Refleksi : Bagaimana menkomifo, Taiful Sembiring bisa menjadi seorang ahli 
dalam bidang porno, kalau tidak melihat video atau lebih bagus lagi untuk 
mempertinggi mutu keahlian dalam bidang surga dunia ini tidak bisa lain dari 
pada turut berpartisipasi. Dengan keahliannya yang diperoleh dari parisipasi 
ini menkoinfo bisa mampu memberikan informasi terperinci dan tepat kepada umum 
tentang konsekwensi berporno-parni.

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=e3d23b257cd19c27ca38fb7a8eeb9cd1&jenis=c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b


Menkominfo Terseret Kasus Video Porno 


Rabu, 16 Juni 2010 | 12:17 WIB 
Jakarta - Kasus video mesum dengan pelakon mirip Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari 
menyeret lebih banyak pihak. Salah satunya Menteri Komunikasi dan Informatika, 
Tifatul Sembiring yang hari ini mengadakan rapat kerja dengan Komisi I DPR, 
Rabu (16/6). 

Secara resmi rapat itu membahas seputar dunia informasi dan komunikasi, namun 
kasus video mesum mirip artis itu dipastikan menjadi salah satu bahasan.

"Mungkin salah satunya isu terakhir, soal video yang mirip Ariel-Luna Maya," 
kata Effendy Choirie, salah satu anggota Komisi I asal daerah pemilihan Jatim, 
pagi tadi.

Menurut Gus Choi, begitu ia biasa dipanggil, DPR perlu mengetahui pendapat 
Menkominfo karena pandangan para anggota DPR mengenai kasus ini berbeda-beda. 
"Kalau saya pribadi, soal video itu mesti diproses secara hukum. Yang penting 
dipercepat prosesnya," katanya.

Gus Choi mengatakan, perbuatan asusila yang terjadi dalam video itu, dalam 
konteks agama dan moral-sosial tidak bisa dibenarkan. "Tapi itu urusan pribadi 
mereka," kata Gus Choi. "Masing-masing orang punya hak berbuat mesum atau 
berbuat baik, itu urusan mereka pada Tuhan," lanjutnya.

Meski begitu, pemerintah, kata Gus Choi, harus bertindak supaya penyebaran 
video itu tidak meluas. Kepolisian harus bertindak cepat atas nama kepentingan 
publik. "Penyebaran video melalui media maya menggunakan gelombang frekuensi, 
gelombang elektromagnetik, itu kan sebetulnya harusnya digunakan 
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, tetapi oleh oknum tertentu dijadikan alat 
menyebarkan asusila," ujar Gus Choi. "Negara harus bertanggung jawab, kenapa 
mereka begitu gampang menggunakan itu," tegasnya

Sebelumnya, Tifatul meminta Ariel, Luna Maya dan Cut Tari bersikap terbuka  
hingga bisa membantu penyelidikan kepolisian. Tifatul mengingatkan sesungguhnya 
yang menjadi korban video mesum tersebut adalah masyarakat, bukan pelakunya. 
Sebab para orangtua jadi gelisah lantaran khawatir anak-anak mereka ikut 
menyaksikan adegan-adegan mesum tersebut. 

"Saya imbau supaya mereka bersikap gentle. Videonya ada dan tersebar luas, tapi 
tidak ada yang mengaku bertanggung jawab," kata Tifatul.

Ariel dan Luna Maya sendiri sepertinya tidak lagi bungkam terkait kasus ini. 
Pasangan penyanyi dan presenter ini dikabarkan akan curhat di stasiun televisi 
luar negeri, CNN. Hal itu diungkapkan pengacara mereka, O.C. Kaligis.

"Dia (Luna Maya) bilang mau ngomong di CNN, di Metro (TV) juga," ujarnya.

Sebelumnya, Luna merasa tidak harus bicara di media. Menurut Luna tidak mudah 
menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Ariel karena sulit 
mengubah opini masyarakat.

"Kita (Kami) ngomong pun, media sudah memberikan opini-opini yang tidak 
terjadi. Kita nggak tahu apa yang terjadi nanti. Kita nggak mungkin hanya 
sekali bilang nggak, nggak, nggak atau iya, iya, iya, dan bisa mengubah opini 
publik," kata Luna saat diwawancarai TVOne, Selasa (15/6).

Beredarnya video porno itu membuat Ariel dan Luna merasa dirugikan. Mereka pun 
sudah mencurigai pelaku penyebar video porno yang menggemparkan itu.

"Ada yang ingin hal ini terjadi. Ada beberapa orang yang kami curigai," ujar 
Boy Arvian, tim pengacara Ariel dan Luna, tanpa menyebut nama-nama yang ia 
curigai.

Saat diwawancara TVOne, Ariel merasa sebagai korban pembunuhan karakter. Jika 
merasa sebagai korban, mengapa Ariel tidak lapor polisi?

"Ya nantilah, ini, kan, lagi proses siapa sih pelaku sebenarnya," kata Boy. 

Kirim email ke