Agama Bukan Untuk Membedakan Benar Salah, Bukan Mengadili.
                                               
Jangan pernah anda gunakan agama sebagai alat untuk menimbang benar salah 
perbuatan seseorang, dan jangan sekalipun anda gunakan agama untuk mengadili 
dan menghukum seseorang, dan jangan gunakan agama untuk memaksakan kewajiban2 
apapun.  Agama cuma sebatas hiburan yang memberikan kebahagiaan kepada semua 
tanpa membedakan agamanya dan tidak membedakan percaya atau tidak percayanya.

Kalo agama dijadikan alat hukum maka hanya bencana, tragedy, dan penderitaan 
saja yang dihasilkan dari agama itu.

> Angelina Hendarto <angelina.henda...@...> wrote:
> Tidak perlu beragama atau menjadi
> bangsa apapun untuk mempunyai paradigma
> yang benar dan sahih. Buang nilai2
> sosial atau budaya atau agama yang
> kontra produktif dan jauh dari akal sehat
>

Untuk kasus2 lain mungkin anda benar misalnya dari aspek kebangsaan atau 
kenegaraan. Tetapi dalam kasus agama saya enggak bermaksud membuang nilai2 
sosial budaya ataupun agama meskipun betul kontra produktif.  Karena pada 
hakekatnya juga agama itu bukan pabrik untuk produksi, justru agama itu 
sebaliknya tidak punya produksi apapun tetapi malah buang2 dana saja.

Kita percaya agama itu bukan harus mempercayai seperti apa yang diajarkan agama 
itu sendiri.  Karena agama itu harus disamakan sebagai hiburan dimana dalam 
kita menghibur diri dengan filem2 tentunya harus mengeluarkan biaya bukan malah 
menghasilkan dana.  Agama tidak perlu benar sekedar untuk hiburan, agama tidak 
perlu benar sekedar untuk menjaga hubungan baik atau mengharmoniskan hubungan 
satu dengan yang lainnya.

Seperti juga kita nonton filem bisa senang bahagia meskipun filemnya itu 
cerita2 dongeng yang sama sekali jauh dari kebenaran, misalnya kita nonton 
filem "Superman", meskipun tidak mungkin ada orang yang bisa terbang, tapi 
karena itu hanya difilem tentunya kita harus mempercayainya saja pada saat itu 
sekedar menikmati nilai2 yang disajikan melalui angan2 si sutradaranya.  Bahkan 
untuk nonton filem bohong itupun anda harus keluar duit betulan bukan duit 
bohong2an.

Demikianlah, tujuan beragama yaitu sekedar hiburan karena agama itu merupakan 
kerja angan2 manusia mereka yang mempercayainya, sama juga filem itu merupakan 
angan2 sutradaranya yang ditonton mereka yang menyukainya.

Artinya anda enggak bisa gebukin seseorang karena orang itu bilang filem yang 
anda tonton itu ngibul, tidak masuk akal, dan anda menganggap orang itu 
menghina filem kesukaan anda jadi sama dengan menghina anda dan anda berjihad 
membunuh orang ini.  Naah...  kalo sudah main gebuk, main bakar gereja, main 
jarah sesama umat, hingga main bunuh mereka yang tidak sama angan2nya.....  ini 
sudah bukan lagi angan2 tetapi tragedi atau malapetaka nyata diluar angan2 
siapapun juga.

Agama itu harus diletakkan cuma sebatas hiburan dan sebagai hiburanpun anda 
bebas ber-ganti2 filem yang anda sukai sesaat itu saja dan mungkin tidak suka 
disaat lainnya.  Jadi agama hanya berlaku dalam membagi kebahagiaan saja kepada 
semuanya, bukan membagi bencana, malapetaka atau hukuman kepada mereka yang 
anda anggap tidak percaya.

JANGAN sekalipun menggunakan agama sebagai rujukan keadilan, jangan juga 
menggunakan sebagai rujukan hukum, apalagi sebagai rujukan benar salahnya 
seseorang, itu tidak boleh, itu salah, dan itu sudah diluar konteks agama 
damai, diluar konteks agama yang membahagiakan.  Dalam kasus ini agama menjadi 
bencana.

Demikianlah, dari contoh2 diatas kita bisa memahami bahwa Syariah itu adalah 
Hukum Islam padahal seperti yang saya bilang, agama bukan alat hukum, bukan 
alat untuk mengadili, sehingga Syariah Islam ini jelas salah, jelas 
menyesatkan, jelas harus dilarang.  Dan demikianlah nyatanya, Bung Karno 
sebagai "the Founding Father" bangsa Indonesia telah menolak Syariah Islam 
secara tegas meskipun beliau beragama Islam.

Kalo saja anda mau memahami hal2 begini, maka benar2 agama memberi kebahagiaan 
kepada semua, contohnya, hari natal kita makan bersama umat Kristen, lebaran 
kita berpesta bersama umat Islam dan hari Waisak kita bertamasya bersama umat 
Hindu. Dan banyak lagi yang bisa kita ciptakan dari nilai2 agama yang tidak 
produktif ini, dan penuh legende2 ngibul ini.

Yang jelas agama sekarang ini bisa menghasilkan milyardan dollar hanya menjual 
buku dan jual khotbah2 di media audio, video, ataupun hanya dengan mulut saja.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke