Refleksi : Mengapa Maluku dan Papua adalah termiskin di NKRI? Maluku bisa saja miskin, karena sudah miskin didatangkan lagi laskar Jahat, maka bertambah lagi miskin rakyatnya. Papua kaya tetapi kalau rakyatnya dimarginalisasikan dan dimsikinkan, maka tentu saja menjadi termiskin. Apa solusinya supaya rakyat tidak miskin? Dikasi gong?
http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=20752 010-07-03 Maluku, Peringkat Ketiga Termiskin di Indonesia [AMBON] Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi Nasional (Susenas), Provinsi Maluku menduduki peringkat ketiga termiskin di Indonesia, setelah Provinsi Papua dan Papua Barat. Dari hasil Susenas, jumlah penduduk miskin atau penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di Maluku pada Maret 2010 sebesar 378.630 orang (27,74 persen). "Sebelumnya, pada bulan Maret 2009 berjumlah 380.010 orang (28,23 persen). Berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 1.380 orang," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Yohanes Kristianto ketika dihubungi SP di Ambon, Jumat (2/7). Menurutnya, selama periode Maret 2009 - Maret 2010, penduduk miskin di daerah perdesaan bertambah 1.040 orang. Sementara di daerah perkotaan berkurang 2.420 orang. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan masih cukup tinggi, yaitu sebesar 33,94 persen dibandingkan dengan daerah perkotaan mencapai 10,20 persen. Dikatakan, jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode 2002 - 2010 berfluktuasi dari tahun ke tahun. "Pada periode 2002-2004 jumlah penduduk miskin berkurang sebesar 21.200 orang, namun pada periode 2004-2006 penduduk miskin cenderung meningkat," ujarnya. Selanjutnya pada periode 2007-2010, lanjutnya, jumlah penduduk miskin terus mengalami penurunan yaitu dari 404.700 orang menjadi 378.630 orang. Yohanes menilai, secara relatif juga terjadi penurunan persentase penduduk miskin dari 34,78 persen pada tahun 2002 menjadi 32,13 persen pada tahun 2004. Ditambahkan, pada tahun 2005, persentase penduduk miskin bertambah menjadi 32,28 persen dan terus bertambah pada tahun 2006 menjadi 33,03 persen. Pada tahun 2010 terjadi penurunan persentase menjadi 27,74 persen. [156]
