> DPK PDS KOREA <pdskorea1...@...> wrote: > Biarin aja nanti kan diem sendiri, > nggak perlu diurus urus segala >
Benar, kalo tulisan ini menghina nabi, tulisan itu melecehkan Islam, kemudian semua ini harus dilarang. Mau jadi apa sih sebenarnya, apakah di Internet hanya boleh cuma ayat2 Al-Quran aja ??? Yang bener dong, punya otak enggak itu Menko Info. Yang menciptakan Internet itu bukan Islam, bukan nabi Muhammad, dan bukan Allah, tapi orang2 kafir, lalu kenapa harus dipaksa cuma membolehkan ayat2 Al-Quran aja yang ditayangin ??? Benar2 Menko Info ini manusia sundal, masa seorang MenKo Info berlatar pendidikan Agama Islam, harusnya khan Computer Engineering, bukan Computer Engineering Islamiah. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > Ingat SEMBOYAN ini, Kitab Keluaran 18:21, Keluaran 23:8, Ulangan 16:19, > Ulangan 27:25, Mazmur 100: 1 - 5 dan 1 Korintus 1:10, Amsal 3:5 > > > > > > > >  > > --- On Wed, 6/16/10, sunny <am...@...> wrote: > > > From: sunny <am...@...> > Subject: CiKEAS> Menkominfo Janji Segera Usut Akun Facebook yang Menghina Nabi > To: undisclosed-recipi...@... > Date: Wednesday, June 16, 2010, 3:53 PM > > >  > > > > > http://www.republik a.co.id/berita/ breaking- news/nasional/ 10/06/16/ > 120146-menkominf o-janji-segera- usut-akun- facebook- yang-menghina- > nabi-muhammad >  > > > Menkominfo Janji Segera Usut Akun Facebook yang Menghina Nabi Rabu, 16 Juni > 2010, 15:03 WIB > > >  > > > REPUBLIKA.CO. ID, JAKARTA--Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul > Sembiring berjanji akan segera mengusut kasus penghinaan terhadap Nabi > Muhammad SAW melalui laman jejaring Sosial facebook. Menurutnya, > undang-undang Informasi dan Transaksi Ekonomi sangat tegas mengatur hal itu. > > "Semua sudah diatur dalam UU ITE, kalau memang pelaku berasal dari Indonesia > akan segera diusut dan ditindak," tukasnya usai menghadir rapat kerja dengan > Komisi I DPR RI di jakarta, Rabu (16/6). > > Ia juga mengatakan, akun facebook yang berisikan ajakan untuk menghina nabi > akan segera diblok. Namun, Tifatul tidak menjelaskan langkah jangka panjang > guna mengatasi kasus penghinan terhadap suatu agama. > > Seperti diberitakan sebelumnya, muncul sebuah grup di Facebook yang > berpotensi menyebabkan kontroversi dengan menamakan dirinya "Muhammad SAW > bukanlah NABI, melainkan BABI". Hingga saat ini grup tersebut memiliki 1.124 > anggota dan menuliskan kantor pusatnya berada di Mekah. > > Namun, hampir seluruh komunikasi dilakukan oleh pencipta kelompok itu dengan > menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian, dalam akun grup tersebut juga memuat > foto-foto yang menghina Nabi Muhammad SAW yang dapat memicu kemarahan umat > muslim. > Hingga saat ini, grup tersebut masih aktif dan pihak Facebook belum melakukan > aksi apapun terhadap akun kelompok tersebut. > Red: Ririn Sjafriani >
