http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=20228
2010-06-25 Hepatitis Masalah Besar di Dunia [JAKARTA] Penyakit hepatitis B dan C merupakan masalah besar bagi kesehatan di dunia. Hampir 2 miliar penduduk dunia terinfeksi virus hepatitis B, sekitar 130 juta hingga 170 juta mengidap virus hepatitis C. Dewasa ini, lebih dari 360 juta penduduk dunia pengidap penyakit hati kronis, menuju kanker hati. Demikian juga di Indonesia. Hingga saat ini, sekitar 22 juta penduduk Indonesia terpapar infeksi virus hepatitis B dan C, sekitar 11 juta penderita berkembang menjadi hepatitis kronis, dan akhirnya 10% mengidap fibrosis hati (liver fibrosis) atau kanker hati (liver carcinoma) yang sulit disembuhkan. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menegaskan, kondisi tersebut, merupakan tantangan serius yang perlu mendapat perhatian semua masyarakat. "Pemerintah Indonesia berupaya mencegah terjadinya penyakit itu, juga mencegah perkembangannya agar tidak menjadi komplikasi yang lebih buruk," kata Menkes di Jakarta, Kamis (24/6), saat pembukaan "The Third China-Indonesia Joint Symposium on Hepatobiliary Medicine and Surgery". Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan berbagai mikroorganisme, seperti virus, bakteri, parasit, jamur, dan zat kimiawi (alkohol, obat-obatan yang bersifat hepatotoksik). Saat ini ditemukan enam jenis hepatitis yakni A, B, C, D, E, dan G. Menurut Menkes, hepatitis A bisa disebabkan makanan yang terkontaminasi virus. Sedangkan hepatitis B dan C bisa disebabkan hubungan seks dan tranfusi darah yang tidak aman. Penyebarannya mirip HIV/AIDS. Imunisasi Menurut Menkes, upaya pencegahan virus hepatitis di Indonesia dimulai dengan menanamkan kesadaran masyarakat. Sejak tahun 1997 lalu, dimulai program imunisasi hepatitis bayi di bawah usia satu tahun. Lalu, tahun 2003, hal serupa juga dilakukan pada bayi yang baru lahir. Hasilnya, prevelansi hepatitis B pada anak di bawah empat tahun turun dari 6,2% menjadi 1,4%. "Sebagai negara yang berada di wilayah Asia Pasifik, Indonesia dan Tiongkok memiliki beban yang sama sebagai negara endemis hepatitis B," ungkap Menkes. Menurut catatan World Health Organization, Indonesia berada pada peringkat ketiga negara endemis hepatitis, setelah Tiongkok dan India. Karena itu, secara khusus Indonesia menjalin kerja sama dengan Tiongkok untuk bersama-sama meberantas penyakit tersebut. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat China untuk Indonesia, Zhang Qiyue amat mendambakan kolaborasi penelitian dan riset di bidang hepatitis ini membuahkan masukan bagi pemangku kebijakan. Menurutnya, kolaborasi profesor dan dokter yang ahli di bidangnya bisa menciptakan temuan penting mengendalikan endemisnya virus hepatitis. [R-15]
