Refleksi: Lebih enak menjadi koruptor bila dibandingkan dengan pencuri kambing, ayam, beras, mangga, uang recehan etc, sebab tidak ada yang berani menghajar koruptor sampai peot atau mati. Kalau koruptor dimasukan penjara pun masih tetap enak bin nyaman, diberikan kamar (sel) sendiri, makanan beda dengan pencuri atau kriminal biasa. Makanan bergizi nan enak didatangankan dari rumah atau restauran kelas wahid tiap hari. Fasilitas TV, kompur, telefon diberikan. Weekend bisa bersama isteri dan anak-anak di rumah atau ke rumah pacar bin gundik. Jasmaniah dan rochaniah selalu segar diservice.
Penjara bagi koruptor adalah bagaikan diistirahatkan dari aktitivitas yang dibiasa dilakukan tiap hari. Sehabis hukuman penjara, duit hasil panen korupsi sudah bemamak biak menjadi lebih banyak lagi, dan bisa langsung tamasya ke luar negeri, ketempat-tempat indah yang dibicarakan kaum berduit. Bagi pencuri setelah waktu pencara dijalankan tetap saja dan bertambah tua. Korupsi akan selalu mekar dalam genggaman kekuasaan rezim neo-Mojopahit. Hidup korupsi dan jayalah koruptor! hehehehe http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/06/13/119642-maling-kambing-dihakimi-massa-hingga-tewas Maling Kambing Dihakimi Massa Hingga Tewas Ahad, 13 Juni 2010, 11:58 WIB REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR--Nasib sial dialami dua tersangka pencuri ternak kambing. Eman dan Cece alias Icuy dipergoki warga Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Sabtu (12/6) dinihari. Salah seorang pelaku, Eman, warga Kampung Sari, Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, tewas dihajar warga yang emosi. Sementara rekannya, Icuy, masih beruntung walau sekarang ia dalam perawatan di ruangan instalasi gawat darurat Rumah Sakit Palang Merah Indonesia, Bogor. Kondisinya kritis. Kedua tersangka maling kambing ini, menjadi bulan-bulanan warga yang resah dengan ulah komplotan maling kambing yang sering beraksi di tempat tinggal mereka, akhir-akhir ini. "Aksi main hakim warga karena mereka terlanjur kesal dengan maraknya pencurian kambing di kampung mereka," kata Kapolsek Cibungbulang, AKP Amas, Ahad (13/6). Kedua tersangka memang sudah dicurigai warga sebagai pelaku pencurian kambing. Hanya saja warga belum mendapatkan bukti. Hingga pada hari kejadian, warga memergoki keduanya tengah membawa dua ekor kambing hasil curian. Warga pun beramai-ramai menghakimi keduanya. Saat petugas tiba, kedua tersangka sudah babak belur. Sementara itu, orang tua Icuy, Jarim, mengaku ia tidak tahu kalau anaknya terlibat aksi pencurian kambing. "Yang saya tahu, sehari-harinya anak saya bekerja sebagai tukang ojek," kata Jarim. Menurut Kepala Desa Pasarean, Anshori, ada sekitar 19 kali kejadian pencurian kambing di desanya. Namun selama ini warga belum bisa membuktikan siapa pelakunya. Red: irf
