Refleksi :  Keadaan seperti ini yang dibutuhkan oleh rezim berkuasa dan 
konco-konconya. Tidak perlu ada generasi cerdik, sekalipun secara prinsip dunia 
moden : "rakyat pandai negeri maju". Tidak dibutuhkannya generasi rakyat 
pandai, sebab kepandaian mereka akan menjadi ancaman bahaya bagi kekuasaan 
rezim kleptokratik.  Satu hal praktis yang diciptakan oleh rezim berkuasa ialah 
 hari depan suram  menamti tiap generasi. 

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=18117

2010-05-07
105 Sekolah di Jateng Gagal Total UN SMP



[SEMARANG] Sebanyak 105 sekolah menengah pertama (SMP) di Jawa Tengah (Jateng) 
yang gagal total atau siswanya 100 persen tidak lulus ujian nasional (UN) 2010. 
Dari sebanyak 561 sekolah di Indonesia yang gagal total, 105 atau terbanyak ada 
di Jateng.


Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jateng, Prof Retmono Jumat (7/5) mengatakan, 
harus dianalisis dan dikaji secara menyeluruh apa penyebab sangat tingginya 
angka ketidaklulusan siswa dalam UN SMA dan SMP tahun ini. Namun, dia menilai, 
banyaknya sekolah yang siswanya tak lulus 100 persen membuktikan belum 
meratanya kualitas pendidikan di Tanah Air.


Daerah lain yang juga banyak sekolahnya gagal total UN SMP adalah Jawa Timur 
(54), DKI Jakarta (51), Gorontalo (47), Kalimantan Barat (34), Kalimantan Timur 
(28), Banten (27), Nusa Tenggara Timur (26), Maluku Utara (24), dan Papua (18), 
serta Jawa Barat (17). Sedangkan, daerah yang hanya satu sekolah gagal total 
adalah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Kunto Nugroho di Semarang, Kamis (6/5) 
mengatakan, angka kelulusan UN SMP di daerah ini hanya 69,44 persen. Sebanyak 
71.805 orang siswa SMP di Jateng dinyatakan tidak lulus UN, terdiri atas 52.946 
siswa SMP, 14.737 siswa MTs, dan 4.122 siswa SMP terbuka. Hanya siswa SMPLB 
yang lulus seratus persen.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Rakhmat Sutomo mengatakan tingkat kelulusan 
siswa SMP 84,4 persen dan 79,7 persen untuk MTs. "Secara umum, mayoritas siswa 
jatuh di mata pelajaran matematika," ujar Rahmat saat dihubungi, Kamis (6/5) 
malam. Ketua Panitia UN dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Hilman di 
Bandung, mengatakan, kelulusan UN SMP di daerah ini turun. Dari 636.511 peserta 
ujian, sekitar 15.000 orang atau 2,41 persen di antaranya belum lulus. 

Jatim
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Suwanto menjelaskan persentase tingkat kelulusan 
UN SMP se-Jatim 2009/2010 menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jumlah 
peserta UN tingkat SMP 2010 sebanyak 534.011 siswa, sedangkan jumlah siswa yang 
tidak lulus sebanyak 35.567 siswa atau 6,66 persen. 


Kepala Diknas Provinsi Bengkulu, Sumardi yang dihubungi di Bengkulu, Kamis 
angka kelulusan UN SMP/MTs tahun ini sekitar 89.16 persen atau sama dengan 
kelulusan UN tahun lalu. Kepala Disdikpora DIY, Suwarsih Madya mengatakan, dari 
478.593 peserta UN SMP, yang harus mengulang 6,54 persen atau 3.112 siswa. 


Kepala Disdikpora NTT Thobias Uly kepada SP di Kupang, Jumat (7/5) mengatakan, 
ada 26 SMP di daerah ini yang gagal total UN, dan 120 SMP lainnya berhasil 
lulus 100 persen. Dari total 72.450 peserta UN, tercatat 28.884 pelajar yang 
tidak lulus atau 39,87 persen. Plt Kadisdik Provinsi Sumatera Selatan, Drs 
Widodo mengatakan, Kamis (6/5) di Palembang pada UN kali ini persentase 
kelulusan 98,45 persen, kini mencapai 98,51 persen.

Kirim email ke