Rfeleksi : Mengapa tidak bekerjasama dengan Stolen Assets Recovery [StAR]dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah mencatat mantan Presiden NKRI Muhammad Soeharto menyembunyikan harta hasil korupsi antara US$ 30-US$ 50 miliar diberbagai pelosok dunia? KPK berpolitik tebang pilih?
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=55515:kpk-jalin-kerjasama-dengan-lembaga-antikorupsi-inggris&catid=3:nasional&Itemid=128 KPK Jalin Kerjasama dengan Lembaga Antikorupsi Inggris Jakarta, (Analisa) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjalin kerjasama dengan Serious Fraud Office (SFO), sebuah lembaga antikorupsi Inggris, dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). "Mou ini sifatnya umum tentang kerjasama dalam pengembangan sumber daya manusia," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, Rabu. Rencananya, nota kesepahaman itu akan ditandatangani di London, Inggris pada 7 Juni 2010. Pimpinan KPK akan hadir dalam acara penandatanganan itu. Kesepahaman itu antara lain berisi kerjasama pelatihan dan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Menurut Johan, MoU itu bisa dijadikan pintu masuk untuk menyelesaikan kasus dugaan tindak pidana korupsi, terutama yang memerlukan kerjasama dengan otoritas hukum di Inggris. Saat ini KPK sedang menyelidiki dugaan suap kepada penyelenggara negara di Indonesia dari perusahaan asal Inggris, Innospec Ltd. Dalam kasus itu, KPK telah melarang enam orang untuk pergi ke luar negeri. Mereka adalah Rachmat Sudibyo, Suroso Atmomartoyo, Mustiko Saleh, Willy Sebastian, Muhammad Syakir, dan Herwanto Wibowo. Nama Rachmat Sudibyo dan Suroso Atmomartoyo disebut dalam laporan 37 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Publish What You Pay (PWYP) Indonesia ke KPK. PWYP Indonesia menyatakan, Rachmat Sudibyo adalah mantan Dirjen Migas dan Suroso Atmomartoyo adalah mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina. Sedangkan Mustiko Saleh adalah mantan Wakil Direktur Utama Pertamina. Rachmat Sudibyo dan Suroso Atmomartoyo diduga menerima suap hingga mencapai 8 juta dolar AS atau sekira Rp80 miliar dari perusahaan asal Inggris, Innospec Ltd, untuk meloloskan penggunaan bensin bertimbal di Indonesia. "Kami mendesak KPK untuk melakukan tindakan pro justisia terhadap para mantan pejabat tersebut," kata Koordinator Nasional PWYP Indonesia, Ridaya Laodengkowe. PWYP Indonesia menduga, penyuapan itu dilakukan melalui PT Soegih Interjaya, agen Innospec di Indonesia. Berdasar penelusuran, Willy Sebastian dan Muhammad Syakir adalah petinggi dan asisten di PT Soegih Interjaya. (Ant)
