Kolapse Ekonomi Gaza Bukan Karena Blokade Israel !!!
                                        
Adalah sama sekali enggak benar kalo menganggap kolapse-nya ekonomi di Gaza 
disebabkan oleh Blokade oleh Israel.  Kolapse-nya ekonomi Gaza ini akibat 
menurunnya bantuan dari UN dan Amerika pasca 911 dan ancaman terorist Jihad 
Islam keseluruh dunia.  Jadi tanpa blokade sama sekalipun, ekonomi Gaza yang 
cuma berasal dari droping UN dan Amerika ini pasti kolapse.

Dari dulu-pun kamp2 pengungsi Arab Palestina bisa hidup hanya dari bantuan UN 
dan USA, mereka tidak kerja, tidak produktif, dan tidak memiliki lahan untuk 
bisa berproduksi.  Jadi tanpa diblokade Israel sekalipun, ekonomi Gaza pasti 
kolapse karena memang Gaza dengan penduduknya Arab Palestina ini tidak memiliki 
sumber nafkahnya.  Dibangunnya pagar2 beton oleh Israel makin memperburuk 
ekonomi Gaza karena semua pekerja Arab Palestina di Gaza biasanya bekerja di 
Israel dengan melalui perbatasan.  Dengan tembok beton ini sekarang para buruh 
dari Gaza tidak bisa lagi masuk dan bekerja di Israel sehingga memperburuk 
ekonomi Gaza.  Semua ini makin diperparah lagi dengan dibangunnya tembok baja 
diperbatasan dengan Mesir, sehingga lebih banyak lagi pekerja yang tidak bisa 
kerja jadi pengangguran di Gaza.  Lalu apa artinya bantuan human aid yang 
berusaha menerobos blokade ini ???  Dalam artian ekonomi memang tidak ada, 
karena bantuan ini ditujukan memberi supply kepada kekuatan Hamas.

Blokade total oleh Israel bukanlah bertujuan ekonomi melainkan bertujuan 
menghancurkan kekuatan militer dan persenjataan Hamas.

Arti blokade total hanyalah dalam pengertian semua bantuan militer kepada Hamas 
harus dilumpuhkan, bukan artinya bahan makanan, obat2an dan bahan bangunan itu 
dilarang masuk.  Artinya juga, bahwa setiap pemasukan barang dan orang 
kewilayah Gaza harus diperiksa secara ketat oleh pihak Israel.  Tanpa izin dari 
Israel tidak ada yang bisa masuk ke Gaza karena Gaza ini dalam blokade total 
militer.

Apakah ini melanggar hukum Internasional ???  Sama sekali tidak, karena 
situasinya dalam perang, jadi system peperangan dimanapun, kapanpun intinya 
adalah menghentikan atau memblokade supply musuh.  Hukum Internasional pun 
tidak bisa menyalahkan jatuhnya korban rakyat sebagai tanggung jawab hanya satu 
pihak yang berperang tetapi dianggap kedua belah pihak yang harus bertanggung 
jawab.  Oleh karena itu, UN bertindak sebagai penengah dalam setiap konflik 
atau peperangan, dan tidak mungkin menyeret UN untuk berpihak kepada satu 
pihak, dan hal inilah yang selalu pihak muslim tidak bisa memenangkan perangnya 
di arena karena pihak muslim selalu berkecendrungan memenangkan perang melalui 
tangan pihak ketiga yang bukan muslim.

Kalo kita semua mau memeriksa sejarah sejak berdirinya Israel, maka para 
pengungsi Arab Palestina yang tadinya cuma beberapa ribu orang makin meningkat 
jumlahnya bukan karena makin banyaknya mereka yang keluar dari Israel, karena 
Arab Palestina sendiri lebih banyak ingin menetap di Israel.  Namun gara2 
organisasi Islam yang memaksa mereka mengungsi inilah yang menyebabkan mereka 
keluar dari Israel.  Meskipun cuma beberapa ribu orang saja, pertama kali 
mereka mengungsi adalah ke Yordania dan inipun atas biaya dari UN, dan UN 
sendiri mendapatkan dananya dari Amerika Serikat.  Dibangunnya kamp2 
pengungsian di Yordania menambah jumlah para pengungsi ini yang asalnya dari 
Yordania sendiri ditambah dari negara2 sekitarnya yang bergabung untuk sama2 
memerangi dan mengusir orang Yahudi dari tanah mereka Israel.

