http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010050801225816
Sabtu, 8 Mei 2010
BURAS
Nasib Susno Duadji, Jerat Tidak Pernah Lupakan Pelanduk!
"INI kesanku, mungkin saja salah!" ujar Umar. "Segenap slagorde Mabes
Polri telah menjelma sebagai jerat buat Susno Duadji! Hingga, boleh saja Susno
melupakan jerat, tapi setiap jerat tak akan pernah melupakan Susno--sang
pelanduk!"
"Dan itu pelajaran buat publik, siapa saja coba-coba jadi whistle
blower--peniup pluit--atas kasus korupsi, mafia hukum, makelar kasus,
manipulasi pajak, akan senasib dengan Susno!" timpal Amir. "Publik diberi
pelajaran lewat kenyataan, tak ada untungnya jadi whistle blower! Sebaliknya,
hanya nasib serbaburuklah yang mengadangnya!"
"Pelajaran lebih jauh lagi, kalau komisaris jenderal polisi saja jadi
whistle blower diperlakukan seperti itu, apalagi warga biasa, bisa
babak-bunyak!" tukas Umar. "Hasil tiupan pluitnya pun, seperti terjadi pada
Susno, hanya terbatas pada gejala di permukaan! Sedang akar kanker yang
menyebar dalam segenap jaringan tubuh aparat hukum dan birokrasi negara, tetap
utuh bahkan lebih kebal!"
"Tumpang-tindih akar jaringan kanker korupsi, mafia hukum, makelar kasus,
dan manipulasi pajak menggerogoti tubuh negara, berakibat betapa teruknya
bangsa ini!" timpal Amir. "Dari pengalaman pahit Susno, tampak perlunya aturan
hukum yang melindungi whistle blower--perluasan dari perlindungan saksi! Dari
khazanah Amerika membasmi mafia Chicago 1920-an--1930-an yang menjadi biang
korupnya aparat hukum, manipulasi pajak, perdagangan miras dan prostitusi, tim
rahasia bentukan Presiden Wodrow Wilson yang berhasil meringkusnya! Tim itu
bekerja di balik hiruk-pikuk kerja tim polisi super Eliot Ness yang
mengubrak-abrik usaha mafia Chicago! Kata kuncinya, perlindungan hukum atas dua
bekas akuntan mafia! Perlindungan yang ditegaskan sejak awal bebas hukuman atas
keterlibatannya dalam mafia-- yang diperlukan whistle blower!"
"Masalahnya, manusia tak luput dari kesalahan! Kalau dipetani secermat
cari kutu di kepala, pasti ditemukan kesalahan!" tegas Umar. "Karena itu, kalau
tak ada jaminan sejak awal terhadap whistle blower, jaringan konspiratif segala
kejahatan luar biasa itu tak akan pernah tersingkap! Celakanya, Satgas
Antimafia Hukum bentukan Presiden dalam tim independen di Mabes Polri,
alih-alih mengikuti cara kerja tim Presiden Wilson melindungi whistle blower,
justru malah ikut irama yang ditabuh aparat hukum yang harus dibersihkannya!"
"Maka itu, tamatlah riwayat Susno, sang whistle blower!" tukas Amir.
"Indonesia pun kian mantap sebagai negara terkorup di Asia-Pasifik!" ***
H. Bambang Eka Wijaya
<<bening.gif>>
<<buras.jpg>>
