Refleksi: Bagus sekali kalau listrik digratiskan untuk masyarakat miskin, 
pernyataan ini tentunya dari hati  nurani direktur pro rakyat:-)

 Tetapi, ada tetapinya,  kalau listrik gratis untuk masyarakat miskin pasti 
angka jumlah orang miskin bertamabah banyak, sebab mereka yang kaya-kaya atau 
kaum berada nan rakus akan turut menyatakan diri miskin agar mendapat listrik 
grastis.  

Kalau ternyata jumlah orang miskin bertambah banyak dan lebih tinggi dari angka 
BPS, maka muka bopeng NKRI akan tambah bopeng di mata dunia. Jadi supaya tetap 
cantik sekalipun bopeng, langkah mengratiskan listik kepada kaum miskin akan 
dipersukar untuk diimplementasi oleh rezim neo-Mojopahit yang berkarakter 
feodal, disebabkan anggota-anggota rezim adalah pengusaha. Apalagi perusahaan 
listrik akan diserahkan kepada modal swasta dan asing untuk mengolah, maka 
sebagai pengolah listrik tentu mereka selalu menghendaki laba sebesar mungkin. 
Jadi pendapat boleh diusulkan,  enak didengar atau dibaca. Tetapi, kenyataan 
akan berbicara lain.

http://www.antaranews.com/berita/1276326444/dirut-pln-gratiskan-listrik-untuk-masyarakat-miskin

Dirut PLN: Gratiskan Listrik Untuk Masyarakat Miskin
Sabtu, 12 Juni 2010 14:07 WIB | Ekonomi & Bisnis | Makro | 
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Persero 
(PLN) Dahlan Iskan mengusulkan agar listrik untuk masyarakat miskin 
digratiskan, sementara untuk yang lain disesuaikan tarifnya dengan harga pasar.

"Saya serius, yang miskin gratis saja, sudah kita cetuskan, di DPR kemarin, 
pemerintah belum ada tanggapan dikira saya guyon, saya serius, " katanya dalam 
acara diskusi TDL yang diselenggarakan Forkem dengan Kementrian Koordinator 
Perekonomian di Pulau Bidadari, Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan masyarakat miskin tersebut adalah mereka yang mempunyai listrik 
450 Kwh yang diperkirakan mencapai 20 juta pelanggan. " Atau kira-kira memiliki 
lima lampu bolam ditambah dengan TV, Radio, VCD, rice cooker bergantian dengan 
setrika dan kipas angin. Jumlahnya" katanya. 

Ia mengatakan, dengan skema rakyat miskin gratis sementara untuk masyarakat 
lainnya membayar sesuai tarif pasar maka PLN akan untung.

Ia memperkirakan untuk menggratiskan masyarakat miskin maka pihaknya akan 
kehilangan pendapatan sekitar Rp1,5 triliun, sementara pendapatan dari 
masyarakat lainnya yang membayar sesuai tarif akan meningkat Rp20 triliun. 

"Kalau sampai hati, maksudnya diluar masyarakat miskin membayar penuh sesuai 
pasar bisa Rp40 triliun," katanya.

Ia menambahkan, usul tersebut merupakan usul konkret untuk membela masyarakt 
miskin. "Karena selama ini yang menolak kenaikan tarif listrik selalu 
memberikan alasan untuk rakyat miskin, jadi ini usul konkret untuk rakyat 
miskin," katanya. 

Ia mengatakan, selama ini pihaknya selalu merugi dan mendpatkan subsidi karena 
untuk biaya produksi mencapai Rp1.200 per Kwh, sementara harga jual rata-rata 
hanya Rp650 per Kwh. Sehingga kalau kenaikan 10 persen tetap saja akan merugi 
dan harus disubsidi pemerintah. 

Dengan adanya skema diatas menurut dia, PLN akan dapat memperoleh keuntungan 
dan tidak perlu mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Namun demikian, menurut dia hal ini agak sulit, karena harus menaikan tarif 
hingga 100 persen. 

Selain itu, ia juga mengusulkan bisa juga dengan mekanisme subsidi langsung ke 
rakyat. Jadi subsidi ke PLN yang mencapai Rp50 triliun lebih tersebut, tidak 
diberikan ke PLN tapi langsung ke masyarakat.

"Dan rakyat membayar sesuai tarif, ini justru akan lebih mendorong penghematan, 
jadi bukan perusahaannya yang disubsidi," katanya.
(M041/A024)

Kirim email ke