http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=253585
KOALISI Bukan Lagi untuk Pelanggengan Kekuasaan
Aburizal Bakrie, Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Jumat, 21 Mei 2010
BOGOR (Suara Karya): Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie
menegaskan, terbentuknya koalisi partai politik pendukung pemerintahan bukan
untuk mencampuri urusan internal eksekutif. Koalisi partai politik dibentuk
untuk menciptakan kerja sama yang sangat penting bagi penciptaan kestabilan
sistem politik.
Aburizal mengutarakan itu dalam pidato sambutan pada acara
pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IX Sentral Organisasi Karyawan Swadiri
Indonesia (SOKSI) di Cisarua, Bogor, Jabar, Kamis (20/5).
Hadir dalam acara Munas IX SOKSI yang mengambil tema "Melalui
konsolidasi organisasi SOKSI bangkit kembali", Aburizal didampingi Wakil Ketua
Umum DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga dan sejumlah pengurus lain, seperti
Mahyudin, Hajriyanto Y Thohari, Fuad Hasan Masyhur, Ali Wongso Sinaga, juga
Rambe Kamarul Zaman. Hadir pula pendiri SOKSI Suhardiman dan Ketua Umum Depinas
SOKSI Syamsul Muarif.
"Kekuatan (koalisi) harus disatukan sedemikian rupa sehingga
memadai sebagai kekuatan riil yang mengatur dan mengelola dinamika di
lembaga-lembaga politik kita," kata Aburizal.
Dia mengemukakan, penguatan koalisi bukan untuk mencampuri urusan
internal eksekutif sebagaimana tuduhan berbagai pihak. Penguatan koalisi,
katanya, untuk memobilisasi kekuatan bersama bagi berbagai kebijakan strategis
tanpa mencampuri karakteristik, rencana, serta kepentingan internal
kekuatan-kekuatan politik di dalamnya.
"Selama ini koalisi politik hanya berfungsi pada pelanggengan
kekuasaan. Sekarang semua itu diubah menjadi penguatan kebijakan dan
stabilisasi sistem politik," ujar Aburizal.
Dia menambahkan, Partai Golkar mengajak semua mitra koalisi lebih
memajukan kemandirian ekonomi nasional sebagai kebijakan yang langsung mengabdi
kepada kepentingan seluruh rakyat, terutama mereka yang masih tertinggal.
"Kita akan mencari rumusan yang tepat untuk mempertautkan
kepentingan nasional dengan globalisasi ekonomi dunia, keseimbangan produktif
antara kebijakan domestik dan ekonomi internasional yang terus bergerak cepat,"
kata Aburizal.
Untuk itu, Aburizal menegaskan, semangat nasionalisme Indonesia
harus terus dihidupkan. "Nasionalisme Indonesia jangan pernah kita lupakan.
Penjabarannya harus dimasukkan dan menjadi rohnya strategi pembangunan tanpa
terjebak pada dikotomi lama tentang pribumi dan nonpribumi," katanya.
Partai Golkar juga mengajak setiap lapisan kepemimpinan untuk
bekerja sama membangun Indonesia yang lebih baik. "Kita letakkan kepentingan
bangsa di atas segalanya. Jika pertaruhannya adalah kepentingan dan masa depan
Indonesia, maka kotak-kotak kepentingan politik harus melebur menjadi satu
kesatuan yang saling membantu untuk mencapai cita-cita dan harapan yang sama,"
ujar Aburizal.
Terkait Munas IX SOKSI, Aburizal berharap, SOKSI sebagai bagian
penting kekuatan Partai Golkar terus melangkah bersama dengan kekuatan lain di
partai untuk merebut kejayaan di masa depan.
Sementara itu, saat menyampaikan sambutan, Suhardiman mengingatkan
SOKSI agar melakukan regenerasi. "Calon-calon yang maju dalam suksesi SOKSI
adalah kader-kader muda yang menunjukkan regenerasi," katanya.
Suhardiman menyambut gembira keinginan Aburizal menjadi Ketua Dewan
Pembina SOKSI. "Saya berharap Munas SOKSI kali ini membentuk Majelis
Pinisepuh," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Depinas SOKSI Syamsul Muarif mengatakan, munas
akan memilih pemimpin baru SOKSI. "Saya berharap yang menang dapat merangkul
yang kalah. Dan yang kalah memperkuat pemimpin yang baru untuk menguatkan
SOKSI," ujarnya.
Sebelumnya, 28 Depidar SOKSI se-Indonesia melakukan silaturahmi
politik kepada anggota Dewan Penasihat SOKSI Rusli Zaenal di Jakarta, kemarin.
Dalam silaturahmi ini, 28 Depidar menyampaikan harapan agar Rusli bersedia
menjadi Ketua Umum SOKSI periode 2010-2015.
Nama-nama yang muncul dalam bursa calon Ketua Umum Depinas SOKSI
ini, selain Rusli Zainal, adalah Ade Komaruddin dan Paimin Napitupulu.
Sementara itu, pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI)
Burhanudin Muhtadi mengingatkan, Ketua Umum Depinas SOKSI harus mampu
memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan suara Partai Golkar pada
Pemilu 2014. "SOKSI sebagai organisasi sayap harus berperan dalam peningkatan
perolehan suara Partai Golkar," katanya.
Untuk itu, menurut Burhanuddin, Munas IX SOKSI harus melahirkan
pemimpin yang memunyai cetak biru dan program yang konkret dalam meningkatkan
suara Partai Golkar.
Dalam Pemilu 2009, menurut survei LSI, suara Partai Golkar masih
lemah di wilayah Jawa dan juga kurang mampu meraih simpati pemilih di
perkotaan. (M Kardeni/Rully
news_icon.html?id=253585
Description: Binary data
