Minyak Tanah Yang Ricuh Dari Antrean, Harga, dan Penyalurannya
                            
Dalam antrean bukan cuma dorong2an, tapi juga main tubles2an ngebocorin jerikan 
sesama saingan pengantrinya.

Harga dalam satu antrean berbeda dari antrean ditempat lainnya, bisa lebih 
mahal bisa lebih murah tergantung antrean ini milik partai mana.

Dalam penyalurannya, juga ada sogok2an agar tangki yang satu bisa mendapatkan 
penyaluran yang melebihi dari jatah, dan tangki yang kecil nyogoknya bisa malah 
lebih kecil dari jatahnya.

Jadi ricuhnya distribusi minyak tanah ini ada penyebab sengaja dan ada penyebab 
yang tidak disengaja, tapi kesemuanya ini demi kemakmuran bersama sehingga 
partai besar dan partai gurem bisa sama2 memiliki sumber dana agar roda 
partainya bisa tetap berputar.

>
> "sunny" <ambon@> wrote:
> Refleksi : Mengapa supply kebutuhan
> se-hari2 bagi penduduk terbengkalai?
> Bukankah  masalah seperti ini
> seharusnya tidak terjadi, apabila
> pemerintah berpihak kepada
> kenpentingan rakyat.
> 

Susahnya, pemerintah sudah berpihak kepada rakyat melalui partai2 politik.  
Tetapi tentunya yang didahulukan partai2 koalisinya agar jangan berkhianat.  
Kalo pemerintah mengutamakan partai2 koalisinya, maka dalam partai2 koalisi itu 
ada kroni2 lagi dalam partai masing2. Jadi jangan heran kalo pembagian itu 
diutamakan kepada kroni2 ini yang banyak menyumbang dana bagi masing2 partainya.


> "kim" <kim3h...@...> wrote:
> Jadi yg namanya minyak tanah itu
> pemerintah musti beli keluar.
> Beli 10 perak, dijual kerakyat
> 6 perak. kalo digambarkan seperti
> itu sih. Ada subsidi. pemerintah
> menghimbau rakyat menggunakan gas.
>

Enggak beda, gas atau minyak tetap penyalurannya ke rakyat melalui partai 
koalisi, dan oleh partai koalisi disalurkan melalui kroni2.  Dengan cara 
beginilah partai koalisi baru bisa hidup.  Kalo tidak pakai cara begini, 
darimana partai dapat dana agar bisa beroperasi bikin demo2 ????

Jadi penyebabnya bervariasi banyaknya, penyebab alam terkait sumber tambangnya, 
penyebab management terkait korupsi negara, penyebab politik terkait partai2 
koalisi, dan penyebab pribadi terkait kroni2.

Cara memperbaikinya sih jelas, yaitu dimulai dari presidennya yang harus turun 
tangan langsung dengan bekal pengetahuan managerial, politik, dan ekonomi 
sehingga faktor2 korupsi bisa diminimized.  Perusak yang paling berat adalah 
Agama Islam, karena ulama dan umat bersatu padu ingin menguasai negara dalam 
menegakkan Syariah Islam meskipun harus mengorbankan ekonomi menjadi bertambah 
kacau.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









Kirim email ke