Refleksi : Punah tak apa! Pada pokoknya sudah diciptakan raja-raja kayu dan 
para pentinggi rezim menjadi  oknom-oknom kaya raya  hidup di alam kemewahan. 
Dirgahayu NKRI. 

http://www.pikiran-rakyat.com/node/115133

Hutan Indonesia akan Punah pada 2022
Jumat, 04/06/2010 - 18:14 
JAKARTA, (PRLM).- Indonesia saat ini menempati peringkat keempat di dunia untuk 
jumlah spesies langka, dengan lebih dari seribu spesies terancam punah. Saat 
ini, hanya ada kurang dari 54.000 orangutan Borneo (terancam punah) dan 6.600 
orangutan Sumatera (sangat terancam punah) di alam bebas.

Hal itu terungkap dalam seminar bertajuk "Seminar untuk Mencari Persamaan: 
Orangutan, Masyarakat, dan Hutan", yang diselenggarakan oleh Program Layanan 
Konservasi Orangutan (Orangutan Conservation Services Program/OCSP) dan Badan 
Pembangunan Internasional Pemerintah AS (USAID) di Jakarta, seperti disampaikan 
dalam rilis yang diterima "PRLM", Jumat (4/6) sore. Seminar yang merupakan 
bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni) ini,difokuskan 
untuk memastikan kelangsungan hidup spesies yang paling dikenal di Indonesia, 
yakni orangutan.

Kunci untuk kelangsungan hidup orangutan adalah membangun keseimbangan antara 
tujuan-tujuan pertumbuhan ekonomi dan konservasi yang tampaknya saling 
bertentangan. "Seminar ini menjadi forum ideal bagi semua pihak yang terlibat, 
yang kadang kala terlibat konflik dengan satu sama lainnya, untuk mengeluarkan 
kekhawatiran-kekhawatiran mereka dan mencari solusi bersama untuk 
masalah-masalah yang mempengaruhi sumber daya alam dan kekayaan hayati 
Indonesia yang paling berharga," kata Paul Hartman dari OCSP. 

Program Lingkungan Hidup PBB memperkirakan bahwa dengan laju penyusutan hutan 
Indonesia sebesar 98% maka hutan Indonesia akan punah pada tahun 2022, terutama 
sebagai akibat dari pembangunan perkebunan kelapa sawit yang tidak terkontrol.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa industri minyak kelapa 
sawit menyumbang 4,5% dari Produk Domestik Bruto pada 2009, serta menopang mata 
pencaharian dari sekitar 13,2 juta orang. (A-133/das)***

Kirim email ke