Refleksi : Bukan salah komentar, tetapi salah memakai istilah. Carl-Henric 
Svanberg adalah orang Swedia, berwarganegara Swedia.  Dalam bahasa Swedia ada 
istilah umum yang biasa dipakai yaitu: "små folk" (baca smo folk)  artinya 
"rakyat kecil", istilah ini dia langsung terjemahkannya ke dalam bahasa Inggris 
 menjadi "little people", tanpa dipikirkan bahwa terjemahaannya bisa memberi 
pengertian negatif dan menyinggung perasaan orang Amerika. 

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=19770

2010-06-19
Salah Komentar


Figur

Pernyataan pimpinan British Petroleum (BP) Carl-Henric Svanberg telah 
menyinggung perasaan sebagian warga Amerika Serikat (AS). Svanberg dianggap 
mengeluarkan komentar keliru seusai rapat antara pimpinan BP dan Presiden 
Barack Obama, Rabu (16/6). 


Barack Obama mengatakan, telah mendesak para bos BP untuk mengingat kepada 
orang-orang yang merasa putus asa dan mereka yang kehilangan usaha keluarga 
turun-temurun selama satu atau dua generasi. Svenberg mengamini pernyataan 
Obama lalu mengatakan, "Kami peduli dengan orang-orang kecil. Saya mendengar 
komentar terkadang perusahaan-perusahaan minyak yang besar bersifat serakah, 
tidak peduli. Tapi, itu tidak terjadi dengan BP, kami peduli terhadap orang 
kecil." 


Sehari setelah dia berkomentar, salah seorang anggota Kongres AS mengeluarkan 
kecaman di hadapan Kepala Eksekutif BP Tony Hayward. "Kami bukan orang-orang 
kecil, tapi kami mengharapkan kehidupan kami kembali," kata Bart Stupak, 
mengomentari Svanberg yang mencoba bersimpati dengan menyebut rakyat kecil. 


BP hanya bisa menikmati sehari pujian setelah tunduk pada tuntutan Gedung Putih 
dan bersedia membayar ganti rugi sebesar US$ 2 miliar (sekitar Rp 180 triliun). 
Svanberg mengatakan, tidak ada dividen yang akan dibayarkan pada 2010 agar 
perusahaan dapat membiayai pengeluaran akibat bencana tumpahan minyak. 


Pada Kamis (17/6), anak buahnya, Hayward, harus menerima kritik keras di 
hadapan Kongres AS. Bahkan, para anggota kongres menjadikan Hayward 
bulan-bulanan karena mengaku tidak tahu urusan teknis dan tidak bertanggung 
jawab atas pengeboran kilang minyak. 


Carl-Henric Svanberg (58) memulai karier di BP sebagai direktur eksekutif pada 
September 2009. Dia baru diangkat sebagai pimpinan BP sejak 1 Januari 2010. 
Sebelumnya, Svenberg yang berkebangsaan Swedia merupakan presiden, kepala 
eksekutif, dan pimpinan perusahaan telepon genggam Sonny Ericsson. Dia tetap 
mempertahankan jabatan di Sonny Ericsson sebagai direktur noneksekutif. 
Svenberg juga merupakan anggota dewan konfederasi perusahaan Swedia, Melker 
Schorling AB dan Universitas Uppsala. Pengusaha ternama itu juga berhasil 
menerima piagam dari Raja Swedia karena kontribusinya terhadap industri Swedia. 


Saat bertemu dengan para pemegang saham BP di London pada 15 April 2010, 
Svanberg mengungkapkan, perusahaan seperti BP dituntut memiliki visi bagi para 
anggota dewannya. Salah satunya, mampu memperkirakan risiko, dinilai, dan 
dikelola dengan baik, serta sebagai perusahaan menampilkan operasional yang 
baik dalam segala hal. Ternyata lima hari kemudian, pada 20 April 2010, kilang 
minyak Deepwater Horizon meledak. 


Media Swedia The Local menyebut Svanberg sebagai pimpinan BP berkebangsaan 
Swedia yang tak terlihat. Dia juga terkenal sebagai pria yang irit kata-kata. 
Dalam wawancara eksklusif, seusai pertemuan dengan Kanselir Inggris George 
Osborne, dengan koran terbesar Swedia Aftonbladet, Svanberg berkali-kali 
menjawab pertanyaan dengan, "Saya tidak berpendapat." 
Sebelas orang tewas dalam ledakan kilang minyak Deepwater Horizon. Para ahli AS 
memperkirakan setiap hari sekitar 35.000 sampai 60.000 barel minyak masih terus 
mengalir ke perairan lepas Pantai Louisiana. Jutaan barel minyak juga telah 
mencemari Teluk Baritaria, penyumbang 30 persen dari total penghasilan 
perikanan di Louisiana. 
[AFP/The Local/BBC/C-5]

<<19-katur-luar-negeri.jpg>>

Kirim email ke