http://regional.kompas.com/read/2010/05/15/07530617/Bendera.Filipina.Dikibarkan.di.Sangihe


Nasionalisme
Bendera Filipina Dikibarkan di Sangihe
Sabtu, 15 Mei 2010 | 07:53 WIB

sangihe.go.id
Wilayah perbatasan di Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, 
memiliki potensi wisata yang luar biasa. Potensi itu antara lain kawasan laut 
yang tenang (atas) dan gunung berapi Karang Etang yang selalu mengepulkan asap. 

MANADO, KOMPAS.com - Perhatian Pemerintah Indonesia yang lebih banyak tertuju 
pada pembangunan Pulau Jawa dan wilayah barat Indonesia adalah fakta yang 
memang usang. Itu sebabnya dibutuhkan cara membetot perhatian Jakarta supaya 
menoleh ke timur atau wilayah pinggiran yang lama terabaikan.

Pada titik itulah anggota Komisi I DPRD Sulawesi Utara, Ben Alotia, menyodorkan 
seruan yang mengagetkan. Ia meminta warga Kepulauan Sangihe dan Talaud 
mengibarkan bendera Filipina.

Penduduk di pulau paling utara Indonesia yang dekat dengan Filipina itu sejak 
lama lebih banyak diuntungkan oleh kebijakan Manila ketimbang Jakarta. Selain 
banyak memakai barang-barang dari Filipina, penduduk di sana juga mendapat 
siaran televisi Filipina.

Seruan Alotia itu segera menyulut kontroversi di Sulut. Kecaman tanpa melihat 
substansi lebih jauh segera berkobar.

"Saya juga terkejut pernyataan itu seperti ungkapan serius. Saya tidak 
bermaksud begitu. Saya hanya bercanda menanggapi keluhan warga dan pemerintah 
di sana atas kondisi mereka," ujar Alotia di Manado, Jumat (14/5/2010).

Menanggapi Alotia itu, Sekretaris Komisi I DPRD Jhon Dumais menyatakan, seruan 
koleganya tersebut bukanlah ajakan untuk makar. "Ia sudah jelaskan kepada kami 
konteks ungkapan itu. Pernyataannya tidak serius dan terlontar begitu saja. 
Yang pasti, Kepulauan Sangihe dan Talaud masih wilayah Indonesia," katanya.

Wakil Ketua DPRD Arthur Kotambunan membenarkan, ketergantungan penduduk dua 
daerah itu terhadap Filipina sering terdengar. Bahkan, sejumlah warga ada yang 
mengibarkan bendera Filipina.

"Itu dulu ketika daerah tersebut sungguh-sungguh kurang mendapat perhatian 
pemerintah. Tetapi sekarang tidak lagi. Pemerintah pusat sudah mulai memberi 
perhatian khusus kepada mereka. Ada fasilitas-fasilitas khusus yang akan 
diberikan, termasuk membangun bandara di sana," jelas Arthur.

Arthur juga memaklumi jika penduduk di sana ada yang memasang bendera Filipina. 
"Kalau cuma pasang bendera, itu sama saja seperti memasang bendera Brasil, 
Argentina, Amerika, dan lainnya. Itu kan hanya aksesori, tidak ada unsur makar 
di situ," katanya. (Maximus Geneva, Fernando Lumowa)

TERKAIT:
  a.. Empat Pulau di Sangihe Terancam Hilang
  b.. Sangihe, Mutiara Tersembunyi di Ujung Utara

<<1729583p.jpg>>

Kirim email ke