Meskipun Syah Blokade Israel Harus Dianggap Tidak Syah !!!
                                               
Indonesia ternyata tidak bersikap netral, tapi berpihak kepada yang salah 
karena solidaritas sesama Islam.  Biar salah kalo Islam harus dianggap 
benar....  ini tentunya tidak benar.

Berita2 di Indonesia menyesatkan rakyat, menyalahkan Israel yang tidak salah 
dan sebaliknya membenarkan Flotilla yang jelas2 salah.

Berita kompas dibawah ini memberitakan kebohongan, se-olah2 PBB menyatakan 
blokade Gaza oleh Israel sebagai tidak syah berdasarkan hukum Internasional, 
namun dalam isi beritanya, ternyata secara hukum Internasional itu blokade 
Israel ini syah, tapi menjadi tidak syah kalo dianalysis oleh ulama.

==============================================
http://internasional.kompas.com/read/2010/06/06/08190355/PBB:.Blokade.Israel.atas.Gaza.Tidak.Sah

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pillay, Sabtu (5/6/2010), 
MENILAI bahwa blokade Israel atas Jalur Gaza adalah tidak sah dan harus 
dicabut. Ia menyatakan, meskipun blokade itu TERNYATA sah menurut hukum 
internasional, operasi militer Israel terhadap armada kapal bantuan Mavi 
Marmara harus dianalisis bersama dengan kewajibannya untuk memperbolehkan 
bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
==============================================


Jadi silahkan anda baca sendiri bagaimana cara media Kompas memplesetkan kata2 
yang TERNYATA syah menurut hukum Internasional, tapi Navi Pillay menilai 
blokade Israel ini harus dinilai tidak syah.

Sikap politik luar negeri RI yang seperti ini akan pasti mencelakakan negeri 
ini sendiri dimasa depannya.  Karena ternyata tidak ada satupun negara didunia 
termasuk Arab, Palestina, Yordania dan Mesir yang menganggap blokade ini tidak 
Syah.

Negara yang menganggap Israel bersalah hanya satu yaitu Turki karena mereka 
terbanyak yang mati tertembak dan terbanyak orang2 Turki yang terbukti jadi 
kaki tangan alQaeda yang sekarang semuanya dipenjarakan di Israel.  Bahkan 
pemerintah Malaysia sekalipun tidak mengeluarkan statement resmi menyalahkan 
Israel, kecuali Indonesia tentunya.

Tetapi memang saya pribadi juga mengetahui bahwa RI mengutuk dan menyalahkan 
Israel hanya berdasarkan omongan SBY, padahal kenyataannya belum tentu SBY 
melakukannya.  Namun atas desakan politik partai2 Islam gurem yang mendukung 
Syariah Islam, ternyata SBY dikejar terus untuk mengambil tindakan tegas 
terhadap Israel meskipun melalui perantara seperti Amerika.

Memang, kalopun SBY melakukan hal itu, dari sekarangpun saya berani memastikan 
akan gagal karena hubungan RI-Amerika tidak sebagus seperti apa yang diimpikan 
SBY.  Amerika memasang jarak terhadap Indonesia, dan tidak ada tanda2 bahwa 
Amerika memerlukan peranan Indonesia di Internasional, dan tidak ada 
kepentingan Amerika dengan Indonesia.  Namun para ulama dan politikus dari 
partai2 gurem Islam yang menjunjung Syariah Islam tetap yakin bahwa Amerika 
butuh RI, dan kita harus mendikte Amerika menekan Israel.  Memang ini bukan 
kenyataan dan betul2 mimpi yang terlalu muluk, sehingga untuk mimpi juga kecil 
kemungkinannya bisa kesampaian.

Namun sikap ini harus sangat kita sesalkan, karena ternyata negeri kita 
berpihak kepada yang jelas2 salah hanya karena solidaritas Islam yang sama 
sekali tidak menguntungkan negeri ini, karena Islam yang mana yang mau 
disolidaritaskan itu???  ternyata adalah Islam yang dimusuhi mayoritas Islam 
didunia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke