Test Masuk SD Tak Seharusnya Dilarang !!!
Seperti namanya, "test masuk SD" artinya test untuk masuk sekolah yang dalam
hal ini ke sekolah dasar.
Artinya, semua yang mau masuk ke SD, harus melalui test masuk ini. Lain lagi
kalo disebutnya "Screening Test", yaitu test untuk membatasi atau menyaring
siapa yang boleh masuk.
Demikianlah semua test masuk ke SD harus bisa masuk ke SD bukan ditolak masuk
ke SD.
Di-negara2 maju untuk masuk ke SD tak perlu ijazah, tak perlu raport seperti di
Indonesia. Semua negara maju membuka SD melalui test masuk yang cuma digunakan
untuk menentukan kelas berapa si anak akan dimasukkan bukan untuk dinyatakan
gagal kemudian ditolak akibat hasil testnya itu.
> John Oei <ejohn...@...> wrote:
> Pemerintah Larang Tes Masuk Untuk
> Sekolah Dasar. Larangan ini
> disampaikan oleh Menteri Koordinator
> Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)
> Agung Laksono dalam siaran persnya
> yang diterima redaksi, Selasa (29/6).
> Persyaratan ujian tes masuk
> tersebut dinilai bertolak belakang
> dengan program wajib belajar yang
> dicanangkan pemerintah.
Memang aneh2 aja yang dilakukan pejabat di Indonesia, hal ini membuktikan bahwa
pejabat tidak mengerti pendidikan, menteri pendidikan juga bukan ahli pendidik
melainkan ahli agama Islam.
Di Amerika dan negara2 maju justru sekolah dasar ini bisa bebas dimasuki murid
manapun juga dengan melalui test. Yang tidak ada dinegara maju adalah lulus
test atau gagal test.
Test masuk sama sekali tidak salah, seperti juga namanya, test itu untuk masuk
sekolah bukan untuk ditolak sekolah.
Test masuk ke sekolah dasar di Amerika cuma untuk menentukan kelas berapa anak
itu mau dimasukkan bukan ditolak masuk sekolah seperti di Indonesia apabila
test masuknya gagal.
Kalo si murid mendapatkan nilai terendah dalam test masuk, maka dia ditempatkan
dikelas satu. Tetapi meskipun test-nya menunjukkan dia cocok dikelas satu,
tapi orang tua ataupun si anak sendiri boleh menolaknya misalnya dia merasa
dirinya cocok dikelas tiga bukan dikelas satu. Maka usulan si anak inilah yang
dituruti bukan hasil test masuknya itu.
Setelah dievaluasi tiga bulan, apabila si anak menunjukkan tidak sanggup duduk
dikelas tiga, maka dia boleh turun ke kelas dua atau kelas satu tergantung
usulan dari gurunya setelah berunding dengan orang tuanya.
Jadi test masuk yang sangat penting ini untuk evaluasi murid malah dihapuskan
dari dunia pendidikan di Indonesia. Lalu bagaimana kriteria anak bisa masuk
sekolah dasar kalo umurnya sudah tua diharuskan masuk ke kelas satu lagi
padahal dia sudah cocok untuk duduk dikelas 4 ????
Ny. Muslim binti Muskitawati.