Salud Kegigihan Israel Mempertahankan Kemerdekaannya !!!
                                           
Lima jempol harus saya acungkan untuk kegigihan bangsa Israel dalam menghadapi 
keroyokan kebencian umat Islam dan orang2 Arab yang biadab ini.  Tanpa kata2, 
seluruh bangsa2 didunia mengagumi kegigihan dan keuletan bangsa Israel ini.  
Tanpa kata2 semua negara didunia memberikan dukungan moral dan moril kepada 
bangsa Israel yang selalu jadi korban kedholiman kaum muslimin dan Arab ini.

Waktu Indonesia dijajah Belanda, juga ada temponya Belanda kabur ketakutan pada 
balatentara Dai-Nippon.  Dan sewaktu Jepang kalah perang, ada kesempatan bagi 
Bung Karno untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.  Belanda sendiri 
hancur dilindas Jerman hingga ratu Belanda mengungsi ke Belgia.

Demikianlah, Indonesia bisa merdeka bukan karena kegigihan tapi karena 
kesempatan.  Nica masuk ke Indonesia tujuannya melucuti balatentara Jepang 
bukan untuk kembali menjajah Indonesia, karena dibelakang Nica itu adalah 
Sekutu bukan Belanda.

Sukarno memutar balik kenyataan sejarah, dia bilang bahwa Belanda mau menjajah 
kembali dengan membonceng tentara Nica.  Waktu Cindy Adam (penulis autobiografi 
Sukarno) bertanya kepada Sukarno mengapa memutar balik kenyataan sejarah, maka 
Sukarno menjawab untuk mempersatukan kekuatan bangsa Indonesia yang terpecah 
belah pada waktu itu.

Ringkasnya, berhasilnya Indonesia Merdeka bukanlah dari kegigihan melainkan 
dari manipulasi kesempatan.  Masuknya Nica bukanlah untuk menjajah kembali 
melainkan untuk menegakkan Law and Order dinegara ini yang chaos pada waktu 
itu.s  Hal ini ditimbulkan akibat terjadi kevakuman power akibat kekalahan 
tentara Jepang melawan Sekutu.  Meskipun dalam sejarah se-olah2 diceritakan 
bahwa clash yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan 17-8-1945 sebagai 
memerangi Belanda, sebetulnya bukan begitu, setelah proklamasi kemerdekaan 
dibacakan Sukarno terjadi perang saudara, sesama bangsa ini saling membunuh dan 
tentara Nica turut campur untuk menengahinya.

Lain ceritanya dengan negara Israel, ini betul2 negara yang menarik perhatian 
karena kegigihannya untuk Merdeka.  Memang, kegigihan mereka pun ada kaitannya 
dengan agama kepercayaan mereka yang mewajibkan umatnya mempertahankan setiap 
jengkal tanahnya dengan taruhan jiwa.  Palestina itu bukanlah nama negara atau 
nama kerajaan, melainkan nama dari wilayah2 yang penduduknya menyembah berhala 
dewa dewi Filistine.  Demikianlah penduduk aseli Palestina sekarang ini adalah 
mereka yang memeluk agama Yahudi, tapi mungkin saja masih ada yang menyembah 
dewa dewi Filistine.

Arab Palestina sama sekali bukan orang Palestina, mereka persis sama kedudukan 
immigrasinya seperti Cina Indonesia.  Jelas keduanya sama2 bukan pribumi.

Dimasa sebelum perang dunia kedua, wilayah sekitar ini merupakan jajahan 
Inggris dan orang2 Yahudi ini bikin pusing Inggris karena melakukan perang 
gerilya mengusir pasukan Inggris, tapi setelah perang dunia kedua Inggris yang 
sudah babak belur akhirnya menyerahkan wilayah ini kepada United Nation untuk 
dibentuk negara2 baru berdasarkan hasil statistik dan referendum yang pernah 
dilakukan pemerintah Inggris dulu2nya.  Dari hasil itulah akhirnya Inggris 
menjanjikan kepada pemuka Yahudi untuk nantinya memberikan tanah Yerusalem 
kembali kepada bangsa Yahudi.  Sebenarnya janji Inggris ini bukan untuk 
ditepati, melainkan hanyalah akal2an politik agar kelompok2 orang Yahudi ini 
bisa dimanfaatkan untuk memerangi Hitler.

United Nation akhirnya membagi dua wilayah ini berdasarkan ethnicitynya, yaitu 
Jewds Palestine, dan Arab Palestine.

Demikianlah dari hasil demografi kependudukan inilah akhirnya wilayah yang 
mayoritasnya 70% Yahudi menjadi negara Israel, dan wilayah yang mayoritasnya 
Arab menjadi Kerajaan Yordania.

Jadi enggak benar dongeng2 yang bilang bahwa orang Yahudi bukan tempatnya 
disitu, mereka datang dari Eropah dlsb.  Itu cuma provokasi kebencian 
dikalangan umat Islam karena kenyataannya sama sekali enggak begitu.  Karena 
waktu Inggris mundur, orang2 Yahudi disini diserang dan berperang dengan orang2 
Arab yang dikirim memang dari Arab.

Dulu2nya sebelum dijajah Inggris, memang pernah wilayah ini dijajah kerajaan 
Arab dari Turki, orang2 Yahudi dibantai, tetapi karena muka, wajah dan gayanya 
sama seperti orang2 Arab, banyak orang2 Yahudi yang berhasil menyelamatkan 
dirinya dengan menyamar menggunakan identitas orang Arab dan juga pura2 masuk 
Islam.  Jadi sejak sebelum Inggris menjajah wilayah inipun, gerakan kemerdekaan 
orang Yahudi untuk memerangi orang2 Arab ini sudah berlangsung.  Orang2 yahudi 
bisa berbahasa Arab, juga bisa ikut shalat Jum'atan, tidak bisa dikenali oleh 
orang2 Arab kalo diantara mereka sebenarnya banyak orang Yahudinya.  Orang2 
Yahudi sulit dibedakan dari orang Arab, tapi orang2 Arab gampang dikenali dari 
orang Yahudi oleh sesama Yahudi karena orang2 Arab ini tidak bisa bahasa hebrew.

Akhirnya setelah negara Israel berdiri, negara2 Arab rame2 menyerangnya 
habis2an, maka putera2 Israel ini bangkit diantara orang2 Arab, mereka tidak 
menyangka bahwa begitu banyak orang Yahudi diwilayah itu dikiranya mereka 
datang dari Eropah.  Tidaklah demikian kasusnya, pemerintah Inggris lebih tahu 
demografig wilayah2 jajahannya, jadi tak perlu diragukan kalo Inggris terpaksa 
mendukung berdirinya negara Israel dan kerajaan Yordania.

Namun negara2 Arab berusaha memanipulasi kesempatan ini seperti juga Bung Karno 
memanipulasi kesempatan untuk mendirikan negara baru yang bernama Indonesia.  
Tapi orang2 Arab ini gagal, dengan kegigihan dan militansi yang luar biasa, 
bangsa Israel ini berhasil mempertahankan negaranya yang baru berdiri.

Barulah setelah Israel berhasil berdiri dan survive dalam perang yang dikeroyok 
negara2 Arab Islam yang curang ini, untuk menarik ahli2 professional yang bisa 
memajukan ekonomi dan teknolgi Israel, negara Israel kemudian membuka 
kesempatan kepada orang2 Yahudi diseluruh dunia untuk kembali pulang ketanah 
air mereka.

Jadi orang2 Yahudi yang bermigrasi dari eropah maupun dunia itu terjadi setelah 
berdirinya negara Israel, hal ini sama sekali tidak menyalahi hukum 
Internasional, karena Israel adalah negara yang berdaulat boleh saja membuat 
hukumnya sendiri tanpa boleh didikte negara asing.  Adalah hak negara Israel 
untuk menetapkan siapa yang boleh masuk jadi warganegara dan siapa yang harus 
ditolaknya.

Sekarang sekali lagi kita sama2 saksikan, Israel mau difitnah, mau di-jelek2in, 
direkayasa oleh orang2 Arab dengan skandal Flotilla ini.  Namun ternyata gagal, 
dan akan terus gagal, makin banyak negara2 didunia yang tidak bersimpati dengan 
cara2nya.

