ketakutan amat sih ada kristenisasi... lagi pula beritanya ngawur banget,.. ga 
pernah ada gerakan dalam kristen yang namanya "Zionis Kristen", karena Zionis 
itu anti kristen dan demikian juga sebaliknya, Zionis (Yahudi) dan Kristen itu 
dua hal yang berbeda, seperti Kapitalisme dan komunisme yang memang tidak akan 
pernah bisa disatukan. 
selain itu, dalam sejarah gereja Kristen Protestan tidak pernah ada yang 
namanya gerakan Yehova. Karena Yehova ya yehova dan Kristen ya kristen, sungguh 
aneh dan lucu benar berita ini,.. seolah-olah Zionis, Kristen dan Yehova berada 
di dalam satu aliran gerakan, padahal idiologinya saja beda, sama seperti 
Sunni, Syiah dan Ahmadiyah yang diharapkan berada di dalam satu gerakan politik 
Islamisasi.
Lagi pula si Bernad dulu mantan pendeta dimana sih? koq asbun banget soal ayat 
itu,.. 
Kalo ga ngerti konteks ayat ga usah asbun deh,.. kasian tuh gelar-gelar yang lu 
sandang dibelakang nama lu bern, Lagi pula kalo kekuatan besar itu merupakan 
kekuatan kerajaan Surga,.. lu mau berbuat apa bern?? di alkitab jelas 
disebutkan bahwa hanya ada dua jalan, jalan yang sempit dan jalan yang lebar, 
banyak orang berbondong bondong masuk ke jalan yang lebar dan hanya sedikit 
orang masuk ke jalan yang sempit, kalo lo mantan pendeta bern harusnya elu tau 
ayat itu menggambarkan ttg apa? :)

tabek

--- On Sun, 5/16/10, sunny <[email protected]> wrote:

From: sunny <[email protected]>
Subject: CiKEAS> Kristen Siapkan Brigade, Jawa Barat Jadi Target
To: [email protected]
Date: Sunday, May 16, 2010, 4:22 AM







 



  


    
      
      
      


http://www.hidayatu llah.com/ berita/lokal/ 11735-kristen- siapkan-brigade- 
jawa-barat- jadi-target
 

Kristen Siapkan 
Brigade, Jawa Barat Jadi Target 


Saturday, 15 
May 2010 09:15 Nasional 
   

Kristenisasi akan mengepung 
ibu kota Jakarta. Diawali dengan menggarap kota-kota penyangga utamanya, Jawa 
Barat. Demikian pula dengan Sumbar, kata pengamat

Hidayatullah. com--Terkait 
adanya dugaan upaya kristenisasi berkedok karnaval dengan memanfaatkan momentum 
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan bekerjasama dengan Badan Anti 
Narkotika 
(BAN) di Bekasi, Ahad (2/5) lalu, Forum Ummat Islam (FUI) Wilayah Bekasi, 
mengungkapkan bahwa memang ada skenario besar dibalik peristiwa-peristiwa 
provokatif tersebut.

Tak lama sebelum kasus itu, telah terjadi pula sikap 
penentangan oleh kalangan Kristen dengan melakukan pelecehan terhadap Islam 
dengan menginjak Al-Qur'an. Kemudian munculnya blog Santo Bellarminus yang 
memberikan tagline pada title header blognya, "Habisi Islam di Indonesia". 
Uniknya, kejadian dan objek tersebut semua berlangsung di Kota Bekasi 
Raya.

Menurut Pengurus Forum Ummat Islam (FUI) Wilayah Kota Bekasi, Drs. 
Bernard Abdul Jabbar, M.Pd, Provinsi Jawa Barat telah menjadi agenda utama 
gerakan kristenisasi di Indonesia selain juga Provinsi Sumatera 
Barat.

"Jawa Barat dan Sumatera Barat itu agenda kristenisasi 
internasional. Di Jawa Barat dimulai dari Bekasi, kemudian akan berkelanjutan 
termasuk misalnya pada kasus di Cianjur," kata Bernard yang ditemui 
Hidayatullah. com, Jum'at (14/05) kemarin di sela-sela aksi demontrasi ummat 
Islam di Bekasi.

Mantan pendeta ini mengungkapkan, gerakan-gerakan 
kristenisasi yang terbilang marak dan berani tersebut memang sesuai dengan 
perintah dalam upaya menjalankan perintah Alkitab Matius (10): 16; licik 
seperti 
ular, tulus seperti merpati.

"Menurut mereka, ini adalah misi agung. 
Mereka didukung Gerakan jaringan zionis kristen Indonesia," 
jelasnya.

Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Barat, janjut Bernard, 
merupakan indikator keberhasilan kristenisasi di Indonesia. Lebih dari itu, 
bahkan menurut investigasi dan temuan FUI, kini ummat Kristen di Bekasi sudah 
bersiap diri dengan segala sesuatunya.

Sekte garis keras Kristen 
Protestan yakni Yehova pun rutin melakukan bantuan melalui Denny Tunggul, orang 
yang diduga menunggangi aksi pelecehan terhadap Islam di halaman Masjid Al 
Barkah belum lama ini.

"Pasukannya sudah bersiap diri. Ada Brigade 
Kristus, Brigade Maryam, Brigade Imron, dan Brigade Kudus. Mereka sudah 
bersatu, 
ini kita harus sadar," imbuh pria yang juga sempat menjadi aktivis kristen 
radikal ini.

Bernard menyakini bahwa ada kekuatan besar dibalik semua 
kegiatan kristenisasi tersebut. "Ada rekayasa dan agenda besar di sana," tandas 
dia. [ain/www.hidayatulla h.


    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke