Bukan Israel Tapi Flotilla Melanggar Pelayaran Internasional!!!
                                     
Terbukti, bukan Israel yang melanggar hukum Internasional melainkan Flotilla 
inilah yang melanggar pelayaran Internasional karena wilayah blokade militer 
tidak boleh dimasuki kapal sipil dan tindakan ini akan membahayakan penumpang2 
sipil dikapal tsb.

http://www.foxnews.com/world/2010/05/30/reports-israeli-ships-attack-aid-flotilla-dead/

Israel membuktikan dari tahanan2 yang berhasil ditangkapnya bahwa diantara para 
penumpang ada anggauta2 AlQaeda yang menyusup.

Turki meminta tindakan UN untuk investigasi dan menghukum Israel.  Tetapi 
sidang UN menyatakan harus dilakukan investigasi oleh pihak netral.

Berdasarkan aturan internasional, maka investigasi harus dilakukan oleh negara 
yang terdekat dengan tempat kejadian dan pihak2 yang terlibat diharuskan 
menunjukkan bukti2.

Karena tempat kejadiannya adalah wilayah Israel, maka pihak investigatornya 
adalah Israel sendiri, dan bukti2 yang diajukan Israel adalah rekaman filem 
kejadian.  Dan dari semua bukti2 rekaman, sangat jelas bahwa tindakan pasukan 
Israel sesuai prosedur tidak ada satupun yang salah.

Sejak diperairan Internasional, keenam kapal Flotilla ini jelas menuju kearah 
perairan Gaza dengan kecepatan tinggi, oleh pasukan Israel dikejar dan diikuti 
dan dengan pengeras suara diperintahkan berhenti, dinyatakan dengan jelas bahwa 
wilayah Gaza berada dalam blokade militer dan tidak boleh ada kapal yang masuk 
menuju wilayah yang diblokade ini.  Namun perintah ini tidak dipatuhi, pasukan 
Israel tanpa menembak mengejar dan dua tentaranya melompat memasuki kapal ybs, 
namun kedua tentara ini digebuki dan juga terlihat dalam rekaman ini.  Akhirnya 
pelaku2 penggebukan pengeroyokan ini ditembaki, barulah bubar, semua kapal 
beserta penumpangnya kemudian digiring ke Israel ditahan dan dipenjara untuk 
pemeriksaan selanjutnya.  Dari hasil penyitaan kapal ditemukan pentungan2, 
katapel, pisau lipat dan pestol.

Ada 800 aktivis dimana 500 diantaranya tidak punya atau menolaki memberikan 
identitasnya dan mereka dipenjarakan untuk penyidikan dan yang punya identitas 
dideportasi.  Diantara kelima ratus orang ini ditemukan anggauta2 Al-Qaeda.

Pemerintah Israel menyesalkan jatuhnya korban2, tetapi menolak tuduhan 
melakukan pelanggaran hukum Internasional dan menolak melakukan tindakan yang 
berlebihan.

Sidang UN ditutup, Israel tidak bisa disalahkan, hanya disesalkan jatuhnya 
korban2 saja.

Jadi yang salah itu bukan Israel tapi kapal2 Flotilla itu yang berada dibawah 
bendera Turki, artinya Turki harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban2 itu 
bukan Israel karena wilayah blokade memang dimanapun dilarang untuk dimasuki 
tanpa seizin penguasa setempat, dan itu aturan Internasional yang dilanggar 
oleh Flotilla.

Israel tetap melarang semua kapal yang memasuki wilayah yang dinyatakan 
termasuk blokade tanpa seizin pasukan penjaga teritorialnya.  Dan mengulangi 
peringatan bahwa akan tetap menembak tanpa pilih bulu.  Sejak kasus Flotilla 
ini, Israel memperketat blokadenya.

Sementara itu, pemimpin Hamas meminta UN untuk menghukum Israel dan memaksa 
Israel melepaskan blokadenya, dan semua negara2 didunia diharuskan memutuskan 
hubungan diplomatik dan segala ikatan2 lainnya dengan Israel atau akan 
mengalami konsekuensi tindakan dari terorist Hamas.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke