Diskriminasi Cina Merupakan Sandera Pemerintah
Sudah menjadi tradisi turun temurun bahwa pengusaha Cina harus kirim angpau
kepada pejabat2 RI. Kalo si keturunan Cina ini koar2, maka dia dituduh coba2
menyogok pejabat padahal sudah dimakan uang sogokannya malah si keturunan
Cina-nya ditangkep dibui. Ini bukan rahasia lagi dikalangan keturunan Cina,
dan juga bukan rahasia lagi dikalangan pejabat2 negara dan bukan rahasia lagi
dikalangan jendral2 militer maupun tingkatan perwira2 tentara.
Untuk pengusaha keturunan Cina tentu beban berat harus menggaji bulanan secara
tidak resmi para pejabat dan militer untuk membekingi nafkahnya. Tanpa
menggaji pejabat dan militer maka para pengusaha keturunan Cina akan jadi
bulan2an para preman yang jadi imam di-mesjid beserta jutaan umatnya.
> "utusan.allah" <kesayangan.al...@...> wrote:
> Bila Yudhoyono menghimbau agar
> jangan ada diskriminasi maka
> artinya diskriminasi itu masih
> ada. Yudhoyono "secara tegas
> meminta tiga kementerian
> sekaligus yaitu Menteri Agama,
> Menteri Pendidikan Nasional,
> serta Menteri Hukum dan HAM".
>
Diskriminasi terhadap keturunan Cina itu enggak mungkinlah dihapuskan karena
kalo mau menghapuskan diskriminasi terhadap keturunan Cina sama tidak
mungkinnya dengan menghapuskan agama Islam.
Diskriminasi itu bukan cuma kepada Cina saja, tetapi juga kepada agama Kristen,
Katolik, Hindu, Buddha, bahkan terhadap sesama Islam itu sendiri seperti Islam
Ahmadiah. Semua itu sudah tercatat dilestarikan dalam AlQuran, bahwa mereka
semua yang bukan muslimin maka dimata Allah adalah se-rendah2nya binatang yang
halal darahnya ditumpahkan.
Bahkan dalam ayat2 AlQuran juga tertulis kewajiban sesama umat Islam untuk
saling memperingatkan kalo kita anggap mereka berbuat salah, akibatnya karena
saling memperingatkan masing2 jadi saling mencurigai satu sama lain. Jangan
heran, lagi tidur dimesjid sekalipun ternyata ada yang bacok hingga mati karena
dicurigai murtad.
Cina itu musuh Islam, seperti juga Yahudi musuh Islam, jadi kalo mau
menghabiskan permusuhan ini maka Islamnya yang harus dilarang, atau Cina dan
Yahudinya yang harus ditumpas, itu cuma satu pilihan yang tidak mungkin pilih
dua2nya.
Kalo SBY itu mau hapuskan diskriminasi hanyalah basa basi politik saja dalam
kaitannya mempererat hubungan diplomatik dengan Cina daratan yang nantinya
rajin berinvestasi di Indonesia.
Keturunan Cina di Indonesia ibaratnya sandera dimata pemerintah dan dimata umat
Islam. Kalo Cina daratan pelit2 membei bantuan ataupun terlalu rajin menagih
hutang maka akan pecahlah peristiwa 13 Mei atau peristiwa 10 Mei sebagai
ulangan kejadian2 dimasa lalu yang selesainya tentunya dengan angpau dari Cina
daratan.
Masalahnya memang untuk memberi makan 250 juta penduduk di Indonesia kemampuan
pemerintah hanyalah bermain catur dengan sandera2 ini. Kalo keturunan Cina
bisa kasih Angpau, maka orang2 Kristen juga disandera agar Amerika jangan
pelit2 kasih bantuannya. Jangan lupa, Hindu Buddha juga dijadikan sandera,
kurang2 santunannya maka kepala patung2 Buddha hilang disemua candi2 diseluruh
Indonesia.
Ny. Muslim binti Muskitawati.