http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010051610070715

 
      Minggu, 16 Mei 2010 
     

      BURAS 
     
     
     

Gerakan Kembali ke Demokrasi Terpimpin!


       
      "GERAKAN bergelagat mengembalikan Indonesia ke sistem demokrasi terpimpin 
mulai terbayang!" ujar Umar. "Bayangan itu terlihat seiring, di satu sisi lewat 
pembentukan sekretariat gabungan (setgab) partai-partai koalisi berkuasa yang 
mendominasi DPR secara absolut--lebih 75 persen, melangkah awal dengan merevisi 
UU Pemilu! Pada sisi lain, Badan Legislasi (Baleg) di DPR yang didominasi 
koalisi tersebut, telah lebih dahulu membahas revisi UU No. 2/2008 tentang 
Partai Politik untuk membatasi kesertaan partai baru!"

      "Dengan kekuatan koalisi berkuasa yang absolut di DPR, apa pun mereka 
kehendaki tak akan ada yang bisa membendungnya!" sambut Amir. "Lewat setgab 
yang mengendalikan tiap langkah partai-partai koalisi sesuai keinginan pemimpin 
koalisi, tak sulit untuk mengembalikan sistem demokrasi terpimpin! Kenyataan 
itu, selain sukar ditolak oleh kekuatan-kekuatan di luar koalisi, juga sukar 
ditutup-tutupi prakteknya nanti!"

      "Berarti, diselubungi seperti apa pun praktek sistem demokrasi terpimpin 
di bawah kekuasaan absolut itu nantinya, setiap warga bangsa harus siap 
menerima kenyataan yang tak bisa ditolak!" tegas Umar. "Hal yang harus dijaga, 
jangan sampai gerak kembali ke demokrasi terpimpin itu mengencundangi hak-hak 
konstitusional warga negara--hak asasi, hak politik, dan hak-hak lain!"

      "Penting disimak latar belakang pembentukan setgab, yakni setelah koalisi 
berkuasa yang di atas kertas punya suara absolut itu kalah voting di DPR dari 
kubu oposisi dalam kasus Century!" timpal Amir. "Kalah voting akibat sejumlah 
partai dalam koalisi masih memegang teguh nurani konstituen mereka! Artinya, 
setgab koalisi dibentuk agar pengalaman serupa tak terulang! Dari situ mudah 
dibaca, setgab dibentuk agar koalisi bisa benar-banar satu bahasa sesuai 
kehendak pemimpin koalisi, tak gampang tergoda nurani konstituen! Tepatnya, 
dalam setgab partai koalisi harus lebih mengutamakan kepentingan pemimpin 
koalisi ketimbang kepentingan konstituen partainya!"

      "Dibanding demokrasi terpimpin era Orde Lama yang bersatu dalam 
nasakom--nasional, agama, komunis--partai unsurnya tetap berorientasi pada 
ideologi dan konstituennya, demokrasi terpimpin era reformasi akan jauh lebih 
sempurna--lewat kendali setgab yang ketat faktor ideologi dan konstituen partai 
diposisikan inferior, di bawah superioritas kepentingan pemimpin koalisi!" 
tukas Umar. "Itu karena, tugas utama setgab menjaga agar pengalaman orientasi 
partai koalisi pada ideologi dan konstituen seperti dalam kasus Century tak 
boleh terulang!"

      H. Bambang Eka Wijaya
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke