http://www.KabariNews.com/?34958





Washington-Kabarinews.com, Akhirnya setelah melewati proses yang cukup panjang, Senat Amerika menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Reformasi Keuangan yang disodorkan Pemerintahan Barack Obama. Kamis malam (20/05/2010) waktu setempat, pemungutan suara telah dilakukan dengan perbandingan suara setuju 59 dan tidak setuju 39.

Dilaporkan, proses pemungutan suara untuk meloloskan RUU ini cukup alot. Kubu penentang menyatakan RUU tersebut akan mengurangi keuntungan, sementara kubu pendukung mengatakan legislasi baru tersebut justru dapat mencegah berulangnya krisis perbankan 2008, yang menyeret Amerika Serikat ke dalam resesi.

Lolosnya RUU ini sebelumnya sudah diyakini oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Timothy Geithner, yang mengatakan paket reformasi keuangan ini akan melindungi para pembayar pajak dari keharusan membayar buruknya praktik pasar derivatif di masa depan.

Pesan ini sekaligus menegaskan pernyataan Obama sebelumnya bahwa selama tahun 2009 telah terjadi praktik tidak fair yang dilakukan oleh pelaku industri jasa keuangan terutama yang terjadi di Wall Street. Obama juga berjanji RUU ini akan melindungi rakyat Amerika dari hal serupa.

Sementara Ketua Komite Perbankan Senat AS Christopher Dodd, dari partai Demokrat mengatakan RUU ini sangat penting demi memulihkan kepercayaan public AS atas industri jasa keuangan itu sendiri.

RUU itu memang berisi aturan-aturan yang dapat memudahkan pendeteksian terhadap risiko dalam sistem keuangan, termasuk mendeteksi jenis transaksi-transaksi keuangan yang mencurigakan. Sebuah badan pengawas baru juga akan dibentuk untuk mengawasi sektor keuangan dan akan ada reformasi terhadap pasar derivatives, sehingga resesi keuangan tahun 2008-2009 dapat dihindari.

Meski lolos, RUU ini masih akan dibahas lebih lanjut untuk digabungkan dengan Undang-Undang Keuangan yang kini dipegang DPR. Diharapkan DPR dan Senat akan segera bekerja untuk membahas penggabungan undang-undang ini, sehingga nanti menghasilkan suatu UU Reformasi Keuangan yang lebih komprehensif sebelum 4 Juli 2010.



Kirim email ke