Refleksi : Dirgahayu NKRI!

http://us.detiknews.com/read/2010/06/17/122535/1380143/10/duh-wni-dipaksa-jadi-budak-seks-di-malaysia

Kamis, 17/06/2010 12:25 WIB

Duh! WNI Dipaksa Jadi Budak Seks di Malaysia
Rita Uli Hutapea - detikNews


Kuala Lumpur - Nasib malang kembali menimpa WNI di negeri jiran. Seorang wanita 
Indonesia dipaksa melayani nafsu seks para lelaki hidung belang di George Town, 
Penang, Malaysia.

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu telah dipaksa berhubungan seks dengan 
ratusan pria selama dua bulan terakhir. Wanita itu menjadi budak seks atas 
paksaan dua warga Bangladesh.

Hingga akhirnya pada Selasa, 15 Juni lalu, wanita malang itu diselamatkan oleh 
petugas Departemen Imigrasi Negara Bagian Penang. 

Dikatakan pimpinan Departemen Imigrasi Penang, Abdul Rahman Hassan, tim 
Imigrasi menggerebek sebuah rumah di Weld Quay pada sekitar pukul 22.00 Selasa, 
15 Juni.

Di sana, petugas menemukan wanita Indonesia yang berusia 20-an tahun tersebut. 
WNI itu dikurun di sebuah ruangan. Dia tidak memiliki surat-surat dokumen 
perjalanan yang sah.

"Kedua warga Bangladesh yang juga tidak memiliki surat-surat, ada di rumah itu 
dan ditangkap," kata Hassan seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, 
Kamis (17/6/2010).

Keduanya saat ini ditahan menunggu proses investigasi. Sedangkan WNI tersebut 
telah dikirim ke Rumah Sakit Penang untuk pemeriksaan.

"Kami bertindak setelah informasi yang diperoleh dua pekan lalu," tutur Hassan. 

Dikatakan Hassan, kedua warga Bangladesh tersebut 'menawarkan' WNI itu kepada 
teman-teman mereka dengan imbalan uang. Wanita Indonesia itu diharuskan 
berhubungan seks dengan beberapa pria setiap hari. Jika menolak, dia akan 
dipukuli.

(ita/nrl) 
++++
http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2010/6/17/nation/6487578&sec=nation

Thursday June 17, 2010
Sex slave rescued by Immigration Dept


GEORGE TOWN: An Indonesian woman, who was forced to have sex with hundreds of 
men by two Bangladeshis over the past two months, was rescued from a life of 
vice by the state Immigration Department.

Its enforcement chief Abdul Rahman Hassan said an Immigration team raided a 
house in Weld Quay at about 10pm on Tuesday and found the woman, in her 20s, 
without any valid travel documents locked in a room.

"The Bangladeshis, who were also without any documents, were in the house then 
and were arrested. They have been remanded pending investigations and the woman 
has been sent to the Penang Hospital for a check up," he said when contacted 
yesterday.

"We were acting on a tip-off obtained two weeks ago." It is learnt that the 
Bangladeshis, in their 30s, had approached their friends and "offered" the 
woman to them for a price. She was required to have sex with several men daily 
or else she would be beaten.

Kirim email ke