Refleksi : Sudah hampir setahun  jilid II  rezim SBY dan konco-konconya 
berkuasa, Dalam politik tak banyak bedanya dengan olahraga pertandingan lomba 
lari 100 meter, kalau startnya tidak betul maka akhirnya pun pasti tidak beres 
dalam arti tidak akan mendapat medali, jadi apa yang bisa Anda harapkan?

http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=998

09 Juli 2010 09:59:13





Kinerja Menteri Kabinet Masih Mengecewakan


--------------------------------------------------------------------------------




Hasil Evaluasi Presiden, Tiga Kementrian Dapat Rapor Merah


JAKARTA - Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II telah bekerja sekitar 
sembilan bulan. Melalui Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian 
Pembangunan (UKP4), Presiden mengevaluasi tengah tahun pertama kinerja para 
bawahannya. Evaluasi didasarkan pada Inpres No 1/2010 tentang Percepatan 
Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional tahun 2010. Inpres tersebut adalah 
hasil dari raker bersama menteri dan gubernur di Istana Cipanas pada 2-3 
Februari lalu. Hasilnya, 49 subrencana aksi masih dinilai mengecewakan.


" Ke-49 subrencana aksi yang mengecewakan ini ada di beberapa kementrian," kata 
Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto usai rapat kabinet paripurna di Kantor 
Presiden, Jakarta, kemarin.Inpres 1/2010 terdiri atas 70 program, 155 rencana 
aksi, dna 369 subrencana aksi. Selain 49 subrencana aksi yang mengecewakan, 15 
lainnya dinilai kurang memuaskan. Selanjutnya, 235 subrencana aksi dinilai 
memuaskan, dan 58 sangat memuaskan. Selain itu, 12 sisanya sudah selesai pada 
periode sebelumnya atau ditinjau ulang.


Kuntoro mengatakan, beberapa lembaga yang mendapatkan rapor merah antara lain: 
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan Badan Nasional 
Penanggulangan Bencana (BNPB). Sedangkan beberapa kementrian yang mendapat 
rapor merah adalah Kementrian Kominfo, Kemkum dan HAM, dan Kementrian PU. 
"Seperempatnya dari jumlah Kementrian Lembaga mempunyai rapor merah," kata 
Kuntoro.


Kuntoro menambahkan, beberapa subrencana aksi yang belum terlaksana misalnya: 
pembentukan Badan Nasional Pengelola Daerah Perbatasan. Juga, belum tersusun 
RUU Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Apakah evaluasi ini akan menjurus ke 
reshuffle kabinet? " Evaluasi paruh tahun ini untuk dicermati dan untuk segera 
memperbaiki. Ini adalah siklus biasa dalam manajemen, apa-apa yang direncanakan 
harus dicapai," kata Kuntoro.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, evaluasi yang dilakukan 
tidak bersifat subyektif. " Tapi betul-betul satu evaluasi dari kinerja yang 
dijalankan oleh kabinet ini. Oleh karena itu, mari kita membiasakan dan mari 
ktia jadikan budaya dalam pemerintahan ini, bahwa apa yang telah kita 
rencanakan benar-benar dijalankan,? kata SBY kepada para menteri. SBY 
menambahkan, seorang pejabat boleh saja keliru, asalkan bisa memperbaiki. "Tapi 
satu hal, seroang pejabat tidak boleh tidak bertanggung jawab. Ini yang harus 
kita tekankan," ujarnya.(sof/iro)
(scorpions)

    

Kirim email ke