Refleksi : Sangat baik dan bagus apabila disewa mesin dari perushaan yang 
dimiliki oleh petinggi kaum berkuasa,  karena dengan begitu bukan saja solusi 
kesulitan listrik dilaksanakan, tetapi juga para petinggi kaum neo-Mojopahit 
bisa menjadi kaya raya.


http://www.antaranews.com/berita/1274267424/esdm-solusi-krisis-listrik-di-palu-sewa-mesin

ESDM : Solusi Krisis Listrik di Palu Sewa Mesin
Rabu, 19 Mei 2010 18:10 WIB | Ekonomi & Bisnis | Makro | 
Palu (ANTARA News) - Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Sumberdaya Mineral 
(ESDM) Provinsi Sulteng, Solmi, mengatakan, tidak ada jalan lain untuk 
mengatasi krisis listrik di Palu dalam jangka pendek kecuali menyewa mesin.

"Tidak ada cerita lain kecuali sewa mesin. Tapi kan bukan saya pengambil 
kebijakan," kata Solmi saat dengar pendapat bersama komisi gabungan DPRD 
Sulteng di Palu, Rabu.

Rapat tersebut juga dihadiri Manager PT PLN Cabang Palu Nyoman Sujana, Ketua 
Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (Akli) Sulteng Farid 
Nassar, Perwakilan PLTU Mpanau Palu dan komisi gabungan DPRD Sulteng.

Rapat tersebut digelar karena krisis listrik di Palu kian memburuk. Dalam 
sehari hanya tiga jam menyala, sembilan jam padam.

Menurut Solmi, sekarang yang dibutuhkan adalah lobi ke PT PLN agar daerah yang 
tidak sekrisis Palu dapat memasok mesin ke Palu. 

Dia mengatakan, dalam program listrik nasional Sulteng mendapat jatah 540 
megawatt (MW). Namun, kata dia, hal itu ditargetkan hingga 2014.

Masalahnya dalam jangka pendek pemerintah dan PT PLN perlu segera mencarikan 
solusi agar tidak berdampak buruk terhadap masalah sosial. Dia mengatakan, PT 
PLN adalah pihak paling bertanggung jawab dalam hal krisis listrik.

"Kita minta PLN bertanggung jawab, entah disewa atau apa saja," kata Solmi.

Menurut dia, pembangkit listrik batu bara merupakan solusi jangka panjang. 
Sementara di sisi lain, di Sumatera Selatan yang merupakan lumbung batu bara 
terbesar juga mengalami krisis listrik hingga mencapai 200 MW.

"Ini ibarat tikus mati di lumbung padi," katanya.

Solmi juga membantah jika ada pihak yang mengatakan pemerintah provinsi tidak 
peka terhadap masalah listrik. Buktinya, kata dia, Gubernur Sulteng HB Paliudju 
telah mengambil langkah berani yang bisa mencederai atas keputusannya 
merelokasi mesin dari Bitung ke Palu.

"Itu berbahaya karena tidak ada regulasinya," kata Solmi.

Sementara itu, Manager PT PLN Cabang Palu I Nyoman Sujana mengatakan, pihaknya 
akan menyewa diesel 10 MW dan diperkirakan rampung Juni 2010 nanti. Selain itu 
juga menyewa diesel MFO 20 MW yang diperkirakan terealisasi September 2010.

"Relokasi mesin dari Bengkulu sebesar 3 MW kemungkinan baru bisa terealisasi 
Agustus 2010," kata Nyoman.

Untuk krisis listrik dalam satu bulan mendatang, PT PLN Cabang Palu juga telah 
menyetujui pembelian batu bara untuk dipasok ke PLTU Palu sebanyak 20 ribu 
metrik ton. PLTU Palu saat ini padam total karena tidak mampu lagi membeli batu 
bara.(*)
(T.A055/R014/R009)

Kirim email ke