsai dan
liong, dan yang mengagetkan pemain barongsai dan liong ini sama sekali bukan
orang2 keturunan Cina, semuanya pemuda2 dari pesantren bersama tentara dari
Kodim2.
Kalo dulu keturunan Cina yang menggunakan nama Cina diteror dipaksa ganti nama,
maka sebagian keturunan Cina mengganti nama ada yang ke-Islam2an, ada yang
mengganti nama ke-barat2an, dan ada juga yang ganti nama ke-batak2an dengan
membeli marga batak. Larislah dagangan oranng2 batak menjual marga-nya kepada
keturunan Cina ini.
Yang menggelikan, Muhammadiah yang berusaha mengambil hati keturunan Cina agar
bisa menjaring suara pemilih dari keturunan Cina, caranya dengan menciptakan
partai sekuler yang dinamakan "PAN", dan tidak tanggung2, sekretaris PAN ini
dipasang keturunan Cina non-Islam yang dulunya berganti nama menjadi Alvien
Ali, mendadak dia dipaksa menggunakan marga Cinanya yang dulu sehingga namanya
Alvin Lie bisa laku untuk menarik suara keturunan Cina ini.
Yaaa... kalo muslimin dizaman Muhammad sangat kuat ingatannya sehingga bisa
menghafal Quran meskipun kita tidak bisa membuktikannya dan juga tidak ada
buktinya, maka berbeda dengan keturunan Cina Indonesia ini, mereka kuat sekali
ingatannya juga perasaannya bahkan secara turun temurun akan perlakuan muslimin
Indonesia yang maha biadab dalam menghina dan meng-injak2 harga diri mereka,
buktinya, suara pemilih PAN malah jeblok.
Semua muslimin yang bekerja diberi pemahaman dan kesadaran secara terselubung,
bahwa kalo partai Islam menang, maka Indonesia menjadi negara Islam, perusahaan
yang kebanyakan miiik keturunan Cina akan tutup dan muslimin akan jadi
pengangguran. Itulah sebabnya bagi kelompook muslimin yang juga pengusaha atau
memiliki pendidikan yang cukup tinggi drastis tidak mau mencontreng partai2
Islam.
Sekarang, semua partai2 Islam setiap mengadakan hari2 besar Islam malah jadi
pemain barongsai yang dulu dilarang dan dihancurkannya.
Sebagai tanda simpati muslimin kepada keturunan Cina, maka muslimin di
Indonesia membakari gereja2 kristen dan segala agama yang ke-barat2an, sambil
menjunjung semua berhala2 budaya Cina, para muslimin mengharap agar keturunan
Cina bisa diadu domba, agar keturunan Cina ini memusuhi sesama keturunan Cina
yang menganut agama2 dari Barat. Muslimin Indonesia mendorong dibentuknya
Partai Tionghoa Islam Indonesia yang di-puji2 setinggi langit ketujuh.
MUI malah mengeluarkan fatwanya, bahwa Hari Natal harus diharamkan, tapi Imlek
dihalalkan. Agama Nasrani dilarang tapi Konghucu yang bukan agama dihormati
sebagai agama. Tidak cukup jilatan Islam ini, mereka juga mengganti Pancasila
yang dulunya melarang Konghucu yahng bukan agama, malah sekarang Kong hu cu ini
disamakan dengan agama.
Muslimin di-wilayah2 Islam mempraktekan budaya Cina juga, kalo dulu dilarang
makan mie pakai sumpit, maka sekarang gegares singkong jengkol juga pake
sumpit. Kalo dulu budaya cina dilarang dan budaya barat dibolehkan, sekarang
jurusannya terbalik, budaya cina dibolehkan dan budaya barat dilarang. Semua
ajaran2 Islam di-kait2kan agar bisa kelihatannya sama seperti budaya cina.
Bagi saya yang adalah muslimah pribumi Indonesia, menganggap sikap muslimin di
Indonesia itu sangat hina dina, merendahkan Islam itu sendiri, meskipun saya
akui bahwa begituklah ajaran Islam sejatinya, ada ayatnya di Quran dan Hadist
yang maksudnya adalah apabila musuh kita lebih kuat boleh kita puji2 dulu, baru
nanti sewaktu mereka lengah kita bacok lehernya dari belakang karena semua
kafir, murtad, Yahudi dan penyembah berhala tidak boleh diajak kerja sama
kecuali pura2 saja bekerja sama.
Saya pernah tanya teman saya yang Kristen di Amerika ini, "kenapa anda benci
agama Islam?", dia bilang: "saya bukan benci orangnya tapi ajaran agamanya yang
violence itu". Dia juga bilang:
Kalo Islam agama saling bunuh, tapi kita Kristen Ameika merupakan masyarakat
yang saling tuntut (sue).
Bible juga menuliskan ajaran Yesus yang melarang bekerja dihari sabat atau hari
minggu. Jadi kalo pakai cara Islam mempraktekan ajaran Yesus, maka kalo teman
saya itu meihat ada orang Kristen tetangganya bekerja dihari minggu pasti
dibunuhnya karena begitulah ajaran Yesus. Tapi teman saya bilang, ternyata
enggak pernah ada orang Kristen yang membunuh sesama Kristen yang bekerja
dihari Sabat, bahkan tidak pernah ada orang Kristen yang membunuh orang kafir
meskipun dibolehkaN oleh Yesusnya.
Bahkan kata teman saya itu, Yesus bilang bahwa dia diutus bapaknya disorga
bukan untuk bawa perdamaian, tapi membawa pedang. Kemudian dia bilang kepada
saya, pernah enggak kamu kegereja melihat ada yang bawa2 pedang, pestol atau
bom2 ????
Begitula sekilas fakta2 kehidupan di Indonesia yang kontroversi, sedangkan
Amerika terus menerus diserang teroris Jihad Islam, namun tetap "Islam harus
dianggap agama damai".
Bagaimana bisa menjadi agama damai kalo ajarannya mengharuskan memerangi,
memusuhi, memusnahkan dan memfitnah Yahudi maupun berhala?
Saya terbuka terhadap kritik2 terhadap semua tulisan saya diatas ini yang
menguak fakta2 tanpa basa basi. Baik kepada saudara2 keturunan Cina maupun
kepada saudara2 sesama muslim yang sempat membaca tulisan ini saya mohon maaf
kalo ada kata2 yang membuat anda tersinggung, tapi saya tetap berlapang dada
akan datangnya segala kritik2 yang mau menyanggah fakta2 ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati