Seharusnya Paus Minta Maaf Kepada The Beatles !!!
Masih aja masyarakat pembaca dalam milis ini tidak bisa membedakan mana yang
benar dan mana yang salah. The Beatles sama sekali tidak menghina agama
Nasrani ataupun Katolik. Apa yang dianggap sebagai kesombongan bukanlah
pelanggaran kriminal, setiap orang boleh dan berhak sombong dan ini tidak
merugikan siapapun juga. Dimana ada aturan bahwa orang sombong harus dibunuh
????
Apalagi yang dianggap kesombongan The Beatles se-mata2 taktik promosi saja yang
sama sekali tidak menghina atau merugikan umat manapun juga. Kalo dianggap
sombong, silahkan dibantah saja, bukan malah dihujat agar umat menjadi marah
kemudian membunuhnya !!!
Meskipun kata2 The Beatles dirasakan sebagai kesombongan, tapi pernyataannya
sama sekali TIDAK SALAH, karena dizaman hidupnya Yesus memang betul Yesus itu
tidak terkenal sama sekali, apalagi dizaman itu belum ada media berita seperti
dizaman sekarang ini. Kalopun mau dibandingkan jumlah pengagum Yesus dimasa
hidupnya, maka para pengagumnya cuma berjumlah ribuan saja, sedangkan pengagum
The Beatles sudah dalam hitungan milyardan.
Bahkan para pengagum The Beatles juga mayoritasnya beragama Nasrani yang tidak
menjadi kalap mendengar ucapan the Beatles ini. Bencana baru terjadi setelah
pernyataan Paus yang menggerakan segelintir pembunuh2 fanatis ini. Seharusnya
Paus menyadari akibat dari ucapannya yang bisa mengambil korban jiwa yang tidak
seharusnya.
Singkat cerita, Vatican dan Paus SALAH BESAR dalam kasus ini, dan harus meminta
maaf kepada The Beatles, keturunannya, dan juga para penggemarnya.
> "johny_indon" <johny_in...@...> wrote:
> memberi maaf pada orang yg udah mati
> itu hampir ngga ada gunanya. atau
> jangan2 orang2 di vatikan ngga tau
> kalau the beatles udah bubar?
Bukan cuma "hampir" tidak ada gunanya, TETAPI memang "sama sekali" tidak ada
gunanya bagi the beatles ataupun para penggemarnya. Memberi maaf kepada The
Beatles juga cuma merupakan promosi atau dakwah sang Paus baik kepada umatnya
dan juga kepada umat lainnya untuk menarik simpati dan menambah umat
pengemarnya. Ini cara2 licik dan tidak manusiawi. Meskipun bukan kriminal
tetapi "Amoral" dan "Unethical" yang sebagai manusia yang berdiri diatas
kebenaran, AKU MENGUTUK PAUS atas cara2 yang memalukan ini.
> "ndeboost" <rambitesemak@> wrote:
> Pada puncak ketenarannya, The
> Beatles telah menjadi sombong dan
> mengatakan diri mereka 'lebih
> besar dari Yesus'.
Yang sombong itu malah umat Kristen, agama Kristen, Paus beserta umat
Katoliknya. Karena pada hakekatnya pernyataan the Beatles itu se-mata2 cuma
taktik promosi, apa bedanya dengan petinju sebelum bertanding sesumbar akan
memukul KO lawannya dironde ke-3, setelah bertanding malah dianya sendiri yang
KO dironde ke-1.
Tapi ini merupakan bagian dari entertainment untuk menarik para penonton dan
pasar taruhan, ini merupakan taktik atau strategi dalam promosi didunia bisnis.
Jadi dimana letak kesalahannya the Beatles dengan mengucapkan kata2 tsb yang
sama sekali bukan merupakan penghinaan dan sepeser pun tidak membuat umat
Nasrani dan Vatican kehilangan kekayaannya.
Tetapi akibat pernyataan balasan dari Vatican, malah bukan cuma merugikan The
Beatles secara finansial, tetapi juga menyebabkan nyawanya melayang dibunuh
oleh umat yang fanatis.
Ini ajaran biadab, ini ajaran yang salah dan harus disalahkan oleh umatnya.
Jadi bukan seharusnya paus memaafkan the Beatles, justru sebaliknya malah Paus
seharusnya yang meminta maaf kepada keturunan dan keluarga the Beatles disertai
tentunya ganti rugi yang sesuai dengan perhitungan para pakar accounting.
Paus dengan Vatican sudah terlalu banyak melakukan kesalahan, meminta maaf
kesalahan yang satu tetapi menjerumuskan diri kedalam kesalahan yang lain.
Islam memang agama biadab tapi bukan berarti agama Katolik dengan Vatican
sebagai alternatifnya. Janganlah menggunakan massa umat agama untuk diperalat
mencelakakan siapapun juga seperti apa yang dialami oleh The Beatles.
Ny. Muslim binti Muskitawati.