Hanya Tunduk Perintah Allah, Bukan Hamas, Abbas Atau Haniyeh !
Tujuan Hamas tidak bisa di-tawar2 yaitu memusnahkan bangsa Yahudi yang dalam
Quran dikatakan telah menghianati Allah yang diakhir zaman harus sudah ditumpas.
Membunuh semua Yahudi dan merebut negaranya, itulah motivasi Syariah Islam yang
menjadi landasan Hamas dan diimani setiap umat Islam diseluruh dunia.
Muslimin dimanapun termasuk di Gaza dan Westbank, hanya tunduk kepada perintah
Allah bukan perintah Hamas, Abbas, atau Haniyeh.
Lalu gimana mungkin Hamas, Abbas dan Haniyeh bisa memerintahkan pengikutnya
untuk menghentikan serangan kepada Israel kalo para pengikutnya menolak tunduk
kepada perintah mereka ??? Kecuali Allah yang memerintahkan, barulah semua
muslimin akan tunduk menghentikan serangan kepada Israel.
> > A SENIOR Hamas figure says
> > suicide bombings in Israel
> > have been abandoned because
> > they are "a tool which is
> > not effective". Ahmed Yousef,
> > a top adviser to Hamas Prime
> > Minister Ismail Haniyeh, told
> > The Weekend Australian in his
> > Gaza office that suicide
> > bombings - which he called
> > "martyrdom operations" -
> > damaged Hamas
> "utusan.allah" <kesayangan.al...@...> wrote:
> Kalau berita ini confirmed maka
> keputusan Hamas itu sungguh tepat:
> menuntut diakuinya hak-hak azasi
> orang Palestina, termasuk hak
> untuk kembali ke kampung
> halamannnya tidak bisa dicapai
> dengan jalan kekerasan.
>
Wah... Kalo pernyataan Hamas sih enggak mungkin ada yang tepat, karena
pernyataan begini juga sudah dikeluarkan lebih dari 10 tahun yang lalu, bahkan
pernah sudah secara tertulis dalam camp david agreement.
Kita harus memahami akarnya gerakan ini dulu sebelum meyakini tepat tidaknya
apa yang dikatakan Hamas.
Akar perjuangan Hamas adalah mendirikan Syariah Islam dimuka bumi ini, bukan
cuma diatas tanah Gaza saja. Sama saja, Arab Saudia juga bertekad mendirikan
Syariah Islam versinya sendiri meskipun bertolak belakang dengan versi Syariah
Islam Hamas.
Essensi dari ditegakkannya Syariah Islam adalah "Pelanggaran HAM", karena dalam
Syariah Islam hanya diakui satu2nya agama yang benar hanyalah Islam sedangkan
yang lainnya dilarang disebut agama dan dilarang melakukan ibadan agamanya
persis seperti yang terjadi di Arab Saudia. Waktu ada turis India yang dari
Jeddah kesasar ke Mekah, langsung diangkap dan waktu mau dipenggal kepalanya,
sang isteri yang mendapatkan telepon dari suaminya memohon bantuan kedutaan
Amerika di India. Akhirnya dari perundingan dengan pemerintah Amerika, maka
turis India itu berhasil dibebaskan.
Berdasarkan HAM, dunia ini milik kita bersama bukan milik satu umat agama saja,
kita harus menghormati setiap kepercayaan yang artinya dilarang menghancurkan
patung2 yang disembah oleh umat agama lainnya seperti yang diwajibkan dalam
Syariah Islam.
Demikianlah, tidak ada tawar menawar bagi Syariah Islam, bahwa setiap umat
Islam tidak bisa hidup satu atap dengan agama lainnya.
Jadi, lebih baik Gaza dan Westbank yang sekarang sudah berada dan sudah menjadi
wilayah Israel dipertahankan saja dibawah pemerintah Israel dimana semua agama,
etnis dan bangsa bisa tinggal bersama diatas tanan dan langit yang sama
berdasarkan hukum yang merujuk kepada HAM katimbang dijadikan wilayah Syariah
Islam sehingga banyak orang harus diungsikan keluar dari wilayah tsb.
Kalopun nantinya suatu saat Israel akhirnya berhasil ditekan dunia untuk
menyerahkan wilayah ini kepada Hamas, perdamaian dan keamanan tetap tidak akan
berlangsung, karena sesama Islam sendiri saling membunuh. Bahkan Hamas sendiri
tidak mampu mengontrol dan mengendalikan pengikutnya sehingga meskipun sudah
gencatan senjata tetap saja pengikutnya atas inisiatif dan kreasi mereka
sendiri tetap melakukan serangan atas motivasi keimanan kepada Islamnya.
Ingat, muslimin hanya tunduk kepada hukum Allah, bukan kepada Hamas, Abbas,
raja Arab, atau kepada MUI.
Hal inilah yang menjadi jaminan, bahwa,
Gaza dan Westbank dibawah Israel akan jauh lebih aman katimbang dibawah Hamas
atau Abbas.
Ny. Muslim binti Muskitawati.