Demokrasi Menentukan Nasib Sendiri Bukan Nasib Bangsa Lain !!!
                           
Umat Islam selalu membungkus dunianya dengan kebohongan2 untuk melestarikan 
kebencian2 warisan agamanya yang tidak boleh diubah sampai hari kiamat !!!

Jangan dipelintir bahwa karena Hamas menang suara pemilih lalu menganggap 
kemenangannya itu merupakan kemenangan Demokrasi.  Bukan, sama sekali bukan 
begitu wujudnya "Demokrasi".

Demokrasi itu adalah hak atau kebebasan rakyat untuk menentukan nasib bangsanya 
sendiri, sama sekali bukan menentukan nasib bangsa lain tetangganya untuk 
dimusnahkan meskipun begitu dijanjikan Allah dalam Quran yang enggak dipercaya 
diseluruh dunia.

Jadi Hamas yang meskipun dia berhasil menang suara didukung rakyatnya, ternyata 
kemenangannya itu dimanipulasi untuk memusnahkan Israel dan merebut tanah air 
bangsa Yahudi ini.  Itu bukan Demokrasi tapi "keDholiman" yang anti-demokrasi.

Sama aja ya, dikumpulan para perampok kalo anda terpilih menjadi pemimnpin 
bukanlah demokrasi karena organisasi rampok itu bukan organisasi yang bisa 
anggautanya menentukan nasibnya sendiri, nasib mereka ditentukan oleh 
pemimpinnya, dan organisasi yang didukung anggautanya ini menentukan nasib 
korban2nya.

Jadi organisasi terorisme tidak bisa dinilai sebagai wadah Demokrasi, tapi 
malah anti-Demokrasi seperti kasus Hamas ini.

Itulah sebabnya kenapa Hamas diblacklist UN sebagai organisasi Teroris yang 
harus ditumpas semua negara diseluruh dunia.

Demokrasi itu kebebasan memilih dalam memenuhi selera sendiri tanpa mengacak 
acak seleranya orang lain.  Jadi biarpun Hamas ini terpilih, tetap aja ditolak 
seluruh dunia karena anti-Demokrasi dengan mengesyahkan UU organisasinya untuk 
mengenyahkan bangsa Yahudi atas dasar kepercayaan salah dari agama Islamnya.


> muhammad isra <muhammad.i...@...> wrote:
> HAMAS Teroris??????
> Itu pandai2nya amrik saja..
> bukannya hamas pemenang pemilu
> mutlak yang pernah diprakarsai
> amrik israel ya?????

Anggauta UN itu khan bukan cuma Amerika dan Israel saja, tapi juga ada Cina, 
India, Russia dll, yang semuanya sudah sepakat bahwa Hamas itu organisasi 
terorist yang harus ditumpas bukan diberi bantuan.

Demokrasi itu artinya hak menentukan nasib bangsanya sendiri bukan hak 
menentukan nasib bangsa lain.  Jadi meskipun Hamas menang pemilu tapi dia sudah 
melanggar azas negara Demokrasi maupun HAM, dia menentukan haluan negaranya 
memusnahkan bangsa Israel dan merebut tanahnya sebagai mana umumnya negara 
penjajah.

Jadi dengan menguasai suara terbanyak untuk menjerumuskan dan mencelakakan 
bangsa Israel, itu bukan Demokrasi, bukan menegakkan HAM, tapi dinamakan 
TERORISME.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke