Refleksi. Bagus sekali ada yang mempermasalahkan kegiatan sosial anggota DPR 
[Dewan Penipu Rakyat], karena kalau dikasi Rp 100,-- mereka tarik kembali tanpa 
sadar Rp 10.000,-- Jadi was-waslah terhadap setiap  kegiatan sosial mapun tidak 
sosial yang mereka lakukan, jangan mempermudah diri untuk ditipu.

http://www.antaranews.com/berita/1277727228/kegiatan-sosial-anggota-dpr-dipermasalahkan

Kegiatan Sosial Anggota DPR Dipermasalahkan
Senin, 28 Juni 2010 19:13 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 
Sukabumi (ANTARA News) - Kegiatan sosial yang digelar Ketua Komisi IX DPR RI, 
Ribka Tjiptaning, di Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, Sukabumi, Jawa 
Barat, terpaksa dihentikan karena pihak desa dan camat setempat 
mempermasalahkannya.

Tim medis dalam hajat pengobatan gratis terpaksa menghentikan kegiatannya 
karena pihak Desa Sirnajaya dan Camat Warungkiara Eri Estanto meminta tim 
membuat surat pernyataan bermeterai bahwa kegiatan itu bukan mal praktik.

Informasi yang diperoleh ANTARA, Senin petang, menyebutkan, penghentian 
kegiatan pengobatan gratis yang digelar Ribka Tjiptaning itu terjadi sekitar 
pukul 10.00 WIB, ketika 200 orang warga tengah menghadiri pengobatan gratis.

"Kami menolaknya dan kami menilai sudah berlebihan karena tim medis yang 
diterjunkan atas penugasan langsung Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi 
kesehatan tersebut merupakan tenaga profesional. Sehingga kami memutuskan agar 
pengobatan gratis tersebut dihentikan," kata Humas Tim Pengobatan Gratis, Andi 
Suherlan.

Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Tijptaning, mengatakan, kegiatan pengobatan 
gratis ini merupakan ungkapan terima kasihnya kepada warga Sukabumi yang telah 
memilihnya kembali menjadi wakil rakyat. 

"Apa salahnya, jika saya ingin mengucapkan terima kasih kepada warga Sukabumi 
yang telah memilih saya dengan menggelar kegiatan sosial. Ini sangat berlebihan 
bila kegiatan sosial ini dianggap salah dan dipersulit," kata anggota DPR dari 
Fraksi PDIP itu.

Kegiatan sosial itu telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan 
target kegiatan seluruh kecamatan di Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Asep Wahyu NB mengungkapkan kekecewaannya 
terhadap sikap dan tindakan camat Waringkiara yang telah mempersulit 
pelaksanaan pengobatan gratis, padahal kegiatan yang digelar berdasarkan 
permintaan warga. 

"Di beberapa kecamatan kegiatan ini berjalan mulus. Saya sangat kecewa jika 
pemerintah kecamatan dan desa mempersulitnya sebab kondisi warga saat ini 
sangat membutuhkan kegiatan-kegiatan seperti ini," katanya yang juga menjabat 
sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat.

Ia menegaskan, tindakan camat tersebut diindikasikan telah memarginalkan salah 
satu partai politik.

Di tempat terpisah, Camat Warungkiara Eri Estanto mengaku tidak penah 
membubarkan atau menghentikan kegiatan pengobatan gratis Ribka Tjiptaning, 
tetapi pihaknya hanya meminta agar ada penjelasan tentang tim medis yang 
diterjunkan. 

"Saya hanya ingin ada kejelasan siapa dan dari mana saja tim medis yang 
diterjunkan karena ini menyangkut nyawa orang. Surat materai yang ditawarkan 
tersebut hanya solusi jika terjadi sesuatu, maka dapat dipertanggungjawabkan," 
katanya.

(ANT/S026)

Kirim email ke