Posisi Amerika Sudah Pasti Mendukung Israel Tanpa Tawar2
Pemerintah Obama sudah dengan tegas dan jelas memberikan amanatnya, yaitu
mendukung segala keputusan dan kebijaksanaan Israel, dukungan ini tidak bisa
dipelintir kepada arti yang lain atau berbeda.
Pendirian pemerintah Amerika juga didukung semua negara2 didunia yang menjadi
anggauta UN.
Amerika adalah negara pelopor yang membentuk dan memimpin penumpasan terorisme
jihad Islam dimuka bumi ini dibawah satu kubu Internasional "War On Terror".
Amerika menolak dan menentang teroris Hamas yang bertekad untuk membantai
Yahudi dan mengusir orang Yahudi keluar dari tanah airnya untuk dijadikan
negara Syariah Islam dimana hanya agama Islam dan orang Arab saja yang boleh
hidup dimuka bumi ini.
Amerika secara persuasif telah mengirimkan pesan kepada semua kepala2 negara
didunia untuk membatalkan, mencegah dan melarang semua bentuk pengiriman
bantuan kepada Hamas dengan kedok "humanitarian aid", semua negara yang masih
keras kepala menentangnya akan menghadapi resikonya sendiri yang tidak akan
bisa dikeluhkan kepada UN.
Amerika menasihati bahwa semua bantuan yang mau masuk kewilayah Gaza HARUS
melalui pemeriksaan ketat pasukan Israel dan mendapatkan izin dari pasukan
Israel.
> "sunny" <am...@...> wrote:
> Anda tidak melihat bahwa solidaitas
> Indonesia untuk Palestina pada
> umumnya atas dasar agama, karena
> mayoitas penduduk Indonesia beragama
> Islam, kalau bukan atas dasar agama
> maka mereka juga demo melawan
> perang di Vietnam atau blokade USA
> terhadap Cuba.
>
Anda salah total, solidaritas Indonesia kepada Palestina mutlak atas dasar
solidaritas agama Islam, tidak ada kaitannya dengan agama yang bukan Islam.
Umat agama yang bukan Islam hanyalah terpaksa atau dipaksa untuk mendukungnya
se-mata2 karena menghindari pembakaran gereja, menghindari perusakan patung2
berhala, menghindari penjarahan, dan menghindari pemerkosaan massal yang
kesemuanya sudah berulangkali terjadi.
Coba dong anda ingat dulu paus yang menyatakan Islam sebagai agama paling
biadab didunia ini, langsung berakibat ribuan gereja2 katolik diseluruh dunia
dibakar oleh umat Islam domestiknya. Setelah kejadian itu, untuk meredakannya,
sebulan kemudian Paus bersedia meminta maaf, dan menyatakan bahwa Islam adalah
agama yang beradab dan merupakan agama yang membawa perdamaian.
Lalu kenapa Paus minta maaf ??? Sama saja, maksudnya dengan meminta maaf itu
kerugiannya lebih murah dibandingkan kalo gereja2nya dibakarin diseluruh dunia.
Jadi tidak benar kalo non-muslim dimanapun termasuk katoliknya menyalahkan
Israel yang melakukan blokade ini, karena kalopun tampaknya se-olah2 ada
dukungan, maka dukungan itu sifatnya cuma basa basi yang sama sekali tidak ada
implementasinya secara fisik. Tujuan pura2 mendukung ini se-mata2 untuk
menghindari kebencian dan permusuhan dari umat Islam agar tidak menjadi korban2
yang tidak perlu.
Sama saja, di UN itu cuap2 se-olah2 mendukung Hamas hanyalah basa basi saja,
karena secara adminstratif politik pun, Hamas itu sudah di blacklist sebagai
organisasi terorist yang wajib ditumpas.
Saya setiap harinya mengajar dikampus Universitas milik State yang terbesar di
USA, saya tahu banget, ada kegiatan mahasiswa2 dari negara2 Islam tertentu yang
melakukan kegiatan meminta senat mahasiswa untuk ikut berpartisipasi mendukung
Palestina dan menekan Israel untuk melepaskan blokade-nya, namun permintaan2
itu semuanya ditolak dengan suara bulat.
Meskipun begitu ketua senat mahasiswanya basa basi pura2 memberi dukungan, tapi
sebagai ketua senat dia tidak bisa berbuat banyak selain melaksanakan keputusan
suara terbanyak yang menentang dukungan terhadap Palestina. Agama Islam di
kampus sudah menjadi bibit parasit yang selalu mengganggu kuliah2 yang memaksa
para mahasiswa memberi dukungan kepada kelompok mereka dan memusuhi kelompok
lainnya.
Hal yang sama juga terjadi dinegara2 lainnya, namun negara lain tidak berani
menentangnya setegas yang dilakukan para mahasiswa di Amerika.
Ny. Muslim binti Muskitawati.