Palestina Tak Mungkin Terbentuk Pada 2012
Seperti sudah yang diultimatumkan Obama kepada pihak Abbas, bahwa Amerika
memberi waktu 2 tahun kepada Abbas untuk membentuk negara Palestina. Artinya,
sebelum 2 tahun Abbas harus bisa merangkul dan bekerja sama dengan Hamas maupun
Israel dalam membentuk negara baru yaitu Palestina.
Namun dalam rencana ini, Abbas selalu gagal untuk berdamai dengan Hamas, dan
Hamas menolak Abbas sampai kiamat. Lebih2 kelompok Islam Radikal ini bukan
cuma Hamas, masih adalagi Islam Jundullah yang jauh lebih radikal daripada
Hamas.
Perundingan dengan Hamas sudah deadlock, jadi mau tunggu sampai 2012 sekalipun
kemajuan usaha Abbas pasti sia2. Pihak Mesir sendiri menekan Hamas agar mau
berkoalisi dengan Abbas, namun oleh Hamas diabaikan.
Kwartet perdamaian TimTeng yang tdd Amerika, Russia, Uni-Eropah, dan UN telah
sama2 setuju waktu tenggang dua tahun ini merupakan perpanjangan waktu yang
terakhir. Apabila Abbas dalam waktu tenggang dua tahun ini tidak berhasil
mempersatukan rakyatnya untuk membentuk negara Palestina, maka semua bantuan
kwartet perdamaian ini akan segera dihentikan dan penyelesaian lanjutannya akan
menjadi urusan dalam negeri Israel dan kwartet ini tidak mau terlibat lagi.
Belum juga waktu dua tahun ini usai, Menlu Israel secara meyakinkan sudah
memastikan bahwa tidak mungkin negara Palestina bisa berdiri pada 2012.
Sebenarnya, waktu tenggang yang ditetapkan Amerika itu terlalu lama, karena
dari sekarangpun sudah diketahui bahwa Abbas mengakui bahwa mempersatukan
Palestina beserta Hamas sudah tidak mungkin lagi.
Salah satu keberhasilan Israel mengatasi teror2 Hamas adalah karena
dihancurkannya pemerintahan Sadam Hussein yang selama ini mensupply bantuan
kepada Hamas. Juga tentunya peranan Amerika menghancurkan Taliban menambah
parah posisi Hamas saat ini.
Nasib Palestina ini sebetulnya sudah diputuskan pada waktu teror 911 dimana
waktu itu seluruh Arab Palestina berdansa dijalanan mengucapkan Allahuakbar,
menyukuri atas bencana yang diciptakan mujahidin Islam terhadap Amerika yang
selama itu memberi nafkah berkecukupan kepada Arab Palestina meskipun semua
pengangguran.
Rakyat Amerika menyadari, bahwa Arab Palestina ini tidak seharusnya dibantunya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.