Refleksi : Masih banyak penduduk miskin, maka tentu sekali jumlahnya pun 
bertambah sejalan dengan besarnya  angka kelahiran. Bagimana memberantas 
kemiskinan?

http://www.antaranews.com/berita/1278007519/masih-banyak-penduduk-miskin-dan-rawan-pangan

Masih Banyak Penduduk Miskin dan Rawan Pangan
Jumat, 2 Juli 2010 01:05 WIB | Ekonomi & Bisnis | Makro | 

Palembang (ANTARA News) - Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan 
Kementerian Pertanian, Tjuk Eko Hari Basuki, di Palembang, Kamis, 
mengungkapkan, masih banyak penduduk miskin dan rawan pangan di negara ini.

Menurut dia, kualitas konsumsi pangan pada masyarakat belum beragam dan bergizi 
seimbang serta distribusi pangan juga belum tersebar merata.

Namun dia menyatakan, secara nasional persoalan pangan sudah membaik, bahkan 
ketersediaan lebih dari cukup.

Dia mengungkapkan, permasalahan timbul di tingkat masyarakat kecil atau miskin 
yang konsumsi kalorinya hanya 1.700 kalori per hari.

"Jumlah tersebut jauh dari kebutuhan semestinya, yakni 3.000 kalori per hari," 
ujar dia pula.

Tidak hanya itu, lanjut dia, masih banyak persoalan di bidang ketahanan pangan 
yang semestinya diprioritaskan karena juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi 
masyarakat.

Ia menyebutkan, permasalahan pembangunan pertanian, antara lain diakibatkan 
oleh kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global.

Penyebab lainnya adalah rendahnya ketersediaan infrastruktur, sarana dan 
prasarana, lahan dan air, serta kepemilikan lahan sempit dengan sekitar 9,55 
juta kepala keluarga hanya memiliki 0,5 ha lahan.

Faktor lain yang juga mempengaruhi pertumbuhan pertanian, seperti lemahnya 
sistem pembenihan dan pembibitan nasional dan keterbatasan akses petani 
terhadap pembiayaan.

H Amiruddin Inoed, Ketua DPP HKTI Sumsel, merasa prihatin dengan perkembangan 
pangan mendatang, bila tidak ditangani secara serius oleh pemerintah.

Menurut dia, kantong-kantong kemiskinan masih ada di Sumsel, padahal daerah 
tersebut terkenal dengan sebutan lumbung pangan.

Ia menyebutkan, secara nasional 60 juta petani yang tersebar di Indonesia, 
sebanyak 14 juta kepala keluarga di antaranya hanya memiliki lahan 0,5 ha.

Namun dia tidak menyebutkan secara rinci besaran petani di Sumsel yang hanya 
memiliki luas lahan 0,5 ha.

Inoed yang juga Bupati Kabupaten Banyuasin ini juga mengharapkan, agar di 
tingkat pusat tercipta "political will" atau kemauan politik untuk 
mengembangkan pertanian.

Menurut dia, perlu ada perlindungan harga hasil pertanian, agar para petani 
tidak lagi diresahkan dengan nilai jual hasil pertanian yang tidak dapat 
diprediksi.(*)

(T.B014/R009)

Kirim email ke