http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/9/2174

Selasa, 22 Juni 2010 

Ariel-Luna-Cut Tary Dilarang Masuk Samarinda
Perintah Walikota, Gubernur Minta Jangan Tampil Dulu 

       
      SAMARINDA. Beredarnya film mesum yang pelakunya mirip artis papan atas, 
Ariel, Luna Maya dan Cut Tary, berdampak besar terhadap karirnya. Sejumlah 
daerah pun telah mengeluarkan peringatan agar ketiganya tidak berkunjung 
ataupun dalam misi lainnya. 


      Salah satunya datang ke Samarinda. Pasalnya, Walikota Samarinda, H Achmad 
Amins secara tegas melarang kehadiran ketiga selebriti itu di Samarinda. "Kada 
(tidak, Red) boleh pokoknya," ujar Amins dengan logat Banjar khasnya.


      Kata dia, ketiga artis tersebut baru bisa diizinkan menginjakkan kaki di 
Kota Tepian, jika proses hukumnya sudah jelas. Sementara, sejauh ini Mabes 
Polri masih menyelidiki kasus tersebut. Jadi jika belum ada kejelasan, Pemkot 
secara tegas masih menolak kehadiran ketiga artis yang dicurigai sebagai pelaku 
utama film yang bertentangan dengan norma kesusilaan dan agama tersebut. 
      "Tunggu sampai jelas dulu statusnya," tegasnya. 


      Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang juga mengaku sangat prihatin. 
Menurutnya, ini adalah dampak negatif dari kemajuan teknologi dan tentu saja 
masyarakat harus lebih waspada.  Orangtua sudah harus memberikan dasar bekal 
keagamaan yang kuat, sehingga tak terpengaruh dengan kemajuan teknologi yang 
begitu pesat.


      "Sekarang kita tak bisa mencegah kemajuan teknologi internet dan 
facebook. Tetapi masing-masing anak itu dibekali dasar keagamaan yang kuat. 
Sehingga menangkis hal-hal yang buruk sebagai dampak dari perkembangan 
teknologi itu," ujar Awang Faroek, usai membuka selubung utama Buddhist Center 
Kaltim di Jl DI Pandjaitan, Samarinda Utara, kemarin. Menurut Awang Faroek, 
sejauh ini belum ada hal-hal yang negatif ditimbulkan dari menyebarnya video 
porno mirip artis itu. Yerutama di Kaltim. "Ya mudah-mudahan tidak ada," 
tandasnya. 


      Walaupun tidak setuju dengan pemboikotan, Awang Faroek mengharapkan 
proses penyelidikan bisa dilakukan dengan maksimal. "Saya tidak memboikot. 
Tetapi sebelum ada keputusan terkait kasus ini, seharusnya mereka tak diberikan 
kesempatan untuk tampil dulu," tandasnya.


      Sikap antipati juga datang dari Front Pembela Islam (FPI) Kota Samarinda 
yang meminta kepada Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda agar melarang ketiga 
artis itu menginjakkan kakinya di Kaltim, khususnya Samarinda.
      "Kami minta Gubernur dan Walikota Samarinda untuk menyatakan sikap agar 
menolak bentuk aktivitas keartisannya di wilayah kita," tandas Wakil FPI Kota 
Samarinda Rasyid baru-baru ini. "Ini resiko public figur yang sehrausnya 
menjadi teladan bagi para penggemarnya," tuturnya.  (yes/ias)
     

<<5ba8f738cc9a1ea894dacb102f553562.JPG>>

Kirim email ke