Refleksi : Bagaimana kalau rakyat miskin menyatakan bahwa jangan mimpi bahwa 
SBY akan membawa perbaikan tingkat hidup menjadi baik? hehehe

http://us.detiknews.com/read/2010/05/15/170816/1357645/727/jangan-mimpi-pisahkan-demokrat-dengan-sby?991102605

Sabtu, 15/05/2010 17:08 WIB

Kongres II Partai Demokrat
Jangan Mimpi Pisahkan Demokrat Dengan SBY 
Advertorial - detikNews

vertorial - detikNews




Jakarta - Tidak bisa dipungkiri, Andi Mallarangeng (AM) termasuk kandidat yang 
paling serius. Salah satu visi AM ialah bakal melanjutkan cita-cita dan 
pemikiran SBY yang jadi fondasi dasar buat PD. "Sejak awal, beliau telah 
menggagas lahirnya sebuah partai modern di negeri kita, partai yang merangkul 
seluruh golongan," papar AM. "Adalah tugas kita bersama untuk melanjutkan visi 
dan cita-cita mulia itu," kata AM lagi.

Tapi itu bukan tugas gampang. "Bung Hatta pernah berkata, we stand on the 
shoulder of giants, bukan tugas mudah melanjutkan sebuah karya besar dari 
seorang tokoh besar," ucapnya. Tak heran, ucapan dan visi AM ini menuai banyak 
dukungan buatnya. Jumlah dukungan yang sudah dikantonginya pun telah mencapai 
86 persen, walau Kongres II PD masih sepekan lagi.

Disisi lain, sangat disayangkan, seorang tokoh muda yang mencoba mencalonkan 
diri jadi PD-1 juga, memiliki konsep yang sebaliknya. Seperti banyak ditulis 
berbagai media, tokoh itu sempat menuangkan pemikiran bahwa PD kedepan mesti 
menghilangkan ketergantungan partai dari nama besar SBY. Bila hal itu nyata 
adanya, tentu sangat riskan sekali buat PD. 

Pemikiran itu, terang saja mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Termasuk 
kawanan DPC Demokrat se-Indonesia. Wibowo Agung Sanyoto, Ketua DPC Jateng 
mengecam tegas. "Kebesaran Demokrat adalah kebesaran SBY, tidak mungkin bisa 
dipisahkan," tukasnya ketika dihubungi kemarin (14/05). "SBY dan Demokrat, 
sambungnya, ibarat dua sisi mata uang, tidak bisa dipisahkan," urainya lagi. 
Hal serupa juga diuraikan Marawardi Nurdin, ketua DPD Nanggroe Aceh Darussalam. 
"Sangan tidak relevan hal itu diungkapkan," katanya. Ketua DPC Tambanan, Bali, 
I Gusti Made Purnayasa ikut juga mencibir. "SBY itu adalah pendiri, semua kader 
mesti melanjutkan, tidak mungkin Demokrat bisa dilepaskan dari SBY, jangan 
konyol," paparnya.

Tudingan lebih keras datang dari Haryono Abdul Bari, Ketua DPC Kabupaten 
Sampang, Madura. "Saya sangat tidak sepakat, SBY yang paling tahu cita-cita 
Demokrat, jangan dipisahkan seenaknya," tegasnya. "Jangan baru menjadi pengurus 
pusat, sudah sok-sok mau merubah fondasi partai, apa sih yang sudah 
diberikannya buat Demokrat?" ujarnya dengan nada emosi.

Di mata AM juga demikian. "Salah besar kalau ada orang bilang ingin membesarkan 
partai dengan memisahkan Partai Demokrat dari SBY. Itu salah besar," kata AM 
kala di Medan, Sabtu (24/4). AM sekali lagi menegaskan, partai besar selalu 
lahir dari pikiran dan gagasan-gagasan besar dari tokoh besar pendirinya. PD 
tidak bisa dipisahkan dari gagasan dan pikiran besar pendirinya, yakni SBY. 
"Kita ingin melaksanakan modernisasi partai, dengan melanjutkan gagasan dan 
pikiran-pikiran besar yang berdasarkan gagasan dan pikiran pendirinya, yakni 
SBY," ujarnya (irw). (adv/adv

<<AM-Paling-Serius-ok-Artikel.jpg>>

Kirim email ke