Orang2 Arab Islam ini memang se-olah2 banyak dukungannya diseluruh dunia, 
padahal sebenarnya enggak banyak pendukung2nya, mereka yang kelihatannya pura2 
mendukung itu cuma cuap2 aja agar jangan jadi sasaran kebencian terorist jihad 
Islam.

Jadi kita janganlah terlalu terpengaruh dengan sikap banyak negara Eropah yang 
se-olah2 berpihak kepada Arab Islam ini, karena kenyataannya negara2 Eropah itu 
juga ada orang2 Arab Islam yang setiap kesempatan selalu menjarah, membakar, 
membunuh dan memperkosa persis seperti yang kita alami di Indonesia.  Itulah 
sebabnya, kebanyakan pemerintah negara2 Eropa selalu ber-pura2 memihak kepada 
Arab Islam ini wse-mata2 untuk menghindari jangan dijadikan target sebagai 
korban jihad Islam.

Sama dengan sikap pemuka2 Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dll yang juga sering 
dipaksa untuk ikut demo mendukung kebrutalan Arab Islam terhadap Israel.  Tentu 
mereka tidak berani menolaknya karena resiko gerejanya dibakar lebih besar 
ruginya daripada sekedar pura2 mendukung mereka saja, toh dukungan yang pura2 
ini akhirnya kempes sendirinya tidak punya kekuatan politik apapun juga didunia 
Internasional.

Itulah yang anda semua saksikan, meskipun cuap2 koar2 mengutuk Israel, ternyata 
tidak ada negara resmi yang mengutuk Israel, bahkan di UN sekalipun semuanya 
cuma pura2 saja menentang dan memprotest Israel, sehingga pemerintah Israel 
kesal dan menuduhnya "Hipocrisy".

Bahkan SBY saja baru2 ini mengaku telah mengirim kutukan kepada dewan UN dan 
menuntut katanya dilakukan hukuman kepada Israel.  Ternyata apa yang dikatakan 
SBY tidak terdengar di UN, benar tidaknya sby mengirimkan surat pengutukan 
kepada UN tidak ada yang tahu, cuma dia sendiri aja yang tahu.  SBY sendiri 
juga bisa dipastikan tidak mau memusuhi Israel, tapi juga tidak mau dijegal 
kelompok2 radikal di Indonesia, sehingga akal pura2 juga harus dimanfaatkan.

Dari kenyataan2 yang saya paparkan diatas, maka saya ingin menasihatkan para 
pembaca agar jangan ikut2an mendukung gerakan2 Islam Jihad ini, karena akhirnya 
anda jadi korban yang sia2, janganlah terpengaruh atau mempercayai akal2 busuk 
mereka dengan mengatakan bahwa pendeta Kristen juga ikut demo, pendeta Katolik 
juga mendukung kita dlsb, karena meskipun memang anda melihat sendiri mereka 
mendukung tetapi itu cuma pura2 saja agar jangan jadi korban, atau mencegah 
dijadikan korban jihad Islam ini.

Kalo memang dunia ini mendukung negara Palestina, pasti dari dulu2nya juga udah 
berdiri, kenapa sampai sekarang malah makin pudar???  Malah saya bisa 
memastikan, negara Palestina ini resmi dinyatakan bubar dalam 3 atau 4 tahun 
yang akan datang karena Amerika hanya memberi kesempatan 2 tahun saja kepada 
Abu Abbas untuk menyusun dan mempersatukan negaranya.  Kemudian nantinya, 
orang2 Arab Palestina ini akan dipindahkan ke Kerajaan Yordania untuk 
direbutnya dan dijadikan republik Palestina, apalagi dunia Eropah dan Amerika 
sudah tidak bersimpati kepada bentuk2 negara kerajaan, mereka lebih mendukung 
negara "Demokrasi".  Jadi orang2 Arab Palestina betul2 merupakan ancaman bagi 
kerajaan Yordania karena mereka gagal merebut negara Israel, tentunya lebih 
berhasil merebut yang rapuh dulu karena kerajaan Yordania sebenarnya sangat 
rapuh.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke