Refleksi : Islam menolak kebencian dan fitnah, tetapi bagaimana dengan SBY 
sendiri terhadap hal tsb? 

http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2010/06/05/5508.html

Sabtu, 5 Juni 2010, 20:56:33 WIB
Pembukaan MTQ Nasional XXIII Bengklulu

Islam itu Menolak Kebencian dan Fitnah

Bengkulu: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, Sabtu 
(5/6) pukul 19.35 WIB menghadiri acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran 
(MTQ) Nasional XXIII di Arena Utama Kompleks Sekolah Tinggi Agama Islam, 
Bengkulu. Kedatangan Presiden disambut Menteri Agama Suryadharma Ali yang sudah 
terlebih dahulu berada di tempat acara.

Dalam sambutannya, Menag Suryadarma Ali mengatakan bahwa Al-Quran adalah sumber 
utama yang sangat berperan dalam kehidupan muslim. "Oleh karena itu, Al-Quran 
wajib untuk dipelajari," kata Suryadharma.

Penyelenggaraan MTQ ke-23 yang diikuti 2.300 lebih peserta atau kafilah ini, 
menurut Suryadarma Ali, sudah jauh lebih baik dari MTQ sebelumnya. Hal ini 
ditandai dengan bertambahnya jumlah cabang yang dikompetisikan, yaitu 7 cabang 
perlombaan. Diantaranya Tafsir Al-Quran 3 golongan, Tilawah 6 golongan, dan 
Fahmil Quran.

Sementara itu, pada awal sambutannya Presiden SBY selain menyinggung soal peran 
serta Bengkulu dalam pergerakan kebangsaan di tanah air, juga menyinggung 
tentang julukan Bengkulu sebagai `Bumi Raflesia` dan masyarakat Bengkulu juga 
memiliki upacara adat Tabot. "Upacara dari kearifan lokal dan tradisi Islam, 
yang setiap tahun dirayakan secara meriah pada tanggal 1 hingga 10 Muharram," 
kata SBY. 

Terkait pelaksanaa MTQ kali ini, Presiden menyatakan bahwa musabaqah ini secara 
rutin diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan 
isi yang tersirat dan tersurat dalam Al Qur'an.

Selain itu, mengenai tema MTQ ke-23 kali ini, yaitu `Dengan MTQ Nasional XXIII 
Tahun 2010, Kita Tingkatkan Persaudaraan, Persatuan dan Kesatuan Bangsa`, 
Presiden mengatakan tema ini sejalan dengan tujuan kita dalam kehidupan 
berbangsa dan bernegara. "Kita ingin negara kita tetap utuh dan bersatu. Dan, 
kita juga ingin mewujudkan Indonesia menjadi negara yang sejahtera, demokratis, 
dan berkeadilan," ujar Presiden SBY.

Al Quran, lanjut SBY, selain sebagai pedoman hidup bagi umat manusia untuk 
mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, juga merupakan sumber inspirasi 
yang tidak pernah kering. "Semakin kita dalami Al-Quran, semakin kita yakin 
akan kebenaran firman Allah SWT. Semakin kita baca dengan lantunan yang indah, 
semakin terasa kedamaian dan kesejukan dari pancaran kandungan isinya," SBY 
menegaskan.

Menurut Presiden, pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai universal dari Al 
Quran, dapat memberikan kontribusi dalam membangun tatanan dunia yang aman, 
adil, dan bermartabat. "Tatanan dunia yang dibangun di atas nilai-nilai 
ke-Tuhanan yang luhur dan agung, serta nilai-nilai kemanusiaan universal," SBY 
menambahkan.

Selanjutnya, Presiden mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk menunjukkan 
kepada dunia bahwa sesungguhnya Islam itu teduh dan damai. Islam itu cinta 
keadilan dan menjauhi kekerasan. Islam itu menolak kebencian dan fitnah. Islam 
itu selalu menganjurkan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah. "Dengan 
mengedepankan nilai-nilai itulah, insya Allah, kita dapat membangun kokohnya 
toleransi, solidaritas, dan kebersamaan di antara umat manusia di muka bumi 
ini," SBY menandaskan.

Turut hadir dalam pembukaan MTQ kali ini, antara lain, Mensesneg Sudi Silalahi, 
Mendiknas Muhammad Nuh, Meneg Koperasi dan UKM Syariefuddin Hasan, Gubernur 
Bengkulu Agusrin M Najamudin, dan sejumlah duta besar dari negara sahabat. (yun)





Link Terkait:
  a.. Presiden: Tanpa Reservasi, Indonesia Mendukung Palestina Merdeka


  b.. Sambutan Pembukaan MTQ XXIII Bengkulu


  c.. Tiba di Bengkulu

Kirim email ke