Kemudian, Yordania yang tadinya mensponsori pengungsian ini, menyadari bahwa 
bertambahnya jumlah pengungsi akan mengancam negaranya karena populasi Arab 
Palestina melebihi populasi penduduk Yordania.  Atas negosiasinya, Yordania 
berhasil mengusir atau memindahkan kamp2 pengungsi ini ke Libanon dibawah dana 
UN dan Amerika juga.

Demikianlah, dengan persetujuan Camp David akhirnya pengungsi Arab Palestina 
ini dipindahkan lagi ke Gaza dan Westbank juga dibawah biaya dari UN dan 
Amerika.  Namun akibat pengkhianatan Hamas terhadap pemerintahan resmi 
Palestina yang diakui dunia, situasinya mentah lagi, dan dana Internasional 
yang begitu banyak habis untuk membiayai pelatihan pembom2 bunuh diri yang 80% 
tdd anak2 dibawah 15 tahun.

Akibatnya, semua bantuan UN dan Amerika dibekukan, ditambah lagi kejadian teror 
911 yang membuat rakyat Amerika marah sehingga dana pemerintah dan swasta 
Amerika nyaris berhenti total.

Jadi niat Israel untuk mencabut blokade tapi tetap melakukan pemeriksaan ketat 
terhadap semua barang2 yang masuk ini tidak akan sama sekali memperbaiki 
keadaan ekonomi di Gaza karena bantuan utama dari UN dan Amerika secara 
bertahap akan terus dikurangi dimana Obama hanya menjatahkan sampai 2 tahun 
kedepan.

Tanpa ekonomi dan tanpa dana, tentunya tidak mungkin bisa menyelenggarakan 
pemerintahan yang pegawai2nya harus digaji.  Jadi tak perlu omong kosong, Gaza 
dan Westbank secara tidak resmi sudah menjadi negara protektorat dibawah 
kekuasaan Israel.  Negara Palestina mustahil bisa berdiri apapun keajaiban yang 
mau diciptakan.

TIDAK MUNGKIN untuk menyelenggarakan berdirinya sebuah NEGARA bisa HIDUP DARI 
DANA BANTUAN LUAR NEGERI untuk selamanya.  Meskipun Abbas dan Hamas bisa 
berdamai, namun Gaza dan Westbank bukanlah tanah yang bisa diharapkan untuk 
memberi nafkah kepada rakyat yang hidup diatasnya.

Semua pengungsi Arab Palestina kemungkinan harus kembali mengungsi menjadi 
immigrant legal balik ke-masing2 negara asalnya yaitu: Mesir, Yordania dan 
Libanon.  Dana terakhir dari UN dan Amerika kemungkinan besar diperuntukkan 
untuk terakhir kalinya memberi kesempatan mereka untuk berimmigrasi ke-masing2 
tanah kelahirannya karena tidak bisa mengganggu gugat negara lainnya seperti 
Israel yang resmi berdasarkan sejarah, politik, maupun agreement merupakan 
negara yang berdaulat penuh yang diakui seluruh dunia dan UN.

Bantuan dengan berkedok human aid ini sama sekali bukan untuk menyelamatkan 
rakyatnya, melainkan untuk mempertahankan dominasi kekuatan bersenjata dari 
Hamas.  Human aid ini sama sekali tidak ada artinya apabila UN dan Amerika 
tidak segera kembali meningkatkan bantuannya.

Namun kalo anda renungkan, serangan terorist jihad Islam kepada Amerika telah 
membuat rakyat Arab Palestina seluruhnya ber-joget ria dijalanan selama pesta 
seminggu dalam merayakan katanya sebagai kemenangan Islam atas orang kafir. 
Apakah dengan response kebencian Arab Palestina kepada Amerika bisa membuat 
rakyat Amerika tetap memberi bantuan kepada mereka yang memusuhi bangsanya ???  
Tentu anda semua bisa menjawabnya sendiri bukan ????

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke