http://hariansib.com/?p=129020#more-129020
Gelombang PHK Mengancam, Praktik 'Rampok-Merampok' Penghuni Hotel di Medan Posted in Pariwisata by Redaksi on Juli 3rd, 2010 Medan (SIB) General Manager Garuda Plaza Hotel (GPH) Medan Razali Mukhtar mengatakan, sejumlah tetamu tetap hotel berkonsep keluarga itu 'dirampok' manajemen hotel bintang empat di Medan. Buktinya, ujar mantan bankir terkemuka di Medan itu, Jumat (2/7), tiga partai tamu GPH Medan 'dirampok' marketing salah satu hotel bintang empat. "Tamu kami komplain dan minta dikembalikan ke GPH. Bukan soal tamu itu kembali ke GPH tapi sistem 'rampok-merampok' tamu itu merusak industri pariwisata," ujar Razali Mukhtar di lobi GPH Medan. Didampingi Coordinator Room Division (CRS) Ustadz Syahrial P, Razali Mukhtar bilang, Rabu (30/6) ada tamu reguler GPH tiba di Bandara Polonia dan 'dirampok' manajemen hotel dimaksud. Tamu itu komplain dan menulis di internet. Kamis (1/7), tamu dari Bank Mega Syariah juga 'dirampok' manajemen hotel serupa. "Tetapi tamu dari Bank Mega Syariah itu komplain dan minta diantar ke GPH," tandas Razali Mukhtar. 'Perampokan' terjadi di Bandara Polonia. Begitu sampai, tamu tersebut langsung digiring ke mobil reguler hotel dan dibawa ke hotel dimaksud. Razali Mukhtar memahami kondisi sulit industri pariwista khusunya hotel di Medan, tapi kebijakan 'rampok-merampok' tamu, tindakan memalukan dan tidak terpuji. Menurutnya, rata-rata tingkat hunian hotel di Medan kisaran 40 persen yang artinya pemasukan tidak dapat menutupi biaya operasional. Menurutnya, hotel bintang lima di Medan sudah menurunkan tarif seperti harga bintang tiga yang berujung 'kematian' industri hotel bintang empat dan seterusnya. Razali Mukhtar bilang, jumlah kamar hotel di Medan sudah sangat berlebih dan kondisi itu makin diperparah karena kini sedang hendak beroperasi hotel baru. "Saran saya, otoritas pemberi izin hotel, harus membatasi pendirian hotel baru. Perbankan pun diharap lebih selektif mengucurkan kredit pembangunan hotel karena berdampak buruk bagi perputaran uang di daerah ini," tandasnya. Razali Mukhtar bilang, dengan kondisi tingkat hunian kisaran 40 persen, di Medan bakal ada lagi hotel yang tutup operasional. Sesuai catatannya, ada enam hotel bintang lima dan bintang empat di Medan yang tingkat huniannya kisaran 40 persen. "Artinya, biaya operasional tidak tertutupi atau sama artinya bakal ada PHK bagi karyawan di hotel tersebut," tandasnya sambil mengatakan bila kondisi itu terus berlangsung, gelombang PHK bakal makin banyak di Medan. "Operasonal industri pariwisata, khususnya hotel, dewasa ini makin berat ditambah lagi kenaikan tarif dasar listrik yang berdampak naiknya harga-harga kebutuhan pokok," tandasnya. Razali Mukhtar berharap, otoritas di daerah ini ikut campur dalam hal memastikan industri wisata khususnya perhotelan di Medan, terjamin operasionalnya. "Langkah pertama, Pemprov atau Pemkot, menyetop izin pembangunan hotel baru yang sudah over kapasitas tersebut," tutupnya.(r10/g)
