Ibrahim Gagal, Enggak Lulus Test Kesetiaan !!!
Dulu saya pernah mencari pegawai yang syaratnya harus setia kepada majikannya.
Maka datanglah 5 orang laki2 yang sudah kawin dan punya anak mendaftarkan diri
melamar kerjaan yang saya tawarkan itu. Kelima laki2 itu saya panggil sambil
membawa anaknya yang paling bungsu untuk testing penerimaan pegawai.
Kelima laki2 bergantian saya minta tunggu diruang tunggu untuk mengikuti test
siapa yang diterima dan siapa yang ditolak karena saya cuma membutuhkan 1 orang
saja untuk menjadi wakil saya.
Orang pertama saya test, anaknya ditidurkan dimeja yang saya sediakan dan si
pelamar harus menabas batang leher anaknya untuk membuktikan kesetiaannya
kepada saya.
Karena sudah lama jadi pengangguran, ditambah lagi beban anak sudah 8 orang,
maka meskipun anak bungsu ini anak tersayang, maka demi bisa dapat kerjaan,
orang pertama ini langsung mengambil golok yang juga tersedia diatas meja dan
langsung menabas kepala si anak. Namun sebelum kepala si anak tertabas, saya
berteriak tunggu dulu !!! Saya bilang kepada calon pegawai ini, anda lulus
untuk kesetiaan tapi saya enggak bisa terima anda jadi pegawai karena anda itu
dongo enggak bisa mikir sendiri, gimana kalo ada telepon dari setan yang
mengaku diri saya dan memerintahkan anda untuk merugikan saya karena anda tidak
berpikir asal turut perintah saja meskipun gampang sekali untuk tahu bahwa
perintah itu tidak benar.
Demikianlah setelah saya test dari kelima orang itu ada satu yang waktu saya
suruh tebas kepala anaknya malah dia bawa lagi anaknya keluar, dia bilang, saya
ini cari kerjaan justru untuk menghidupkan anak isteri saya, koq disuruh tebas
kepala anak saya ??? Ternyata dia adalah orang yang setia kepada anak bininya,
dan meskipun dibayar dia enggak tergoyahkan keimanannya untuk merugikan anak
bininya.
Dia inilah yang saya terima, ternyata dia inilah satu2nya yang punya otak.
Sedangkan keempat orang yang mau menebat kepala anaknya saya pecat enggak jadi
saya angkat sebagai pegawai karena selain goblok dungi, tak bisa berpikir
bahkan keluarga sendiri anak bininya dia bersedia mengorbankannya cuma untuk
bisa makan gajinya sendiri.
Ternyata pegawai yang saya terima ini beragama Hindu, sedangkan empat lainnya
beragama Islam dan Kristen, mereka percaya kalo Allah menguji kesetiaan maka
kepala anak sekalipun boleh ditebas.
Demikianlah sebenarnya, Ibrahim itu adalah utusan setan bukan utusan Allah, dan
anak2 cucunya juga pengikut setan karena Allah batal mengangkatnya jadi
rasulnya karena enggak lulus test kesetiaan.
Ny. Muslim binti Muskitawati.