UU dan Aturan di Amerika Bertujuan Melindungi Bukan Melarang !!!
Kalo di Indonesia maupun ajaran Islamnya kita kenal falsafah bahwa:
"kepentingan pribadi harus dikorbankan demi kepentingan orang banyak", maka
falsafah di Amerika bertolak belakang, bahwa:
"kepentingan pribadi harus dilindungi demi kepentingan orang banyak", karena
orang banyak itu adalah kumpulan pribadi2 yang artinya kepentingan orang banyak
sama dengan kepentingan semua pribadi2 yang banyak itu.
Kalo satu kepentingan pribadi dilanggar dikorbankan atas nama orang banyak,
kemudian satu pribadi lagi dikorbankan, kemudian satu lagi pribadi dikorbankan,
akhirnya seluruh pribadi yang mewakili orang banyak ini sebetlunya telah
dikorbankan.
Mustahil mengorbankan kepentingan pribadi bisa dianggap sebagai kepentingan
orang banyak, karena kepentingan pribadi itu sendiri merupakan sebagian dari
kepentingan dari orang banyak
> "Sutarmin" <sutar...@...> wrote:
> saya mau tanya ke Ibu dech, ibu
> sekarang katanya diamerika.
> 1. kenapa ibu mematuhi semua
> peraturan yang diselenggarakan
> oleh pemerintah Amerika
> 2. kenapa Ibu tidak membangkang
> atas semua peraturan yang
> diselenggarakan oleh pemerintah
> amerika.
>
Siapa bilang saya harus mematuhi peraturan yang diselenggarakan pemerintah
Amerika ???? Amerika ini negara bebas tidak ada peraturan yang harus anda
patuhi.
Di Amerika tidak ada peraturan yang harus dipatuhi, karena UU dan peraturan di
Amerika itu bukan untuk kita patuhi melainkan dimanfaatkan untuk melindungi
diri kita sendiri.
Contohnya, UU dan peraturan di Amerika ini menjamin kebebasan berpendapat,
artinya anda mau mencaci maki atau menghina nabi Muhammad sekalipun tentu anda
pasti dilindungi dari nasib seperti yang dialami jemaah Islam Ahmadiah di
Indonesia. Ini khan contoh dari UU dan peraturan di Amerika, apanya yang harus
dipatuhi kalo isinya cuma mengenai perlindungan hak2 kita sendiri ????
Lain dengan aturan Syariah Islam yang harus dipatuhi umatnya misalnya harus
berjilbab.... maka kalo tidak mematuhinya bisa dicambuk, kalo melawan malah
dirajam. Naaah... UU Amerika enggak ada yang seperti itu, semua UU dan aturan
di Amerika selalu berisi jaminan hak2 pribadi kita sendiri yang bukan terkait
kepatuhan begini atau begitu.
Juga enggak ada aturan dan UU di Amerika yang mengharuskan dilarang berzinah,
dilarang kumpul kebo..... dilarang ini dan itu, semua itu tidak ada larangan
melainkan cuma perlindungan aja yang ada.
Janganlah memenjarakan diri anda dengan Syariah Islam yang semuanya berisi
larangan2 yang harus anda patuhi dan kalo melanggar dirajam, dicambuk, dipotong
tangan, disiksa dll.
Amerika itu betul2 menjamin kebebasan anda, kalo anda mau mencuri dan merampok
juga bebas, tapi seperti yang saya katakan tadi UU dan peraturan di Amerika ini
selalu berisi perlindungan kepada hak azasi setiap manusia. Anda boleh
merampok dan membunuh, tapi korbannya itu dilindungi aturan dan UU sehingga
kalo belum atau sudah anda melakukannya tentu ada pencegahannya misalnya anda
ditangkep diadili.
dan dipenjara.
Jadi kalo anda enggak ngerti kayaknya Amerika ini ada UU dan aturan yang penuh
dengan larangan2 seperti Syariah Islam. Padahal kesemuanya itu tidak ada.
Amerika itu tidak punya UU atau larangan yang harus dipatuhi. Itulah sebabnya,
Amerika disebut sebagai negara bebas yang menjamin kebebasan dan hak2 setiap
individu.
Disinilah letak kesalahan fatal dari pemahaman hukum dan aturan per-undang2an
di Amerika ini.
Fokus UU dan hukum di Amerika itu adalah perlindungan individu. Contohnya,
kalo anda mencuri, maka anda ditangkap bukan karena mencuri, karena melanggar
hak2 orang yang anda curi, dan UU maupun peraturan melindungi korban yang anda
curi.
Beda dengan UU di Indonesia maupun Syariah Islam, pencuri ditangkep bukan
karena melindungi korbannya melainkan karena melanggar aturan dilarang mencuri.
Kelihatannya hampir sama, tetapi kalo anda bisa mendalaminya, maka jauh sekali
bedanya.
Kalo diatas ini saya contohkan masalah pencuri dan korbannya, maka kalo saya
rujuk kemasalah perzinahan, baru bisa jelas. Setiap orang boleh berzinah dan
para pezinah itu dilindungi karena hukum dan aturan bukan melarang melainkan
cuma melindungi.
Tapi kalo ada pengaduan dari pasangan pelaku zinah ini yang melaporkan karena
merasa dikhianati atau dirugikan, barulah hukum bisa berlaku karena hukum dan
UU tadi seperti yang sudah saya katakan hanya melindungi setiap individu.
Artinya selama perzinahan itu berlangsung tanpa merugikan siapapun juga
tentunya tidak ada yang harus ditindak karena semuanya sama2 dilindungi.
Naaah..... kalo Syariah Islam itu sebaliknya, pelaku perzinahan dihukum bukan
karena melindungi siapapun juga, mereka dihukum rajam karena melanggar larangan
berzinah.
Karena peraturan, UU, dan hukum di Amerika bukan berisi larangan2, maka tidak
ada yang harus dibangkangi. Dan saya sendiri enggak ngerti apanya yang harus
saya membangkanginya. Kalo ada larangan, tentu bisa anda membangkangnya, tapi
kalo tidak ada larangan, apanya yang mau anda bangkangi.....???? lucu bukan
!!!!
Coba cari dan tunjukkan aturan dan UU Amerika yang bilang "dilarang
mencuri"..... pasti tidak ketemu. Tapi kalo anda mencuri lalu ditangkap maka
penangkapan itu bukan karena anda mencuri melainkan karena ada aturan
perlindungan korban yang anda curi itu.
UU Amerika berisi selalu tentang jaminan2 kepada kesejahteraan rakyatnya.
Contohnya, kalo di Amerika anda menjarah umat jemaah Ahmadiah dan membakari
mesjidnya maupun membunuhi imam2nya, maka anda ditindak, ditangkap polisi bukan
karena perbuatan anda itu, melainkan karena melindungi korban yang anda rugikan
itu. Maka setelah anda ditangkap juga bukan hukuman cambuk atau hukuman rajam
tapi dipaksa masuk penjara mencicil kerugian yang dialami korban yang anda
kerjain itu. Kalo anda miskin tidak bisa mencicilnya, maka anda tetap
dipenjara harus bekerja dipenjara, sedangkan korban2nya dijamin kerugian dan
hidupnya oleh biaya pemerintah.
Semoga anda bisa memahami apa yang saya jelaskan ini, memang susah untuk
dipahami kalo otak dan hati sudah diracuni keimanan syariah biadab sehingga
tidak mampu mengembangkan peradaban.
Ny. Muslim binti Muskitawati.