Tawaran Sandiaga Uno untuk Perekonomian Indonesia
Menilik landasan kerja para kandidat Ketua Umum Kamar Dagang dan
Industri (KADIN), saya kira banyak orang akan sepakat bahwa program
yang ditawarkan Sandiaga Uno tampak outstanding.

Sandiaga bertekad untuk mendorong keberpihakan pemerintah terhadap
pengusaha daerah yang mayoritas UKM dan meningkatkan daya saing
industri melalui pembangunan infrastruktur, penurunan ekonomi biaya
tinggi, perbaikan sektor ketenagakerjaan, dan tumpang-tindih aturan
antar departemen serta pusat-daerah.

Misi kepemimpinannya tampak terumuskan dengan jelas dan mudah
dipahami, sekaligus fundamental dan komprehensif. Programnya memiliki
keberpihakan tanpa terperangkap dalam kenaifan proteksionis, karena
diimbangi dengan kegigihan mengupayakan pemberdayaan.

Yang lebih penting lagi, tampaknya rumusan program kerja itu
didasarkan atas pemahaman terhadap kondisi perekonomian di lapangan.Kemampuan 
memahami persoalan itu merupakan cerminan kualitas
kepemimpinan bisnis dan sosial Sandiaga. Mengingat latar belakangnya
sebagai wirausaha nasional terhormat dengan pergaulan intelektualitas
dan budaya yang luas.

Tawaran Konkret
Salah satu masalah utama perekonomian nasional adalah stabilitas
makro dan moneter tidak selalu sejalan dengan kinerja ekonomi riil.
Kita acapkali tidak mampu memanfaatkan secara optimal setiap momentum
perbaikan kondisi makro dan moneter. Hal tersebut dapat terjadi karena
beberapa hal, di antaranya: persoalan mikro struktural, keterbatasan
akses masyarakat terhadap dunia usaha atau akses dunia usaha terhadap
sumber permodalan. Juga ketidakseimbangan informasi, dan hambatan
stimulus fiskal (Irawan, 2008).

Lebih lanjut, persoalan mikro struktural menyebabkan investor enggan
membuka investasi baru atau menambah kapasitas produksi dan
menghadapkan pelaku usaha dalam pelbagai faktor utama penghambat
investasi.

Sekadar daftar singkat, faktor utama penghambat investasi. Di
antaranya, ketidakpastian kebijakan ekonomi dan regulasi.
Ketidakharmonisan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Korupsi dan
pungutan liar yang dilakukan oleh birokrasi terhadap dunia usaha.
Masalah yang terkait dengan perpajakan. Problematika ketrampilan tenaga
kerja dan ketenagakerjaan. Hambatan lain yang tak kalah penting adalah
kondisi infrastruktur yang kurang memadai. Terutama pasokan listrik dan
sarana transportasi yang kurang dapat diandalkan.

Nah, program Sandiaga memahami persoalan di atas. Oleh karenanya,
difokuskan untuk ikut memecahkannya. Jika faktor hambatan itu dapat
dikurangi, ekspektasi laba akan meningkat, yang lantas akan diikuti
kenaikan realisasi penanaman modal.  Sehingga kualitas kapital akan
meningkat. Peningkatan kualitas modal merupakan dasar pertumbuhan
tinggi tanpa dibayangi hantu inflasi.

Dengan pertumbuhan, akan lebih banyak tenaga kerja yang terserap. Sehingga 
dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Kemitraan
Dengan program semacam ini, pebisnis senang, pemerintah pun akan
girang. Sandiaga menawarkan sebuah ruang, dimana motif rasional
pebisnis (ekspektasi peningkatan laba) bertemu dengan motif politik
pemerintah (stabilitas ekonomi-politik). Kedua belah pihak sama-sama
memiliki insentif yang lebih kuat untuk melakukan kemitraan dalam
mengatasi masalah di atas.

Kemitraan semacam ini diharapkan dapat menyejahterakan rakyat, tidak
mencederai rakyat; karena kemitraan yang diniscayakan oleh landasan
kerja Sandiaga itu bukanlah kolusi gelap pengusaha-pemerintah yang
acapkali mengorbankan rakyat.
Kemitraan berdasarkan visi Sandiaga tidak saja dalam bentuk
kemitraan pengusaha-pemerintah. Namun juga meliputi kemitraan antara
pelaku dunia usaha sendiri.  Utamanya antara mereka yang berada dalam sektor 
finansial dan pebisnis di sektor riil.

Tidak bisa tidak, pengusaha sektor riil dan sektor perbankan harus
berbagi informasi, sehingga sektor perbankan dapat memiliki informasi
yang lengkap dan akurat mengenai kondisi dan potensi sektor usaha
tertentu. Informasi yang lengkap diharapkan dapat memperlancar aliran
permodalan kepada dunia usaha, khususnya sektor usaha kecil dan
menengah. Agar dapat meningkatkan nilai tambah dan kapasitas
produksinya.

Dengan kualitas program dan implikasi semacam itu, tidak
mengherankan jika banyak kalangan dari dunia usaha dan birokrasi
mengharapkan Sandiaga lah yang akan terpilih sebagai Ketua Umum dalam
Musyawarah Nasional KADIN mendatang. Semoga. (sefdin)
http://ekonomi.kompasiana.com/2010/06/21/tawaran-sandiaga-untuk-perekonomian-indonesia/


      

Kirim email ke